Selasa, 03 November 2026
20:54 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Kiboud Maulana

Kiboud Maulana

Bagikan:
Kiboud Maulana
250px-Kiboud_Maulana.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir
Boudewijn Maulana

(1938-01-15)15 Januari 1938
Meninggal6 Juni 2015(2015-06-06) (umur 77)
Tangerang, Indonesia
Tempat peristirahatan terakhir
Jagakarsa, Jakarta Selatan
Nama lainKiboud Maulana
Pekerjaanmusisi Jazz
Masa aktif1967 - 2015

Boudewijn Maulana (15 Januari 1938 – 6 Juni 2015) dikenal dengan panggilan Kiboud Maulana adalah seorang gitaris Jazz blues asal Indonesia yang juga kakak kandung dari gitaris Ireng Maulana.[1]

Perjalanan karier

Kiboud pernah bergabung dengan Orkes Studio Jakarta. Awalnya dia mempelajari biola klasik, kemudian beralih ke instrumen gitar. Pertama terjun ke dunia musik rock and roll, Kiboud membentuk grup musik sendiri dengan nama The Young Boys, Grup musik ini sering ikut berpartisipasi dalam acara lomba band yang sering diselenggarakan pada era tahun 1960-an, dan juga sering muncul sebagai pemenang. Kiboud pernah bergabung dengan band Eka Sapta, yang beranggotakan para musisi terkenal seperti Bing Slamet, Idris Sardi, Enteng Tanamal, Jopie Item, Benny Mustapha, Eddy Tulis, dan Ireng Maulana.[2]

Pada era inilah grup band Eka Sapta melambung namanya dengan membuat rekaman dalam bentuk piringan hitam yang terjual ribuan copi. Lagu-lagu yang amat populer waktu itu antara lain, Kelip-kelip, melodi dengan suara gitar gaya Wes Montgomery, dimainkan oleh Kiboud Maulana. Tidak puas dengan irama rock and roll Kiboud kemudian beralih memainkan gitar jazz setelah dia bergabung bersama Jack Lesmana, Mus Mualim atau Bubi Chen, Maryono dan Benny Mustapha. Bersama kelompok ini pula Kiboud ikut serta dalam Berlin Jazz Festival (Jerman pada tahun 1967.[2]

Sejak itu, ia selalu berpijak pada jazz dalam setiap permainan gitarya. Membentuk kelompok jazz Kiboud Maulana Combo bersama Juhari (piano), Taufik (drums), Perry Pattiselanno (bass), dan Wiharto (saxophone). Ia bersama kelompok ini bermain di hotel berbintang di Jakarta, mengiringi penyanyi Margie Segers, Ermy Kulit, Nunung Wardiman. Bersama Idang Rasjidi, Cendi Luntungan, Embong Rahardjo, Jeffrey Tahalele, dan Adji Rao, membentuk The Jakarta All Stars, tampil pada North Sea Jazz Festival pada tahun 1994 di Belanda.[2]

Diskografi

Kematian

Kiboud Maulana meninggal pada tanggal 6 Juni 2015 jam 04.25 karena komplikasi penyakit kencing manis (diabetes melitus).[4] Ia disemayamkan di Rs.Karang Tengah Medika, Banten dan dikebumikan hari Minggu (7/6/2015) di TPU Kampung Kandang, Jagakarsa, Jakarta Selatan.[5]

Referensi

  1. ↑ Indonesia, Tokoh (2011-06-28). "Kiboud Maulana". TokohIndonesia.com - Tokoh.ID (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-22.
  2. 1 2 3 Kiboud di Jakarta go.id Diarsipkan 2011-04-08 di Wayback Machine, Jakarta go.id, diakses 6 April 2011
  3. ↑ diskografi Kiboud Maulana Diarsipkan 2011-02-08 di Wayback Machine, Kiboudmaulana.com, diakses 6 April 2011
  4. ↑ Nia Deviyana (6 Juni 2015). "Kiboud Maulana Tutupi Penyakitnya dari Keluarga". Medcom.id. Diakses tanggal 20 Januari 2025]].{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  5. ↑ "Selamat Jalan, Kiboud Maulana..." Kompas.com. 6 Juni 2015. Diakses tanggal 20 Januari 2025]].{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik musik atau lagu Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan