| Artikel ini adalah bagian dari seri: |
| Permainan video |
|---|
Permainan suara (bahasa Inggris: audio game) adalah jenis permainan video yang dimainkan pada perangkat elektronik seperti komputer pribadi, konsol permainan video, atau perangkat seluler, di mana mekanisme interaksi dan umpan balik utamanya mengandalkan pendengaran dan suara, bukan grafis visual.[1]
Meskipun beberapa permainan suara tetap menyertakan elemen visual pelengkap yang minimal, aspek grafis tersebut tidak bersifat esensial untuk menyelesaikan permainan. Karena sifatnya yang tidak bergantung pada indra penglihatan, permainan suara sangat populer di kalangan komunitas tunanetra dan penyandang disabilitas netra, sekaligus menjadi medium eksperimen artistik dalam eksplorasi tata suara imersif dan desain suara 3D.[2]
Sejarah
Eksperimen permainan berbasis audio berakar dari era awal arkade dan konsol rumahan pada akhir dekade 1970-an. Salah satu perintis konsep ini adalah permainan arkade Touch Me (1974) buatan Atari, yang kemudian menginspirasi mainan genggam populer Simon (1978) yang mengandalkan ingatan urutan nada suara dan warna.
Permainan audio digital pertama yang dirancang khusus untuk komputer pribadi dipelopori oleh perancang asal Jepang, Kenji Eno, bersama studionya Warp. Eno merilis permainan Real Sound: Kaze no Regret untuk konsol Sega Saturn pada tahun 1997 (kemudian diadaptasi ke Dreamcast pada 1999). Permainan bertema petualangan naratif interaktif ini sengaja diproduksi tanpa visual sama sekali—hanya menggunakan rekaman suara aktor profesional dan efek suara lingkungan binaural—setelah Eno terinspirasi oleh surat-surat penggemar tunanetra yang kesulitan memainkan permainan konvensional.[3]
Memasuki era komputer modern dan perangkat cerdas layar sentuh pada dekade 2000-an dan 2010-an, genre permainan suara berkembang melalui judul-judul seperti Papa Sangre (2010), The Nightjar (2011), dan A Blind Legend (2016) yang memanfaatkan teknologi audio spasial binaural 3D melalui penggunaan penyuara telinga (headphone).
Mekanika dan teknologi
Permainan suara bergantung pada manipulasi representasi ruang dan petunjuk akustik:
- Audio spasial 3D: Memanfaatkan modulasi volume stereo, pergeseran fasa, serta fungsi transfer terkait kepala (head-related transfer function/HRTF) untuk menciptakan ilusi posisi sumber suara di sekitar pemain (kiri, kanan, atas, bawah, depan, atau belakang).
- Isyarat audio (Audio cues): Menggantikan penanda visual; misalnya jenis langkah kaki di atas material berbeda (batu, lumpur, air) untuk mengetahui medan navigasi, atau dengung senjata musuh untuk memicu refleks menghindar.
- Umpan balik haptik: Kerap dipadukan dengan getaran pengendali (kontroler) ponsel atau stik konsol untuk memberikan sensasi benturan fisik atau denyut bahaya.
Genre
Permainan suara mencakup berbagai genre adaptasi, antara lain:
- Aksi dan petualangan: Mengharuskan pemain mendeteksi arah langkah monster atau proyektil musuh sebelum melancarkan serangan balasan.
- Horor kesintasan: Memanfaatkan keheningan dan efek suara lingkungan yang mencekam untuk membangun ketegangan psikologis.
- Petualangan interaktif: Mirip dengan sandiwara radio di mana pemain memilih cabang percakapan atau alur cerita berdasarkan dialog suara.
- Permainan ritme: Menguji ketepatan waktu pemain dalam merespons ketukan musik atau pola ritme tertentu.
Aksesibilitas
Selain diciptakan sebagai permainan audio mandiri murni, perkembangan desain suara juga mendorong gerakan aksesibilitas pada permainan video arus utama berkategori AAA. Judul-judul besar seperti The Last of Us Part II (2020) dan Forza Motorsport (2023) menyertakan opsi navigasi akustik komprehensif yang memungkinkan pemain tunanetra menyelesaikan permainan dari awal hingga akhir hanya dengan mengandalkan isyarat suara navigasional.[4]
Lihat pula
Referensi
- ↑ Rovithis, Emmanouel (2012). "A Classification of Audio Games". Proceedings of the Audio Mostly Conference (dalam bahasa Inggris): 160–167. doi:10.1145/2349014.2349038.
- ↑ Friberg, Johnny; Gärdenfors, Dan (2004). "Audio Games: New Perspectives on Game Design". Game Developer (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-09-19.
- ↑ Bettenhausen, Shane (2008-08-07). "Kenji Eno: Revalations of a Game Creator". 1UP.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-09-19.
- ↑ Webster, Andrew (2020-06-18). "The Last of Us Part II sets a new benchmark for game accessibility". The Verge (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-09-19.
Pranala luar
Media terkait Audio games di Wikimedia Commons
| Laga | ||
|---|---|---|
| Laga-petualangan | ||
| Petualangan | ||
| Bermain peran | ||
| Simulasi | ||
| Simulasi kendaraan | ||
| Strategi | ||
| Genre lainnya | ||
| Format & gaya bermain | ||
| Konsep terkait & industri | ||