Minggu, 20 September 2026
20:31 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Perjanjian codeshare

Perjanjian codeshare

Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Perjanjian codeshare"  berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(February 2009)
250px-Codeshare_flight_information_at_FUK.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Papan informasi penerbangan di Bandar Udara Fukuoku, Jepang, pada 2013, yang menampilkan penerbangan codeshare. Dalam perjanjian codeshare, penerbangan yang sama dapat dipasarkan oleh lebih dari satu maskapai dengan kode dan nomor penerbangan masing-masing, meskipun penerbangan tersebut dioperasikan oleh salah satu maskapai mitra.

Sebuah perjanjian codeshare, sering disingkat dengan codeshare, merupakan sebuah perjanjian bisnis penerbangan di mana dua maskapai berbagi penerbangan yang sama. Sebuah kursi dapat dibeli di satu maskapai penerbangan tetapi sebenarnya dioperasikan oleh maskapai rekanan di bawah nomor dan kode penerbangan yang berbeda. Istilah "code" mengacu kepada sistem identifikasi yang digunakan dalam jadwal penerbangan, umumnya merupakan dua karakter kode pengenalan maskapai dari IATA dan nomor penerbangan. Dalam hal ini, XX123, penerbangan 123 yang dioperasikan oleh maskapai XX, mungkin juga dijual oleh maskapai YY sebagai YY456 dan oleh ZZ sebagai ZZ9876. Hal ini memungkinkan akses yang lebih besar menuju berbagai kota melalui jaringan sebuah maskapai tanpa perlu menyediakan penerbangan tambahan, dan membuat jaringan lebih sederhana karena memungkinkan untuk memesan satu tiket untuk penerbangan dengan beberapa pesawat. Sebagian besar maskapai penerbangan besar di dunia melakukan kerjasama codeshare dengan maskapai penerbangan lain dan codeshare menjadi bagian utama dalam aliansi maskapai penerbangan.

Di bawah sebuah perjanjian codeshare, maskapai yang sebenarnya mengoperasikan penerbangan (yang menyediakan pesawat, awak pesawat, dan layanan penanganan darat) disebut sebagai maskapai operator. Perusahaan yang menjual tiket untuk tetapi tidak mengoperasikannya disebut maskapai penjual.

Sejarah

Pada tahun 1967, Richard A. Henson bergabung dengan pendahulu US Airways, Allegheny Airlines, dalam perjanjian codeshare pertama di AS.[1] Istilah "code sharing" atau "codeshare" pertama disebutkan pada tahun 1989 oleh Qantas dan American Airlines (Financial Review—21 November 1989), dan pada tahun 1990 dua firma tersebut menyediakan penerbangan codeshare pertama mereka antara kota domestik Amerika dengan kota di Australia. Code sharing menjadi sangat populer dalam dunia maskapai penrbangan sejak saat itu, terutama saat kelahiran aliansi maskapai penerbangan besar, yang juga melakukan perjanjian codeshare dan program frequent flyer secara ekstensif.

Alasan dan keuntungan

Di bawah sebuah perjanjian codeshare, maskapai penerbangan peserta dapat menampilkan nomor penerbangan tertentu untuk alasan sebagai berikut:

Bagi penumpang

  • Penerbangan bersambung – Sistem ini memungkinkan jalur yang lebih jelas bagi pelanggan, memungkinkan mereka melakukan perjalanan dari titik A menuju C melalui titik B dengan menggunakan satu kode maskapai, daripada melakukan pemesanan dari A ke B dengan satu kode, dan dari B ke C dengan kode lainnya. Hal ini merupakan penambahan yang rumit karena maskapai yang bekerja sama harus menyesuaikan jadwal dan melakukan koordinasi penanganan bagasi, yang membuat waktu transfer antar pesawat lebih singkat.
  • Pembagian tanggung jawab antar maskapai – Saat terbang menuju dua kota tanpa koneksi langsung dari satu maskapai, penumpang dapat memilih penerbangan codeshare atau membeli tiket secara terpisah. Jika penerbangan bukan penerbangan codeshare, maskapai kedua tidak punya tanggung jawab jika penumpang melewatkan penerbangan kedua akibat keterlambatan penerbangan pertama. Di bawah penerbangan codeshared, maskapai kedua tidak dapat melakukan hal tersebut karena penerbangan kedua akan ikut tertunda jika penerbangan pertama tertunda.

Bagi maskapai penerbangan

  • Penerbangan dari dua maskapai yang terbang dalam rute yang sama – hal ini memungkinkan peningkatan frekuensi penerbangan bagi satu maskapai
  • pemberian layanan menuju pasar kosong – Hal ini memungkinkan sebuah maskapai yang tidak mengoperasikan pesawat ke rute tertentu untuk menampilkan rute tersebut ke kota tujuan mereka dalam nomor penerbangan mereka sendiri.
  • Jika sebuah maskapai mengorbankan kapasitasnya untuk dipakai maskapai lainnya sebagai rekanan, biaya operasi kapasitas tersebut akan dianggap bernilai nol[butuh rujukan].

Permasalahan

Dalam sistem distribusi global, seperti Amadeus, Galileo, Worldspan, atau Sabre, metode ini akan memberikan detail penerbangan yang sama, tetapi dalam nomor penerbangan yang berbeda, memaksa penerbangan non codeshare diletakkan di halaman berikutnya, di mana mungkin dilewatkan oleh penumpang yang membutuhkan informasi penerbangan tersebut.

Sebagian besar kompetisi dalam industri penerbangan melibatkan strategi penjualan tiket penerbangan (juga disebut sebagai "pemesanan kursi") (manajemen pendapatan, variasi harga, dan marketing global). Sebagian besar penumpang dan agen perjalanan lebih suka penerbangan dengan hubungan langsung, yang dapat dicapai dengan codeshare. Sistem pemesanan komputer juga sering tidak membedakan antara penerbangan langsung dan penerbangan codeshare dan menampilkan keduanya sebelum memunculkan informasi bahwa penerbangan tersebut dioperasikan oleh maskapai penerbangan lain.

Kritik telah diberikan kepada sistem codeshare oleh organisasi perlindungan konsumen dan departemen perdagangan nasional karena dianggap membingungkan dan tidak transparan kepada penumpang.[2]

Lihat juga

Referensi

Pranala luar

Lihat entri Codeshare di kamus bebas Wikikamus.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan