Senin, 21 September 2026
00:11 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Perang Transfermium

perselisihan antara ilmuwan Amerika dan Soviet mengenai penamaan unsur

Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Perang Transfermium"  berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Agustus 2026)

Nama-nama untuk unsur kimia nomor 102 hingga 109 (terutama 104 hingga 106) menjadi subjek kontroversi besar yang dimulai pada tahun 1960-an dan diselesaikan oleh IUPAC pada tahun 1997. Oleh beberapa kimiawan nuklir, kontroversi ini disebut Perang Transfermium[1][2] karena berkaitan dengan unsur-unsur yang berada setelah fermium (unsur 100) dalam tabel periodik. Kontroversi ini muncul akibat perselisihan antara ilmuwan Amerika dan ilmuwan Soviet mengenai kelompok mana yang pertama kali berhasil mengisolasi unsur-unsur tersebut.

Latar belakang

Menurut konvensi, hak untuk memberikan nama kepada unsur kimia yang baru ditemukan diberikan kepada pihak yang menemukannya. Untuk unsur 104, 105, dan 106, terjadi kontroversi antara para peneliti Soviet di Institut Bersama untuk Riset Nuklir (JINR) dan para peneliti Amerika di Laboratorium Nasional Lawrence Berkeley (LBNL) mengenai kelompok mana yang lebih dahulu menemukan unsur-unsur tersebut. Kedua pihak mengusulkan nama mereka sendiri untuk unsur 104 dan 105, tanpa mengakui nama yang diusulkan oleh pihak lainnya.

Nama seaborgium yang diusulkan oleh pihak Amerika untuk unsur 106 juga menimbulkan keberatan dari sebagian pihak karena nama tersebut merujuk pada kimiawan Amerika Glenn T. Seaborg, yang pada saat nama itu diusulkan masih hidup.[3] (Nama einsteinium dan fermium juga telah diusulkan untuk unsur-unsur baru ketika Albert Einstein dan Enrico Fermi masih hidup, tetapi nama-nama tersebut baru diumumkan kepada publik setelah mereka meninggal dunia, karena kerahasiaan yang berkaitan dengan Perang Dingin.)

Kontroversi

Pihak-pihak yang terlibat

Dua kelompok utama yang terlibat dalam konflik mengenai penamaan unsur adalah:

  • Kelompok Amerika di Laboratorium Lawrence Berkeley,
  • Kelompok Rusia di Institut Bersama untuk Riset Nuklir di Dubna,

dan, sebagai semacam penengah,

  • Komisi IUPAC untuk Tata Nama Kimia Anorganik, yang mengajukan usulannya sendiri kepada Majelis Umum IUPAC.

Kelompok Jerman di Gesellschaft für Schwerionenforschung (GSI) di Darmstadt, yang (secara tidak diperselisihkan) telah menemukan unsur 107 hingga 109, terseret ke dalam kontroversi ketika Komisi mengusulkan agar nama "hahnium", yang diusulkan oleh pihak Amerika untuk unsur 105, digunakan untuk unsur 108 milik GSI.

Usulan nama

Amerika

Nomor Atom Nama Eponim
104 Rutherfordium Ernest Rutherford
105 Hahnium Otto Hahn
106 Seaborgium Glenn T. Seaborg

Rusia

Nomor Atom Nama Eponim
104 Kurchatovium Igor V. Kurchatov
105 Nielsbohrium Niels H. D. Bohr

Jerman

Nama-nama yang diusulkan oleh kelompok Jerman untuk unsur 107 hingga 109 adalah:[4]

Nomor Atom Nama Eponim
107 Nielsbohrium Niels H. D. Bohr
108 Hassium Hessen, Jerman
109 Meitnerium Lise Meitner

IUPAC

Pada tahun 1994, Komisi IUPAC untuk Tata Nama Kimia Anorganik mengusulkan nama-nama berikut:

Nomor Atom Nama Eponim
104 Dubnium Dubna, Rusia
105 Joliotium Jean F. Joliot-Curie
106 Rutherfordium Ernest Rutherford
107 Bohrium Niels H. D. Bohr
108 Hahnium Otto Hahn
109 Meitnerium Lise Meitner

Usulan ini berusaha menyelesaikan perselisihan dengan membagi hak penamaan unsur-unsur yang diperselisihkan antara pihak Rusia dan Amerika, mengganti nama unsur 104 dengan nama yang menghormati pusat penelitian di Dubna, serta tidak menamai unsur 106 berdasarkan nama Seaborg.

Keberatan terhadap usulan IUPAC

Solusi tersebut mendapat keberatan dari Himpunan Kimia Amerika Serikat (ACS) dengan alasan bahwa hak kelompok Amerika untuk mengusulkan nama bagi unsur 106 tidak dipermasalahkan, sehingga kelompok tersebut seharusnya memiliki hak untuk memberikan nama kepada unsur tersebut. Memang, IUPAC kemudian memutuskan bahwa penghargaan atas penemuan unsur 106 harus diberikan kepada Berkeley.

Sejalan dengan hal tersebut, kelompok Jerman memprotes penamaan unsur 108 dengan nama "hahnium" yang diusulkan oleh pihak Amerika, dengan mengacu pada konvensi yang telah lama berlaku bahwa suatu unsur dinamai oleh pihak yang menemukannya.[5]

Selain itu, karena banyak buku Amerika telah menggunakan nama rutherfordium dan hahnium untuk unsur 104 dan 105, ACS keberatan jika nama-nama tersebut digunakan untuk unsur lain.

Pada tahun 1995, IUPAC membatalkan aturan yang kontroversial tersebut dan membentuk sebuah komite yang terdiri atas perwakilan nasional dengan tujuan mencari jalan kompromi. Komite tersebut mengusulkan nama seaborgium untuk unsur 106 dengan imbalan dihapusnya seluruh usulan nama dari pihak Amerika lainnya, kecuali nama lawrencium untuk unsur 103 yang sudah ditetapkan. Nama nobelium untuk unsur 102, yang juga telah lama digunakan dan mengakar kuat, diusulkan untuk diganti menjadi flerovium yang diambil dari nama Georgy Flerov, setelah laporan tahun 1993 mengakui bahwa unsur tersebut pertama kali disintesis di Dubna. Usulan ini ditolak oleh para ilmuwan Amerika, sehingga keputusan tersebut kemudian ditarik kembali.[6] Nama flerovium akhirnya digunakan untuk unsur 114.[7]

Penyelesaian (IUPAC 97)

Pada tahun 1996, IUPAC mengadakan pertemuan lain, meninjau kembali seluruh nama yang telah diusulkan, dan menerima serangkaian rekomendasi baru. Pada akhirnya, rekomendasi tersebut disetujui dan diterbitkan pada tahun 1997 dalam Majelis Umum IUPAC ke-39 di Jenewa, Swiss.[8] Unsur 105 diberi nama dubnium (Db), diambil dari nama Dubna di Rusia, tempat JINR berada. Sementara itu, usulan nama dari pihak Amerika digunakan untuk unsur 102, 103, 104, dan 106. Nama dubnium sebelumnya telah digunakan untuk unsur 104 dalam rekomendasi IUPAC sebelumnya. Para ilmuwan Amerika "dengan enggan" menyetujui keputusan tersebut.[9] IUPAC menunjukkan bahwa Laboratorium Berkeley sebelumnya telah beberapa kali mendapat pengakuan melalui penamaan unsur amerisium, berkelium, dan kalifornium. Oleh karena itu, penerimaan nama rutherfordium dan seaborgium untuk unsur 104 dan 106 dianggap dapat diimbangi dengan pengakuan terhadap kontribusi JINR dalam penemuan unsur 104, 105, dan 106.[10]

Nama-nama berikut disepakati pada tahun 1997 dalam Majelis Umum IUPAC ke-39 di Jenewa, Swiss:

Nomor Atom Nama Eponim
104 Rutherfordium Ernest Rutherford
105 Dubnium Dubna, Rusia
106 Seaborgium Glenn T. Seaborg
107 Bohrium Niels H. D. Bohr
108 Hassium Hessen, Jerman
109 Meitnerium Lise Meitner

Dengan demikian, konvensi mengenai hak penemu untuk memberikan nama kepada unsur yang mereka temukan tetap dihormati untuk unsur 106 hingga 109,[11] sementara dua klaim penemuan yang diperselisihkan "dibagi" antara kedua pihak yang bersengketa.

Di beberapa negara yang tidak terlibat dalam perselisihan tersebut, seperti Bulgaria[12], Polandia, Denmark,[13] India,[14] dan Indonesia,[15] nama kurchatovium untuk unsur 104 dan hahnium untuk unsur 105 masih digunakan hingga tahun 1997.

Ringkasan

Ringkasan usulan penamaan unsur dan keputusan akhir untuk unsur 101–112 (unsur-unsur yang tercakup dalam laporan TWG)[9]
ZMendeleevSistematisAmerikaRusiaJermanCompromise 92IUPAC 94ACS 94IUPAC 95IUPAC 97Saat ini
101eka-tulium(unnilunium)mendeleviummendeleviummendeleviummendeleviummendeleviummendeleviummendelevium
102eka-iterbium(unnilbium)nobeliumjoliotiumjoliotiumnobeliumnobeliumfleroviumnobeliumnobelium
103eka-lutesium(unniltrium)lawrenciumrutherfordiumlawrenciumlawrenciumlawrenciumlawrenciumlawrenciumlawrensium
104eka-hafniumunnilquadiumrutherfordiumkurchatoviummeitneriumdubniumrutherfordiumdubniumrutherfordiumruterfordium
105eka-tantalumunnilpentiumhahniumnielsbohriumkurchatoviumjoliotiumhahniumjoliotiumdubniumdubnium
106eka-wolframunnilheksiumseaborgiumrutherfordiumrutherfordiumseaborgiumseaborgiumseaborgiumseaborgium
107eka-reniumunnilseptiumnielsbohriumnielsbohriumbohriumnielsbohriumnielsbohriumbohriumbohrium
108eka-osmiumunniloktiumhassiumhassiumhahniumhassiumhahniumhassiumhasium
109eka-iridiumunnileniummeitneriumhahniummeitneriummeitneriummeitneriummeitneriummeitnerium
110eka-platinaununniliumhahniumbecquereliumdarmstadtiumdarmstadtium
111eka-emasunununiumroentgeniumroentgenium
112eka-raksaununbiumcoperniciumkopernisium
  usulan nama yang pada akhirnya diterima.
  nama yang pada akhirnya digunakan untuk unsur yang berbeda. Flerovium, yang dalam usulan IUPAC tahun 1995 diajukan untuk unsur 102, kemudian diadopsi tanpa kontroversi untuk unsur 114 (eka-timbal).

Lihat pula

Referensi

  1. "The Transfermium Wars". Bulletin of the Atomic Scientists. 51 (1). Educational Foundation for Nuclear Science, Inc: 5. 1995. ISSN 0096-3402.
  2. Fox, Stuart (29 Juni 2009). "What's It Like to Name An Element on the Periodic Table?". Popular Science.
  3. Seaborg berkomentar dengan nada getir dalam sebuah pembicaraan pada tahun 1995 bahwa "Ada keengganan tertentu dari pihak Komisi IUPAC untuk Tata Nama Kimia Anorganik untuk menerima nama tersebut karena saya masih hidup dan mereka dapat membuktikannya, begitu kata mereka." (An Early History of LBNL oleh Dr. Glenn T. Seaborg "An Early History of LBNL by Dr. Glenn T. Seaborg". Diarsipkan dari asli tanggal 21 Oktober 2004. Diakses tanggal 30 Agustus 2026.)
  4. Diarsipkan 9 Maret 2012 di Wayback Machine. IUPAC verabschiedet Namen für schwere Elemente
  5. http://www.gsi.de/documents/DOC-2003-Jun-35-5.pdf Diarsipkan 9 Maret 2012 di Wayback Machine. (dalam bahasa Jerman).
  6. Hoffman, D. C.; Ghiorso, A.; Seaborg, G. T. (2000). The Transuranium People: The Inside Story. World Scientific. hlm. 389–394. ISBN 978-1-78326-244-1.
  7. Loss, R. D.; Corish, J. (2012). "Names and symbols of the elements with atomic numbers 114 and 116 (IUPAC Recommendations 2012)" (PDF). Pure and Applied Chemistry. 84 (7): 1669–72. doi:10.1351/PAC-REC-11-12-03. S2CID 96830750. Diakses tanggal 30 Agustus 2026.
  8. Bera, J. K. (1999). "Names of the Heavier Elements". Resonance. 4 (3): 53–61. doi:10.1007/BF02838724. S2CID 121862853.
  9. 1 2 Hoffman, D. C.; Ghiorso, A.; Seaborg, G. T. (2000). The Transuranium People: The Inside Story. Imperial College Press. hlm. 369–399. ISBN 978-1-86094-087-3.
  10. "Names and symbols of transfermium elements (IUPAC Recommendations 1997)". Pure and Applied Chemistry. 69 (12): 2471–2474. 1997. doi:10.1351/pac199769122471.
  11. Kecuali perubahan nama dari nielsbohrium menjadi bohrium, mengikuti konvensi bahwa unsur hanya dinamai berdasarkan nama belakang ilmuwan.
  12. Българска енциклопедия "А-Я". София: Българска академия на науките - „Българска енциклопедия“; Книгоиздателска къща „Труд“. 1999. hlm. 811. ISBN 978-954-8104-02-9. Diakses tanggal 30 Agustus 2026.
  13. Gyldendals Minilex. Biologi. Gyldendal Uddannelse. 2009. ISBN 9788702028096.
  14. Inorganic Chemistry. Mittal Publications. 1984. ISBN 9788170998280.
  15. Biology. Erlangga. 1999. ISBN 9789797817138.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan