Minggu, 20 September 2026
15:28 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Penyensoran di Kuba

Bagian dari sebuah seri tentang
Penyensoran menurut negara
Sebuah simbol penyensoran
Negara
Lihat pula

Penyensoran di Kuba telah dikabarkan secara ekstensif. Hal ini mengakibatkan sanksi Uni Eropa dari 2003 sampai 2008 serta pernyataan protes dari kelompok-kelompok, pemerintah-pemerintah, dan tokoh-tokoh terkenal.[1][2]

Kuba meraih peringkat rendah pada Press Freedom Index dari Reporters Without Borders dari 2002 saat indeks tersebut didirikan (ke-134 dari 139)[3] sampai sekarang (ke-169 dari 180 pada 2015).[4] Pada 2006, Inter American Press Association melaporkan bahwa "penekanan terhadap para jurnalis independen, perlakuan tidak semestinya terhadap para wartawan yang ditahan, dan pengawasan pemerintah yang sangat ketat membatasi akses masyarakat kepada sumber-sumber informasi alternatif masih berlanjut".[5]

Buku-buku, surat-surat kabar, siaran-siaran radio, saluran-saluran televisi, film-film, dan musik sangat disensor. Pencetakan bawah tanah juga sangat ditolak.[6] Izin khusus bagi yang ingin menggunakan Internet hanya tersedia bagi orang-orang Kuba terpilih dan penggunaan Internet dibatasi untuk sebagian besar warga Kuba.[7] Telepon pintar bersifat langka dan kebanyakan warga negara tidak diizinkan untuk menggunakannya sampai saat ini.[8] Para jurnalis asing yang dapat bekerja di negara tersebut diseleksi oleh pemerintah.[9]

Media dioperasikan di bawah naungan Departemen Orientasi Revolusioner milik Partai Komunis, yang "mengembangkan dan mengkoordinasikan strategi-strategi propaganda".[9]

Referensi

  1. "European Union to lift sanctions on Cuba" Diarsipkan 2012-07-10 di Wayback Machine., Robin Oakley, CNN World, 19 June 2008. Retrieved 6 August 2012
  2. "Cuban Women's Group Awarded European Parliament's Sakharov Prize Prize", Eric Green, Washington File, 27 October 2005, Bureau of International Information Programs, U.S. Department of State. Retrieved 7 August 2005. “In an October 26 statement, the European Parliament, which awards the prize annually, said the group of Cuban women has been protesting peacefully every Sunday since 2004 against the continued detention of their husbands and sons, who are political dissidents in Cuba. The women wear white as a symbol of peace and the innocence of those imprisoned.”
  3. "Press Freedom Index 2002" Diarsipkan 7 October 2015 di Wayback Machine., Reporters Without Borders. Retrieved 6 August 2012
  4. "Press Freedom Index 2015" Diarsipkan 2015-08-27 di Wayback Machine., Reporters Without Borders. Retrieved 12 November 2015
  5. "62nd General Assembly Reports: Cuba". Inter American Press Association. 3 Oktober 2006. Diakses tanggal 6 Agustus 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. Claire Voeux; Julien Pain (Oktober 2006). "Going online in Cuba: Internet under surveillance" (PDF). Reporters Without Borders. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2009-03-03. Diakses tanggal 2017-02-03.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. Michael C. Moynihan (22 Februari 2008). "Still Stuck on Castro - How the press handled a tyrant's farewell".{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. 1 2 "10 most censored countries". The Committee to Protect Journalists.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan