Kamis, 22 Oktober 2026
00:10 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama
Pemuda Rakyat

Pemuda Rakyat

organisasi sayap pemuda Partai Komunis Indonesia

Bagikan:
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Pemuda Rakyat" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Pemuda Rakyat
250px-Bendera_Pesindo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ketua UmumFrancisca Fanggidaej (pertama)
Sukatno
Didirikan12 November 1950
Didahului olehPemuda Sosialis Indonesia
Dibubarkan1966
Markas besarJakarta, Indonesia
Keanggotaan1.250.000 (1962)
Ideologi
Partai indukPartai Komunis Indonesia
Afiliasi internasionalFederasi Pemuda Demokratik Sedunia
Afiliasi nasionalFront Nasional
(1960–1965)
MajalahGenerasi Baru

Pemuda Rakyat (Ejaan Van Ophuijsen: Pemuda Rakjat) adalah sayap pemuda dari Partai Komunis Indonesia (PKI).[1] Organisasi ini dibentuk sebagai Pemuda Sosialis Indonesia (Pesindo). Awalnya, organisasi ini didirikan atas inisiatif Menteri Pertahanan saat itu, Amir Sjarifoeddin, sebagai sayap pemuda Partai Sosialis Indonesia.

Latar belakang

Pemuda Rakyat sebelumnya dikenal dengan nama Pemuda Sosialis Indonesia, sebuah organisasi pemuda yang berlandaskan asas sosialisme untuk mendukung Republik Indonesia yang berdaulat. Pada 10 November 1945, Kongres Pemuda Seluruh Indonesia diselenggarakan di Yogyakarta atas prakarsa Amir Sjarifoeddin. Tujuan utama kongres ini adalah untuk menyatukan organisasi-organisasi pemuda di Indonesia dalam satu wadah. Namun, Amir Sjarifoeddin ternyata memiliki maksud lain, yakni mengarahkan dukungan para pemuda ke Partai Sosialis yang ia pimpin. Hal ini terlihat dari usahanya yang intensif mencari dukungan dari tokoh-tokoh pemuda yang aktif sejak pendudukan Jepang tahun 1942. Setelah Pemberontakan PKI 1948, Pesindo mulai kehilangan kekuatan politik dan anggota-anggotanya. Pesindo pun harus kehilangan pemimpin mereka, Amir Sjarifoeddin, serta tokoh-tokoh lainnya, akibat keterlibatan mereka dalam pemberontakan tersebut. Amir Sjarifoeddin kemudian digantikan oleh Ir. Setiadi sebagai ketua. Pada 4-12 November 1950, kongres Pesindo diadakan di Jakarta dan menghasilkan keputusan untuk mengganti nama Pesindo menjadi Pemuda Rakyat, sehingga secara resmi Pesindo beralih fungsi dan nama menjadi Pemuda Rakyat.[2]

Sejarah

Awalnya, organisasi ini didirikan atas inisiatif Menteri Pertahanan saat itu, Amir Sjarifoeddin, sebagai sayap pemuda dari Partai Sosialis Indonesia (PSI). Sebuah kongres diadakan pada 10 dan 11 November 1945, di mana tujuh organisasi pemuda lokal bergabung. Dengan cepat, organisasi ini memperoleh keanggotaan sekitar 25.000 orang. Pemuda Rakyat turut serta dalam perjuangan bersenjata untuk kemerdekaan selama Revolusi Nasional Indonesia. Unit-unit Pesindo terlibat dalam pertempuran sengit selama Pertempuran Surabaya. Pesindo turut serta, bersama dengan PKI dan FDR, dalam Pemberontakan Madiun pada tahun 1948.

Pada tahun 1950, organisasi ini menjalin hubungan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan mengubah namanya menjadi "Pemuda Rakyat". Dalam kongres bulan November 1950, Francisca Casparina Fanggidaej terpilih sebagai ketua organisasi, sementara Sukatno menjabat sebagai sekretaris jenderal. Menurut laporan Badan Intelijen Pusat (CIA) Amerika Serikat, Pemuda Rakyat mengklaim memiliki keanggotaan sebanyak 1.250.000 orang pada tahun 1962, dengan kekuatan utama terletak di Jawa.[3] Pada tahun 1964, menurut PKI, Pemuda Rakyat memiliki dua juta anggota.[4] Keanggotaan Pemuda Rakyat mencapai sekitar tiga juta orang pada tahun 1965. Pemuda Rakyat pada dasarnya dihancurkan bersama PKI selama pembantaian di Indonesia 1965-1966.

Peran Pemuda Rakyat

Pemuda Rakyat bertujuan untuk membentuk kader-kader yang cakap, yang nantinya dapat menyebarluaskan ideologi komunisme secara langsung kepada masyarakat Indonesia, terutama kalangan kelas bawah. Keanggotaan Pemuda Rakyat mencakup petani, buruh, pelajar, dan mahasiswa. Untuk menyebarkan paham marxisme di masyarakat, Pemuda Rakyat juga menyelenggarakan pendidikan ideologi dan politik di tingkat daerah atau kabupaten melalui Sekolah Pemuda Rakyat Daerah Besar (SPDB). Meskipun demikian, upaya Pemuda Rakyat dalam menyebarkan marxisme di bidang pendidikan tidak berjalan mulus. Selain berbenturan dengan sistem adat yang sedikit feodal, masyarakat juga lebih fokus pada masalah ekonomi. Meski begitu, Pemuda Rakyat dianggap cukup berhasil, karena anggotanya turut berpartisipasi dalam organisasi-organisasi sayap kiri lainnya seperti Lekra, Gerwani, dan BTI.[2]

Referensi

  1. ↑ van der Kroef, Justus M. (1960). "Indonesian Communist Policy and the Sixth Party Congress". Pacific Affairs. 33 (3): 227–249. doi:10.2307/2752961. ISSN 0030-851X. JSTOR 2752961.
  2. 1 2 Adryamarthanino, Verelladevanka (2022-09-28). "Pemuda Rakyat, Organisasi Pemuda PKI". Kompas. Diakses tanggal 2024-10-27.
  3. ↑ "THE COMMUNIST MOVEMENT IN INDONESIA | CIA FOIA (foia.cia.gov)". www.cia.gov. Diakses tanggal 2024-01-17.
  4. ↑ Pauker, Guy J. (1965). "Indonesia in 1964: Toward a "People's Democracy"?". Asian Survey. 5 (2): 88–97. doi:10.2307/2642485. ISSN 0004-4687. JSTOR 2642485.
Perang dan insiden
Perang
Insiden
Organisasi
Tokoh kunci
Afiliasi
Topik terkait
Budaya populer
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan