Minggu, 20 September 2026
14:35 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Pembantaian Diyarbakır (1895)

Pembantaian Diyarbakır
osm-intl,6,a,a,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Pembantaian_Diyarbak%C4%B1r_%281895%29&revid=27702693&groups=_36968e788272cf64ec161178562184c0f0bbbfa4&parser=parsoid
LokasiVilayet Diyarbekir, Kesultanan Utsmaniyah
Tanggal1895 (1895)
Jenis serangan
Pembantaian
Tewas25.000[1]
PelakuOrang Kurdi, gubernur Utsmaniyah
MotifSentimen anti-Asiria dan anti-Armenia
Orang Asiria
120px-Shamash-sun-symbol_%283_rays%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Budaya
Berdasarkan lokasi
Bahasa
Agama
Subgrup
Pemukiman
Penganiayaan

Pembantaian Diyarbakır adalah pembantaian yang terjadi di Vilayet Diyarbekir di Kesultanan Utsmaniyah dari tahun 1894 hingga 1896. Peristiwa ini merupakan bagian dari peristiwa pembantaian Hamid, tetapi pembantaian ini tidak hanya menyasar orang-orang Armenia, tetapi juga orang Kristen di vilayet tersebut, yaitu orang-orang Asiria.

Pembantaian ini awalnya hanya menyerang orang Armenia dan diserukan oleh politikus dan ulama Utsmaniyah yang mengklaim bahwa orang Armenia ingin membubarkan negara mereka, tetapi pembantaian ini kemudian berubah menjadi pembantaian anti-Kristen saat para penjagal mulai memasuki Vilayet Diyarbekir dan wilayah Tur Abdin yang dihuni oleh orang-orang Kristen Asiria.

Jumlah orang Asiria yang dibantai pada tahun 1894–96 berkisar pada angka 25.000.[1]

Catatan kaki

  1. 1 2 Angold 2006, hlm. 512

Pranala luar

37°55′N 40°14′E / 37.91°N 40.24°E / 37.91; 40.24


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan