Minggu, 20 September 2026
20:55 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Pedoman

surat kabar harian di Indonesia. Surat kabar ini adalah bagian utama dari Partai Sosialis Indonesia (PSI)

Pedoman adalah surat kabar harian di Indonesia. Surat kabar ini adalah bagian utama dari Partai Sosialis Indonesia (PSI). Rosihan Anwar adalah selaku editor koran ini. Pada tahun 1960, Pedoman memiliki sirkulasi harian sekitar 53.000.[1]

Harian ini diterbitkan pertama kali pada 29 November 1948, dan sempat dibredel oleh pemerintah kolonial sebelum mulai terbit lagi pada Juni 1949.[2] Oplah awalnya adalah sebesar 3.000 kopi, yang kemudian menjadi 12.000 kopi.[3] Meskipun koran ini identik dengan PSI, tetapi Rosihan mengaku Pedoman bukanlah "sayap resmi"-nya, melainkan "berpihak" pada posisi partai ini.[4]

Setelah pembubaran PSI di tahun 1960, Pedoman dibredel lagi oleh rezim Orde Lama mulai 7 Januari 1961. Di awal pemerintah Orde Baru, izin harian ini diberikan kembali pada 29 November 1968, dengan masih dikepalai oleh Rosihan. Adapun ia juga merekrut Dewi Rais, Fikri Jufri, Abdullah Alamudi dan Masminar Manginang untuk membangun kembali Pedoman. Namun setelah peristiwa Malari, pemerintah Orde Baru kembali menutup Pedoman bersama sejumlah surat kabar lainnya pada 24 Januari 1974.[5]

Referensi

  1. Braunthal, Julius (ed). Yearbook of the International Socialist Labour Movement. Vol. II. London: Lincolns-Prager International Yearbook Pub. Co, 1960. p. 239
  2. Pengantar sejarah sastra Indonesia
  3. JUNGKIR BALIK PERS
  4. Lekra Bagian dari PKI
  5. Sejarah kecil "petite histoire" Indonesia, Volume 4
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan