Minggu, 20 September 2026
16:27 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Pangeran Syarif

Pangeran Syarif (Indonesia:[Pängɛranʃarif]; Banjar Kuala: Pəngɛrän Sərip) adalah gelar berganda yaitu penggabungan gelar Pangeran yang merupakan gelar bangsawan Kesultanan di Nusantara dengan gelar Syarif gelar Bangsawan Makkah. Kalangan Keturunan Nabi Muhammad Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang sebelumnya bergelar Sayyid dilantik sebagai bangsawan kemudian gelarnya berubah menjadi Syarif (sama seperti gelar Bangsawan Makkah dan Madinah) sehingga menjadi Pangeran Syarif yang diberikan kepada seseorang lelaki keturunan Arab yang menikah dengan puteri Sultan Banjar, sedangkan puteri Sultan tersebut menjadi isteri permaisuri disebut dengan panggilan Ratu Syarif (misalnya Ratoe Sarib Anom). Namun, seorang keturunan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang tidak berpangkat bangsawan, biasanya bergelarnya Sayyid, sedangkan Syarif merupakan gelar keturunan Sayyid yang leluhurnya sudah mendirikan kerajaan misalnya Kerajaan Kubu, bisa dilantik menjadi Pangeran jika sudah menjadi kepala daerah, misalnya Landschap Sabamban.

Orang-orang mendapat gelar Pangeran Syarif, di antaranya:

1. Sayyid Abdurrahman Al-Qadri mendapat gelar Pangeran Syarif Abdurrahman Nur Alam, ketika ia menikahi Ratoe Sarib Anom - puteri Sultan Tamjidullah I atau saudara perempuan dari Sunan Nata Alam (Sultan Banjar saat itu).[1]

2. Sayyid Hoesin bin Mohamad Baharoen mendapat gelar Pangeran Syarif Darma Kasuma, yang memegang jabatan Hoofd-Qadhi (Mufti) di Kesultanan Banjar, ketika ia menikahi Ratu Aminah binti Sultan Adam.[2][3][4]

3. Pangeran Sjarif Ali Al Aidroes, Kepala Landschap Sabamban.

4. Sayyid Abdullah bin Abdurrahman Assegaf mendapat gelar Pangeran Syarif Nata Kasuma, ketika ia menikahi Ratoe Didjah (Hadidjah)/Ratoe Kramat binti Sultan Adam.

5. Habib Abdurrahman Bahasyim mendapat gelar Pangeran Syarif Abdurrahman Bahasyim dari Kesultanan Banjar.[5]

Lihat pula

Rujukan

  1. Tijdschrift voor Indische taal-, land- en volkenkunde (dalam bahasa Belanda). Vol. 3. 1855. hlm. 569.
  2. Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (Batavia), Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (1860). Tijdschrift van het Bataviaasch Genootschap (dalam bahasa Belanda). Vol. 9. Batavia: Lange. hlm. 120.
  3. Regeerings-almanak voor Nederlandsch-Indië 1867 (dalam bahasa Belanda). Vol. 40. Batavia: Landsdrukkerij. 1867. hlm. 130.
  4. Meyners, H. G. J. L. (1886). Bijdragen tot de kennis der geschiedenis van het ... (dalam bahasa Belanda). Batavia. hlm. 179.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authorlinks= diabaikanPemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
  5. Frans Rumbon (11 Maret 2022). Eka Dinayanti (ed.). "KalselPedia - Senator Kalsel Dr (Cand) H Pangeran Syarif Abdurrahman Bahasyim".{{cite news}}: Parameter tidak dikenal |day= diabaikan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan