Minggu, 18 Oktober 2026
17:16 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Paku Alam III

Paku Alam III

Adipati dari Pakualaman

Bagikan:
Paku Alam III
ꦦꦏꦸꦄꦭꦩ꧀꧇꧓꧇
Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Surya Sasraningrat
250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Pangeran_Adipati_Soerio_Sasra_Ningrat%2C_de_latere_Pakoe_Alam_III_van_Jogjakarta_TMnr_60009413.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Potret KGPA Surya Sasraningrat, bersama abdi dalem.
Adipati Kadipaten Pakualaman
ketiga
Bertakhta1858-1864
Penobatan19 Desember 1858
PendahuluPaku Alam II
PenerusPaku Alam IV
LahirGusti Pangeran Haryo Sasraningrat
20 Desember 1827
Kadipaten Pakualaman, Keresidenan Yogyakarta, Hindia Belanda
Meninggal17 Oktober 1864(1864-10-17) (umur 36)
Kadipaten Pakualaman, Keresidenan Yogyakarta, Hindia Belanda
Pemakaman
AyahPaku Alam II
IbuGKR Ayu
Nama periode
Nama takhta
Sampeyan Dalem Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Paku Alam ingkang Jumeneng Kaping Tiga
WangsaMataram
AgamaIslam

Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Paku Alam III dilahirkan pada (20 Desember 1827) merupakan adipati Pakualaman yang ketiga. Ia dilahirkan oleh permaisuri Paku Alam II GK Ratu Ayu.

Penobatan

Sebelum menjadi penguasa kadipaten ia pernah membantu ayahnya mulai 1857. Setelah ayahnya mangkat pada 23 Juli 1859, GPH Sasraningrat ditahtakan pada 19 Desember 1858 dengan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Surya Sasraningrat.

Sebagai Adipati Pakualaman

Seperti mendiang ayahnya, Kepala Kadipaten Pakualaman ini juga gandrung akan kesusastraan. Ia sempat menulis beberapa karangan antara lain, Serat Darmo Wirayat, Serat Ambiyo Yusup (saduran ceritra Amir Hamzah) dan Serat Piwulang. Selain itu ia juga mengadakan kontak surat dengan para sastrawan Surakarta.

KGPA Surya Sasraningrat memiliki 10 putra-putri. Salah seorang putranya adalah KPH Suryaningrat. Pangeran ini merupakan ayah dari Soerjopranoto dan Ki Hajar Dewantoro (pendiri Taman Siswa dan menteri Pendidikan RI yang pertama). Puteranya yang lain adalah BRM. Suryohudoyo, yang merupakan kakek buyut dari Prof. Purnomo Suryohudoyo, guru besar biokimia di Universitas Airlangga, Surabaya.

Salah seorang putranya yang lain adalah KPH Sasraningrat. KPH Sasraningrat merupakan ayah dari R.A. Maria Soelastri Sasraningrat, pendiri Wanita Katolik Republik Indonesia.

Mangkat

Pemerintahan KGPA Surya Sasraningrat tidak berlangsung lama karena ia mangkat pada 17 Oktober 1864 ketika berusia 37 tahun. Saat ia mangkat putra-putrinya semua masih kecil sehingga belum ada yang dapat menggantikannya. KGPA Surya Sasraningrat dimakamkan di Kota Gede Yogyakarta. Sampai saat mangkat ia secara resmi tidak menggunakan gelar KGPA Paku Alam III karena belum berusia 40 tahun. Gelar Paku Alam hanya dapat digunakan secara resmi oleh penguasa Kadipaten mulai usia 40 tahun. Namun peraturan ini banyak mengalami perubahan nantinya.

Referensi

Soedarisman Poerwokoesoemo, KPH, Mr (1985) KADIPATEN PAKUALAMAN, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Pranala luar

Gelar kebangsawanan
Didahului oleh:
Paku Alam II
Kadipaten Paku Alaman
1858-1864
Diteruskan oleh:
Paku Alam IV
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan