Jumat, 06 November 2026
00:02 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Pakicetus

Pakicetus

genus mamalia

Bagikan:
Pakicetus
Rentang waktu: Eosen (Ypresian), 48.7–45.4 jtyl[1][2]
250px-Pakicetus_Canada.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Cetakan P. attocki, Museum Alam Kanada
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Artiodactyla
Infraordo: Cetacea
Famili: †Pakicetidae
Genus: †Pakicetus
Gingerich & Russell 1981 harvnb error: tanpa target: CITEREFGingerichRussell1981 (bantuan)
Spesies tipe
†Pakicetus inachus
Gingerich & Russell 1981 harvnb error: tanpa target: CITEREFGingerichRussell1981 (bantuan)
Spesies
Artikel takson sembarang

Pakicetus genus Cetacea "amfibi" punah dari famili Pakicetidae, yang merupakan hewan endemik di Pakistan selama Eosen, sekitar 50 juta tahun yang lalu.[3] Hewan ini hampir mirip dengan serigala,[4] panjangnya sekitar 1 meter (3 ft 3 in) sampai 2 meter (6 ft 7 in),[5] dan hidup dalam dan sekitar air yang merupakan tempat mereka memakan ikan dan hewan kecil. Mayoritas ahli paleontologi memandangnya sebagai paus paling basal, mewakili tahap transisional antara hewan darat dan paus. Pakicetus termasuk hewan berkuku genap, dekat dengan kuda nil sebagai kerabat non-cetacea terdekat. Pakicetus sendiri sudah menjadi paus kuno. Ini karena Pakicetus menjadi nenek moyang paus modern, terutama paus terbesar di dunia. Pakicetus akan berevolusi dan meninggalkan daratan saat berevolusi. Kuda Nil merupakan kerabat yang bukan berasal dari Cetacea.[4]

Taksonomi

Pakicetus diletakkan di Protocetidae oleh Gingerich dan Russell (1981), Carroll (1988) dan Benton (1993). Kemudian menjadi Pakicetinae oleh Gingerich dan Russell (1990) dan McKenna dan Bell (1997); sampai akhirnya menjadi Pakicetidae oleh Thewissen dan Hussain (1998), Thewissen et al. (2001), Geisler dan Sanders (2003), McLeod dan Barnes (2008) dan Uhen (2010).

Penyebaran Fosil

Fosil pertamanya ditemukan di Pakistan, sesuai namanya. Tempat dimana fosil pertamanya ditemukan di pesisir Laut Tethys. Fosil pertamanya, tengkorak yang kesepian, sempat dikira sebagai mesonychid, tapi Gingerich dan Russell mengenalinya sebagai paus awal dari bentuk karakteristik telinganya, yang hanya ditemukan pada paus.

Kerangka utuhnya ditemukan tahun 2001, membuktikan bahwa Pakicetus adalah hewan darat, berukuran sebesar serigala, dan mirip dengan para mesonychid.[6]

Dalam Budaya Populer

Pakicetus muncul di National Geographic Evolutions: The Walking Whale

250px-Skull_Pakicetus_inachus.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tengkorak Pakicetus

Lihat pula

Catatan

  1. ↑ Bajpai, S.; Gingerich, P. D. (22 Desember 1998). "A new Eocene archaeocete (Mammalia, Cetacea) from India and the time of origin of whales". Proceedings of the National Academy of Sciences (dalam bahasa Inggris). 95 (26): 15464–15468. Bibcode:1998PNAS...9515464B. doi:10.1073/pnas.95.26.15464. ISSN 0027-8424. PMC 28065. PMID 9860991.
  2. ↑ Waqas, Mohd; Weppe, Romain; Lazzari, Vincent; Blondel, Cécile; Marivaux, Laurent; Charruault, Anne-Lise; Tarry, Maurin; Euriat, Adélaide; Lebrun, Renaud; Rana, Rajendra Singh; Smith, Thierry; Orliac, Maëva (27 April 2026). "A basal representative of Cetacea from the Eocene of India". Nature Ecology & Evolution (dalam bahasa Inggris): 1–9. doi:10.1038/s41559-026-03055-9. ISSN 2397-334X.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Thewissen et al. 2009. sfn error: tanpa target: CITEREFThewissenCooperGeorgeBajpai2009 (bantuan)
  4. 1 2 Black, Riley (1 Desember 2010). "How Did Whales Evolve?". Smithsonian Magazine (dalam bahasa Inggris).
  5. ↑ Geisler, Jonathan; Ho, Melody. "Pakicetus spp". Cetacean Family Tree. NYIT College of Osteopathic Medicine. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-11-09. Diakses tanggal 2014-01-21.
  6. ↑ J. G. M. Thewissen, E. M. Williams, L. J. Roe and S. T. Hussain, Skeletons of terrestrial cetaceans and the relationship of whales to artiodactyls, Nature vol 413, pages 277–281, 2001.

Templat:Cetaceaportal

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan