Minggu, 20 September 2026
17:53 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Orang Ulu

Orang Ulu

Orang Ulu ("Komunitas Adat Terpencil") adalah salah satu suku etnik dalam kelompok bersama, sekitar 27 kelompok yang sangat kecil namun beragam secara etnis, yang berada di Sarawak, dengan jumlah penduduk di bawah 300 orang dari sekitar 25.000 orang penduduk di Serawak. Orang Ulu bukan merupakan istilah hukum dan tidak ada kelompok ras semacam ditemukan atau terdaftar di dalam Konstitusi Malaysia. Istilah itu dipopulerkan oleh asosiasi kelompok minoritas yang dikenal sebagai "Orang Ulu National Association" (OUNA) yang dibentuk pada tahun 1969.

250px-YanAriefSapeh.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dua orang Dayak Ulu dari Sarawak, Malaysia, Memainkan sapeh.
250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Kleurenlitho_getiteld_Hoofd_der_Poenans_TMnr_5795-28.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lukisan Orang Ulu dari kelompok Dayak Punan

Orang Ulu biasanya tinggal di rumah panjang dihiasi dengan mural dan ukiran kayu. Mereka juga dikenal karena tato mereka yang rumit manik-manik rinci. Para Orang Ulu suku juga dapat diidentifikasi melalui musik mereka yang unik - suara yang khas dari Sape mereka, kecapi berbentuk perahu dipetik, dulunya dengan dua senar, sekarang ini biasanya dengan empat senar.

250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Het_graf_van_een_dochter_van_een_Kenja_Dajak_vorst_TMnr_60005442.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Arsitektur Kenyah.

Sebagian besar suku-suku Orang Ulu adalah Kristen. Namun ritual agama tradisional masih dipraktikkan di beberapa daerah. Suku-suku yang termasuk dalam kelompok Orang Ulu yang tinggal di sepanjang perbatasan Malaysia Timur dan Kalimantan, Indonesia ialah: Kayan, Kenyah, Bahau, Suku Penihing, Kejaman, Punan, Lahanan, Sekapan, Sihan, Suku Bukat/Ukit, Penan, Lun Bawang, Murut, Saban, Berawan, Kiput, dan Kelabit. Gelaran Orang Ulu juga ditujukan khas kepada kaum-kaum tersebut kerana mereka mendiami di bahagian hulu Sungai Batang Rajang yaitu di Daerah Belaga, Sarawak.

Kelompok suku yang sama di Indonesia mendiami Kabupaten Kapuas Hulu, Mahakam Ulu, Malinau, dan Nunukan, dan kelompok suku ini menggunakan rumpun bahasa Borneo Utara.

Klasifikasi Orang Ulu

Terdapat 27 suku pribumi:-

Karakteristik Budaya

1. Rumah Panjang (Rumah Panyai): Sebagian besar masyarakat Orang Ulu tinggal di rumah panjang yang merupakan pusat kehidupan sosial dan budaya mereka. Rumah panjang ini biasanya terletak di tepi sungai.

2. Seni Ukir dan Tenun: Mereka dikenal dengan seni ukir kayu yang rumit serta kain tenun bermotif unik.

3. Tato Tradisional: Sama seperti beberapa kelompok Dayak lainnya, tato tradisional merupakan bagian penting dari budaya mereka, sering melambangkan status sosial atau pencapaian spiritual.

4. Musik dan Tarian: Instrumen tradisional seperti sape' (alat musik petik) dan tarian khas mereka sering ditampilkan dalam acara-acara adat.

Meskipun Orang Ulu lebih dikenal di Sarawak, secara umum mereka adalah bagian dari keluarga besar Dayak, yang tersebar di seluruh Borneo. Dayak adalah istilah umum yang mencakup berbagai sub-etnis dengan bahasa, adat, dan kepercayaan yang beragam.

Rujukan

  1. 1 2 3 Erivina. "Our People - Orang Ulu". Sarawak Tourism. Diakses tanggal 2016-08-03.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 Wendy Hutton (2000). Adventure Guides: East Malaysia. Tuttle Publishing. hlm. 130. ISBN 962-593-180-5.
  3. 1 2 3 Nizam GTZ. "ORANG ULU". The Patriots. Diakses tanggal 2016-08-03.
  4. Daerah, Sekretariat (2021-05-20). "Bupati Kapuas Hulu Menyerahkan Surat Keputusaan tentang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat Punan Hovongan dan Dayak Punan Uheng Kereho". Info Kapuas Hulu (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2023-02-12.
  5. antaranews.com (2021-09-02). "Dayak Punan Uhen Kereho tuntut PT KWI terkait pergeseran patok batas". Antara News. Diakses tanggal 2023-02-12.
  6. ridzki.sigit (2021-07-12). "Alam dan Kearifan Masyarakat Dayak Punan Hovongan". Mongabay.co.id (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2023-02-12.
  7. Frans Welman (2011). Borneo Trilogy Sarawak: Volume 2. Booksmango. hlm. 138. ISBN 978-616-245-089-1.


40px-Flag_map_of_Malaysia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik Malaysia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan