Rabu, 23 September 2026
02:42 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Operasi Collie

Operasi Collie

Pasifik Tengah

Asia Tenggara

Pasifik Barat Daya

Amerika Utara

Jepang

Manchuria

Perang Tiongkok-Jepang Kedua
250px-HMS_Ameer.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
HMS Ameer, satu dari dua kapal induk yang terlibat dalam Operasi Collie.

Operasi Collie adalah operasi laut Britania Raya pada Perang Dunia II tanggal 5–11 Juli 1945. Tujuannya adalah pengeboman laut dan serangan udara terhadap pasukan Jepang di Kepulauan Nicobar,[1] khususnya Pulau Nancowry;[2] kedua, melindungi operasi penyapuan ranjau menjelang serbuan darat;[1] dan ketiga, menyerang lapangan terbang Jepang di Sumatra utara.[2] Serbuan darat yang sudah direncanakan tersebut, Operasi Zipper, tidak pernah terlaksana karena Jepang menyerah.[3]

Tentang

Operasi Collie dilaksanakan di bawah pimpinan Laksamana Muda Wilfrid Patterson[1] dengan armada kapal induk HMS Ameer dan HMS Emperor,[2] kapal jelajah ringan HMS Nigeria,[1] kapal perusak HMS Roebuck, HMS Eskimo, dan HMS Vigilant, dan kapal induk pengawal HMS Stalker dan HMS Empress,[2] dan 6th Minesweeping Flotilla.[1] Kapal induk mengangkut pesawat Grumman F6F Hellcat milik 884 Naval Air Squadron yang terbang 82 kali.[1] Jumlah korban tidak pasti. Sebuah laporan menyatakan bahwa dua pilot tewas, satu saat lepas landas dan satu lagi saat bertugas; dan enam pesawat hilang, tiga di antaranya akibat serangan musuh.[1] Laporan lain menyatakan bahwa tujuh pesawat dari kapal Ameer hilang, tetapi semua pilotnya selamat.[4] Secara keseluruhan, misi ini berhasil, "tiga kapal penyapu ranjau membersihkan 167 ranjau di lepas pantai barat laut Malaya dan perairan Kepulauan Nicobar."[3]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 David Wragg, The Escort Carrier in the Second World War: Combustible, Vulnerable, Expendable!, pages 157-169, 2005.
  2. 1 2 3 4 Jürgen Rohwer, Chronology of the War at Sea, 1939-1945: The Naval History of World War II, page 423, 2005.
  3. 1 2 Malcolm H. Murfett, Naval Warfare 1919-45: An Operational History of the Volatile War at Sea, page 446, 2008.
  4. HMS Ameer -1945.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan