Senin, 21 September 2026
20:53 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Pengeboman Surabaya (1944)

Pengeboman Surabaya (1944)

Operation Transom
Bagian dari Perang Dunia II
330px-Carrier_strike_on_Surabaya%2C_Java_in_May_1944.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Foto diambil saat penyerangan oleh pesawat tempur.
JenisPengeboman besar-besaran
LokasiSurabaya, Jawa Timur
7°12′40″S 112°43′49″E / 7.211035°S 112.730260°E / -7.211035; 112.730260
PemimpinAdmiral James Somerville,  Britania Raya
SasaranPelabuhan Tanjung Perak, Surabaya
Kilang Wonokromo
Dieksekusi oleh United States

 Britania Raya

Operasi Transom adalah sebuah serangan pengeboman besar-besaran terhadap target-target Jepang di Kota Surabaya, Jawa Timur, oleh pesawat-pesawat tempur Amerika dan Britania pada tanggal 17 Mei 1944 dalam Perang Dunia II.

Transom merupakan serangan kedua dari dua rangkaian serangan —yang pertama adalah Operasi Cockpit di Sumatra— yang menandai rangkaian ofensif besar-besaran perdana oleh kekuatan udara Angkatan Laut Britania di Timur Jauh. Angkatan Laut Britania sedang membangun kekuatan lautnya di Samudra Hindia, sebagai persiapan untuk ikut bergabung dalam peperangan di Pasifik (lihat Armada Pasifik Britania). Karena itu, Transom juga berfungsi untuk melatih pengalaman dalam serangan udara dari laut serta operasi pasokan perbekalan di laut lepas. Sejumlah pesawat dari USS Saratoga juga turut ambil bagian dalam serangan-serangan udara di Sumatra dan Jawa, setelah melakukan latihan bersama dengan kapal-kapal Britania.

Sebagai tambahan, tujuh pesawat B-24 dari Grup Pengebom ke-380 AU Angkatan Darat AS, melakukan serangan malam lanjutan terhadap Pelabuhan Surabaya dari pangkalan mereka di Lapangan Terbang Corunna Downs, Australia Barat.

Ikon rintisan

Artikel bertopik perang ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan