Rabu, 07 Oktober 2026
11:41 WIB
TERKINI
Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan
Operasi Serigala

Operasi Serigala

Bagikan:
Konflik Papua Bagian Barat
Bagian dari Operasi Trikora
Tanggal19 Desember 1961 - 15 Agustus 1962 (7 bulan, 3 minggu dan 6 hari)
Lokasi
Hasil Papua bagian barat digabungkan kepada Indonesia.
Pihak yang terlibat

 Indonesia

 Uni Soviet[1]

 Belanda

Pemimpin atau tokoh terkemuka
Soekarno
Letnan Udara Lambertus Manuhua †
Letnan Muda Udara I Suhadi
Jan de Quay
Kekuatan
Tidak diketahui Tidak diketahui
Korban jiwa dan kerugian
Tidak diketahui Tidak diketahui
Bagian dari seri mengenai
Sejarah Indonesia
250px-Nicolaes_Visscher_Indiae_Orientalis.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kerajaan Kutai 400–1635
Tarumanagara 450–900
Kerajaan Kalingga 500–782
Kerajaan Melayu 671–1347
Sriwijaya 671–1028
Kerajaan Sunda 662–1579
Kerajaan Galuh 669–1482
Kerajaan Bima 709–1621
Mataram Kuno 716–1016
Kerajaan Bali 914–1908
Kerajaan Kahuripan 1019–1046
Kerajaan Janggala 1042–1135
Kerajaan Kadiri 1042–1222
Kerajaan Singasari 1222–1292
Majapahit 1293–1478
Kesultanan Peureulak 840–1292
Kerajaan Haru 1225–1613
Kesultanan Ternate 1257–1914
Kesultanan Samudera Pasai 1267–1521
Kesultanan Bone 1300–1905
Kerajaan Kaimana 1309–1963
Kesultanan Gowa 1320–1957
Kesultanan Limboto 1330–1863
Kerajaan Pagaruyung 1347–1833
Kesultanan Brunei 1368–1888, sekarang Brunei
Kesultanan Gorontalo 1385–1878
Kesultanan Melaka 1405–1511
Kesultanan Sulu 1405–1851
Kesultanan Cirebon 1445–1677
Kesultanan Demak 1475–1554
Kerajaan Giri 1481–1680
Kesultanan Bolango 1482–1862
Kesultanan Aceh 1496–1903
Kerajaan Balanipa 1511–sekarang
Kesultanan Banten 1526–1813
Kesultanan Banjar 1526–sekarang
Kerajaan Kalinyamat 1527–1599
Kesultanan Johor 1528–1877
Kesultanan Pajang 1568–1586
Kesultanan Mataram 1586–1755
Kerajaan Fatagar 1600–1963
Kesultanan Jambi 1615–1904
Kesultanan Bima 1620–1958
Kesultanan Palembang 1659–1823
Kesultanan Sumbawa 1674–1958
Kesultanan Kasepuhan 1679–1815
Kesultanan Kanoman 1679–1815
Kesultanan Siak 1723–1945
Kesunanan Surakarta 1745–sekarang
Kesultanan Yogyakarta 1755–sekarang
Kesultanan Kacirebonan 1808–1815
Kesultanan Deli 1814–1946
Kesultanan Lingga 1824–1911
Awal Kemerdekaan 1945–1949
Republik Indonesia Serikat 1949–1950
Demokrasi Liberal 1950–1959
Demokrasi Terpimpin 1959–1965
Transisi 1965–1966
Orde Baru 1966–1998
Reformasi 1998–sekarang
Garis waktu
20px-Flag_of_Indonesia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail PortalIndonesia

Operasi Serigala adalah operasi penerjunan pasukan khusus yang dilaksanakan oleh PGT (Korps Pasukan Khas, sekarang) sendiri, dengan tugas menyusup ke pertahanan Belanda di Irian Barat melalui Sorong dan Teminabuan, sebagai bagian dari pembebasan Irian Barat dalam Trikora. Operasi ini merupakan bagian dari tiga tahap Trikora, khususnya tahap inflitrasi (penyusupan) dan didasarkan pada Perintah Operasi Panglima Komando Mandala No. 03/PO/SR/5/62 tanggal 13 Mei 1962.[2] Dalam operasi ini, bendera Merah Putih dikibarkan di wilayah Irian Barat oleh pasukan PGT.[3][4]

Latar belakang

Artikel utama: Trikora dan Komando Mandala

Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, satu persatu wilayah jajahan Belanda kembali ke pangkuan Indonesia, kecuali Irian Barat, yang bahkan hendak dimasukkan ke wilayahnya Belanda. Dengan pelbagai cara Indonesia berusaha mendapatkan kembali Irian Barat, melalui jalur diplomasi bilateral, melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa bahkan dengan menggalang dukungan dari banyak negara Asia Afrika dengan diselenggarakannya Konferensi Asia–Afrika di Bandung tahun 1955.

Namun semua usaha itu mengalami kegagalan, sehingga sejak 19 Desember 1961, Presiden Soekarno mengumumkan pelaksanaan Tri Komando Rakyat (Trikora) di alun-alun Yogyakarta, dan mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor I/1962 tentang perintah pembentukan Komando Mandala (KOLA).

Operasi Militer

Operasi militer dengan target daerah Sorong dan sekitarnya ini terbagi menjadi dua tahap. Pada tanggal 17 Mei 1962, dilakukan penerjunan pasukan berjumlah 39 orang dengan pesawat Dakota dibawah pimpinan letnan udara Manuhua di Teminabuan. Mereka mendarat diatas asrama tentara pasukan Belanda. Pertempuran terjadi beberapa hari sampai tanggal 21 Mei 1962 dimana pasukan Indonesia berhasil berkonsolidasi dan mengambil alih dan mengibarkan bendera Indonesia di barak tersebut. Pada tanggal 19 Mei 1962, dilakukan penerjunan pasukan kali ini dengan pesawat Hercules, berjumlah 81 orang dengan target asrama tentara Belanda di Sansapor, dibawah pimpinan letnan muda udara Suhadi. Pertempuran berakhir dengan singkat karena pasukan Belanda kehilangan moral untuk bertempur.[5]

Lihat juga

Referensi

Catatan kaki

  1. ↑ "Indonesia and the U.S.S.R". The Sydney Morning Herald. 13 Mei 1965. hlm. 2. Diakses tanggal 19 Februari 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Dispenau (16 Februari 2019). "Operasi Serigala PGT Kenang 53 Tahun Operasi Trikora, Korpaskhas Gelar Napak Tilas dan Baksos". TNI Angkatan Udara. Diakses tanggal 2019-11-10.
  3. ↑ Kakisina, Ernes Broning (2019-02-17). Jauhary, Andi (ed.). "Napak tilas "operasi serigala" di Sorong Selatan-Papua Barat dihadiri Kasau". ANTARA News. Diakses tanggal 2019-11-10.
  4. ↑ "Pemberangkatan Pasukan Napak Tilas Operasi Serigala - www.paskhas.mil.id". paskhas.mil.id. Diakses tanggal 2019-11-10.[pranala nonaktif permanen]
  5. ↑ Patiara, John; Renwarin, Herman; Soedharto, Bondan; Palangan, M. (1983). "Sejarah Perlawanan Terhadap Imperialis dan Kolonialisme di Daerah Irian Jaya" (PDF). Kemdikbud. hlm. 91–99. Diakses tanggal 3 November 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Daftar pustaka

  • Saragih, Maylina (2019). Heroisme PGT Dalam Operasi Serigala. Subdisjarah Dispenau.
Ikon rintisan

Artikel bertopik militer ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan