Jumat, 25 September 2026
00:47 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum
Operasi Collie

Operasi Collie

Pasifik Tengah

Asia Tenggara

Pasifik Barat Daya

Amerika Utara

Jepang

Manchuria

Perang Tiongkok-Jepang Kedua
250px-HMS_Ameer.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
HMS Ameer, satu dari dua kapal induk yang terlibat dalam Operasi Collie.

Operasi Collie adalah operasi laut Britania Raya pada Perang Dunia II tanggal 5–11 Juli 1945. Tujuannya adalah pengeboman laut dan serangan udara terhadap pasukan Jepang di Kepulauan Nicobar,[1] khususnya Pulau Nancowry;[2] kedua, melindungi operasi penyapuan ranjau menjelang serbuan darat;[1] dan ketiga, menyerang lapangan terbang Jepang di Sumatra utara.[2] Serbuan darat yang sudah direncanakan tersebut, Operasi Zipper, tidak pernah terlaksana karena Jepang menyerah.[3]

Tentang

Operasi Collie dilaksanakan di bawah pimpinan Laksamana Muda Wilfrid Patterson[1] dengan armada kapal induk HMS Ameer dan HMS Emperor,[2] kapal jelajah ringan HMS Nigeria,[1] kapal perusak HMS Roebuck, HMS Eskimo, dan HMS Vigilant, dan kapal induk pengawal HMS Stalker dan HMS Empress,[2] dan 6th Minesweeping Flotilla.[1] Kapal induk mengangkut pesawat Grumman F6F Hellcat milik 884 Naval Air Squadron yang terbang 82 kali.[1] Jumlah korban tidak pasti. Sebuah laporan menyatakan bahwa dua pilot tewas, satu saat lepas landas dan satu lagi saat bertugas; dan enam pesawat hilang, tiga di antaranya akibat serangan musuh.[1] Laporan lain menyatakan bahwa tujuh pesawat dari kapal Ameer hilang, tetapi semua pilotnya selamat.[4] Secara keseluruhan, misi ini berhasil, "tiga kapal penyapu ranjau membersihkan 167 ranjau di lepas pantai barat laut Malaya dan perairan Kepulauan Nicobar."[3]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 David Wragg, The Escort Carrier in the Second World War: Combustible, Vulnerable, Expendable!, pages 157-169, 2005.
  2. 1 2 3 4 Jürgen Rohwer, Chronology of the War at Sea, 1939-1945: The Naval History of World War II, page 423, 2005.
  3. 1 2 Malcolm H. Murfett, Naval Warfare 1919-45: An Operational History of the Volatile War at Sea, page 446, 2008.
  4. HMS Ameer -1945.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan