Minggu, 20 September 2026
21:53 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Novopangaea

Novopangaea

superbenua di masa depan

Novopangea
Peta hipotetik Novopangea.

Novopangaea atau Novopangea (Greco - Kata Latin untuk "Pangea Baru") adalah superbenua masa depan yang mungkin dipostulasikan oleh Roy Livermore (sekarang di Universitas Cambridge) pada akhir 1990-an. ia berpendapat bahwa Penutupan Pasifik, tabrakan Australia dengan Asia Timur, dan Pergerakan Antarktika ke arah utara.[1]

Skenario alternatif

Seorang paleogeolog bernama Ronald Blakey menggambarkan bagaimana perkembangan tektonika 15 hingga 100 juta tahun ke depan untuk dapat memprediksi, akan tetapi tidak ada benua super yang akan terbentuk dalam waktu selama itu. Selain itu, ia mengatakan bahwa catatan geologis penuh dengan perubahan tak terduga dalam aktivitas tektonik yang membuat proyeksi lebih lanjut "sangat, sangat spekulatif" ujarnya.[2] Selain Novopangaea, dua superbenua hipotetis lainnya, yaitu "Amasia" dan "Pangea Ultima" karya Christopher Scotese dan diilustrasikan dalam artikelnya yang berjudul "New Scientist" pada Oktober 2007.[3]

Lihat pula

Referensi

  1. Wilkins, Alasdair. "A history of supercontinents on planet Earth" at io9. 27 Jan 2011. Diakses tanggal 22 Juli 2014.
  2. Manaugh, Geoff & al. "What Did the Continents Look Like Millions of Years Ago?" in The Atlantic online. 23 Sept 2013. Diakses tanggal 22 Juli 2014.
  3. Williams, Caroline; Nield, Ted (20 Oktober 2007). "Pangaea, the comeback". New Scientist. Diarsipkan dari asli tanggal 13 April 2008. Diakses tanggal 4 Agustus 2016.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik geologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan