Minggu, 20 September 2026
17:53 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Nidāna

Nidāna (Dewanagari: निदान) adalah kata dalam bahasa Sanskerta dan Pali yang berarti "sebab, motivasi, atau kesempatan", bergantung pada konteksnya.[1] Kata ini diturunkan dari awalan Sanskerta ni- (नि; "turun", "ke dalam") yang digabung dengan akar kata (दा; "mengikat"), sehingga membentuk verba nidā (निदा; "mengikatkan, menambatkan").[2][3] Bentuk ini selanjutnya menghasilkan nomina nidāna (निदान; harfiah "ikatan, tali, atau tambatan").[3] Kata ini muncul dalam Regweda, misalnya pada himne 10.114.2,[4] dan dalam kitab-kitab suci Hindu lainnya, dengan makna "sebab utama atau sebab pertama, sebab yang terkait". Dalam konteks lain, nidāna merujuk pada makna harfiahnya, yaitu tali atau ikatan yang menghubungkan, mengikat, atau menambatkan satu hal pada hal lain, seperti kuda pada kereta.[3] Kata ini juga diserap ke dalam bahasa-bahasa modern seperti Hindi dan Marathi[5] dengan arti "diagnosis" atau "sebab utama", di antara makna lainnya.[6]

Buddhisme

Nidāna adalah istilah yang dipakai untuk menyebut pembuka baku sebuah sutta buddhis, yaitu ketika rumusan "Demikianlah yang telah kudengar" (Pali: Evaṃ me sutaṃ; yang dinisbahkan kepada Ānanda) disusul oleh keterangan mengenai tempat dan kesempatan Buddha menyampaikan ajaran tertentu.[7]

Penggunaan pokok lainnya dari nidāna dalam tradisi buddhis adalah dalam konteks Dua Belas Nidāna, yang juga disebut "Dua Belas Mata Rantai Sebab-Akibat yang Saling Bergantungan".[8][1] Rantai-rantai ini memaparkan dasar mekanistis dari kelahiran yang berulang, saṃsāra, serta dukkha (penderitaan, nestapa, ketidakpuasan) yang timbul darinya, bermula dari avijjā (ketidaktahuan, pandangan keliru).[8]

Hinduisme

Istilah nidāna muncul dalam banyak naskah Hindu kuno maupun abad pertengahan dengan arti "sebab pertama, sebab utama, sebab asali atau sebab hakiki".[3] Naskah-naskah tersebut mencakup Upanishad yang memuat spekulasi teosofis,[3] serta naskah kedokteran seperti Sushruta Samhita dan Charaka Samhita, yang di dalamnya terdapat satu subkitab besar berjudul Nidāna Sthāna (निदानस्थान; "Patologi"),[9] dan juga dalam bab-bab Purana yang membahas sebab penyakit atau berbagai gejala alam.[3]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 Robert E. Buswell Jr.; Donald S. Lopez Jr. (2013). The Princeton Dictionary of Buddhism. Princeton University Press. hlm. 583. ISBN 978-1-4008-4805-8.
  2. Thomas William Rhys Davids; William Stede (1921). Pali-English Dictionary. Motilal Banarsidass. hlm. 358. ISBN 978-81-208-1144-7.{{cite book}}: Ketidakcocokan ISBN / tanggal
  3. 1 2 3 4 5 6 Monier Monier-Williams (1872). A Sanskrit-English Dictionary. Oxford University Press. hlm. 486.
  4. Regweda 10.114, Wikisource. Kutipan: तिस्रो देष्ट्राय निरृतीरुपासते दीर्घश्रुतो वि हि जानन्ति वह्नयः । तासां नि चिक्युः कवयो निदानं परेषु या गुह्येषु व्रतेषु ॥२॥
  5. James Thomas Molesworth, "निदान nidāna", dalam A Dictionary, Marathi and English, Bombay: 1857. hlm. 465.
  6. Ralph Lilley Turner, "nidāˊna", dalam A Comparative Dictionary of the Indo-Aryan Languages, London: 1969–1985. hlm. 411.
  7. Oxford Reference: evaṃ mayā śrūtam
  8. 1 2 Peter Harvey (2015). Steven M. Emmanuel (ed.). A Companion to Buddhist Philosophy. John Wiley & Sons. hlm. 50–59. ISBN 978-1-119-14466-3.
  9. Malavika Kapur (2015). Psychological Perspectives on Childcare in Indian Indigenous Health Systems. Springer. hlm. 12. ISBN 978-81-322-2428-0.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan