Sabtu, 03 Oktober 2026
02:23 WIB
TERKINI
Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri
Negara Bebas Prusia

Negara Bebas Prusia

Bagikan:
Negara Bebas Prusia
Freistaat Preußen
1918–1935/1947
Bendera Prussia
250px-Dienstflagge_Preu%C3%9Fen_1933-35.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Atas : Bendera (1918 - 1933)
Bawah : Bendera (1933 - 1935)
Lambang (1933 - 1935) Prussia
Lambang (1933 - 1935)
Semboyan: Gott mit uns
Negara Bebas Prusia (biru) pada tahun 1925.
Negara Bebas Prusia (biru) pada tahun 1925.
StatusNegara dalam Jerman
Ibu kotaBerlin
Bahasa umumJerman
PemerintahanNegara bebas / Republik
Reichsstatthalter 
• 1933–1935
Adolf Hitler
• 1935–1945
Hermann Göring
Menteri-Presiden 
• 1918
Friedrich Ebert
• 1920–1933
Otto Braun
• 1933
Franz von Papen
• 1933–1945
Hermann Göring
LegislatifPreußischer Landtag
• Majelis tinggi
Majelis Negara
• Majelis rendah
Abgeordnetenhaus
Era SejarahPeriode antar perang / PD II
9 November 1918
30 November 1920
20 Juli 1932
30 Januari 1933
• Mulai dihapuskan
1935
30 Januari 1935
25 Februari 1947
Luas
1925[1]29.269.536 km2 (11.301.031 sq mi)
Populasi
• 1925[1]
38.175.986
Mata uangPapiermark (ℳ),
(1918–1923)
Rentenmark (ℛℳ),
(1923–1924)
Reichsmark (ℛℳ)
(1924–1945)
Didahului olehDigantikan oleh
krjKerajaan
Prussia
Negara Bebas Waldeck-Pyrmont
Pendudukan Sekutu di Jerman

Negara Bebas Prusia (bahasa Jerman:Freistaat Preußen), merupakan salah satu negara dalam Republik Weimar dan Jerman Nazi dari kurun 1918 sampai 1945 . Negara ini merupakan negara bagian terbesar dalam Republik Weimar, meliputi sekitar 5/8 (62,5%) bagian Jerman pada masa itu. Negara ini merupakan pengganti Kerajaan Prusia yang dibubarkan akibat Perang Dunia I.

Setelah Perang Dunia II, negara ini dihapuskan oleh sekutu yang menduduki Jerman, dan wilayahnya dipecah menjadi wilayah pendudukan sekutu, Polandia dan Uni Soviet.

Prusia memegang sebagian besar sumber daya perang Jerman Nazi selama Perang Dunia II berjalan termasuk mendonimasi angkatan bersenjata Wehrmacht dan paramiliter SS dan bahan baku logistik hingga perang berakhir serta target utama sekutu buat mengakhiri Jerman Nazi itu sendiri.

Selama periode antar perang 1918-1939, Prusia adalah basis terbesar SPD dan diperintah secara demokratis sebelum kudeta Kanselir Franz von Papen pada 1932 jadi pemerintahan mandiri tanpa kendali Republik Weimar lagi setelah meyakinkan Presiden Paul von Hindenburg untuk hapuskan pemerintahan federal.

Sekutu memutuskan bahwa Prusia harus mutlak ditiadakan demi memutus rantai nasionalisme ekstrim Jerman maka Polandia mengambil bagian Warmia-Masuria, Pomerania Timur, dan Silesia atas desakan Soviet yang juga turut ambil Königsberg yang kaya sumber daya dan strategis pelabuhan bebas es Baltik maka dengan ini eksistensi Prusia usai selamanya.

Kota Yang Hilang (Oder-Neisse) 1945

Jerman dipaksa kehilangan Warmia-Masuria, Pomerania Timur, dan Silesia serta Königsberg sebagai tanah kompensasi karena Uni Soviet merampas tanah Polandia Timur (Kresy) yakni Lwów, Nowogródek, Polesie, Stanisławów, Tarnopol, Wilno, Wołyń pasca 1945.

Kota yang hilang :

  • Königsberg → Kaliningrad (Ibu kota Prusia Timur)
  • Insterburg → Chernyakhovsk
  • Tilsit → Sovetsk
  • Gumbinnen → Gusev
  • Pillau → Baltiysk
  • Friedland → Pravdinsk
  • Breslau → Wrocław (Silesia)
  • Stettin → Szczecin (Pomerania)
  • Danzig → Gdańsk (Kota Bebas/Prusia Barat)
  • Posen → Poznań
  • Oppeln → Opole
  • Hindenburg → Zabrze
  • Gleiwitz → Gliwice
  • Liegnitz → Legnica
  • Elbing → Elbląg
  • Allenstein → Olsztyn
  • Landsberg an der Warthe → Gorzów Wielkopolski
  • Grünberg → Zielona Góra
  • Kolberg → Kołobrzeg
  • Stolp → Słupsk
  • Köslin → Koszalin
  • Beuthen → Bytom
  • Waldenburg → Wałbrzych
  • Schneidemühl → Piła
  • Marienburg → Malbork
  • Memel → Klaipeda
  • Eupen-Malmedy → Malmedy

Sekutu membuat garis perbatasan Jerman yang baru atas desakan Joseph Stalin untuk memastikan Jerman lemah dan Polandia akan selalu mengharapkan perlindungan Uni Soviet dari kemungkinan pembalasan Jerman suatu saat nanti walau kini Polandia dan Jerman berada di pihak yang sama di dalam aliansi NATO dan bersama jadi bagian besar dari Uni Eropa.

Dalam proses diterapkannya perbatasan ini terjadi Tragedi Deportasi Massal 12 juta Orang Jerman dari tanah mereka sendiri dipaksa berjalan kaki ribuan kilometer di musim dingin dan naik kereta tanpa jendela selama 1945-1950 diperkirakan menjadi Tragedi Manipulasi Demografi terbesar dalam sejarah umat manusia melampaui kejahatan Holokaus namun dunia menutup mata atas tragedi ini.

Ini menjelaskan bagaimana Prusia binasa sebagai konsekuensi perang dan sistemis yang direncanakan.

Referensi

  1. 1 2 Beckmanns Welt-Lexikon und Welt-Atlas. Leipzig / Vienna: Verlagsanstalt Otto Beckmann. 1931.
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan