Minggu, 04 Oktober 2026
00:10 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Negara bebas

Negara bebas

Bagikan:
330px-2016_Freedom_House_world_map.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penilaian kebebasan negara di dunia tahun 2016 menurut survei Freedom in the World 2016 yang disusun Freedom House.[1]   Bebas (86)   Separuh Bebas (59)   Tidak Bebas (50)
250px-European_Union_neighbour_states_by_freedom.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  Uni Eropa Dan Inggris Raya ("bebas" semua)
  "Bebas"
  "Separuh bebas"
  "Tidak bebas"
  Tidak dinilai

Negara bebas adalah konsep politis dan ideologis tentang keberadaan kebebasan di suatu negara. Konsep ini meliputi berdirinya lembaga demokratis yang menjamin keberlangsungan kebebasan, seperti pemerintahan perwakilan, partai politik, serikat dagang, oposisi politik, cabang pemerintahan, kebebasan yudisial, dan kebebasan media. Konsep tersebut juga mencakup institusi yang menghindari penindasan politik, penyiksaan, penyensoran, dan hal-hal lain yang bertentangan dengan kebebasan.

Dalam konteks historis Perang Dunia II, istilah negara bebas digunakan untuk mengidentifikasi sekutu barat yang berlawanan dengan kekuatan Poros (Jerman Nazi dan Italia Fasis). Pada masa Perang Dingin, istilah ini mengacu pada sekutu Amerika Serikat yang berlawanan dengan Uni Soviet (seperti Cina Bebas). Dalam dua kasus tersebut, frasa negara bebas dipakai untuk keperluan propaganda tanpa melihat efektivitas lembaga politik yang dijelaskan sebelumnya.

Wadah pemikir Freedom House dari Amerika Serikat menerbitkan laporan bertajuk "suasana kebebasan di dunia" yang mengelompokkan negara-negara di dunia menjadi negara bebas, separuh bebas, dan tidak bebas. Per 2013, ada 90 negara bebas, 58 negara separuh bebas, dan 47 negara tidak bebas.

Referensi

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik politik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan