Kamis, 08 Oktober 2026
11:53 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Gott mit uns

Gott mit uns

Bagikan:
"Tuhan beserta kita", mantan semboyan Jerman dan PrusiaTemplat:SHORTDESC:"Tuhan beserta kita", mantan semboyan Jerman dan Prusia
250px-Kaiserstandarte.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kaiserstandarte 'panji kaisar' (1870–1918) Jerman yang mengandung "Gott mit uns".[1]

"Gott mit uns" 'Tuhan beserta kita' adalah semboyan yang digunakan luas dalam perlambangan Prusia sejak 1701, kemudian militer Jerman pada masa Kekaisaran Jerman, Jerman Nazi,[2] dan tahun-tahun mula Jerman Barat. Semboyan ini pun digunakan luas oleh Swedia sebagai seruan perang dalam kebanyakan perangnya, khususnya pada Perang Tiga Puluh Tahun.

Asal-muasal

Matius 1:23 yang merujuk pada nubuat yang tertera dalam Yesaya 7:14 mengartikan Imanuel (Ibrani Alkitabiah: עִמָּנוּאֵל) sebagai Allah menyertai kita.

ἰδοὺ ἡ παρθένος ἐν γαστρὶ ἔξει καὶ τέξεται υἱόν, καὶ καλέσουσι τὸ ὄνομα αὐτοῦ Εμμανουήλ, ὅ ἐστι μεθερμηνευόμενον μεθ᾽ ἡμῶν ὁ θεός.

"Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" --yang berarti: Allah menyertai kita.

"Siehe, eine Jungfrau wird schwanger sein und einen Sohn gebären, und sie werden seinen Namen Immanuel heißen", das ist verdolmetscht: Gott mit uns.

Penggunaan

Di masa-masa pengujung Roma, tentara Kekaisaran Romawi menggunakan semboyan "Nobiscum Deus" yang juga berasal dari Matius 1:23.[2]

"Gott mit uns" pertama digunakan di Jerman oleh Ordo Teutonik.[3] Pada abad XVII, "Gott mit uns" digunakan sebagai kata-kata medan yang berarti lambang pengenal layaknya kata sandi[4] oleh bala Gustav II Adolf dalam Pertempuran Breitenfeld (1631), Lützen (1632), dan Wittstock (1636) yang terjadi selama Perang Tiga Puluh Tahun.[5]

Saat pendirian Kerajaan Prusia pada 1701, Friedrich I dari Brandenburg-Prusia menjadikan "Gott mit uns" semboyan Wangsa Hohenzollern dan Raja Prusia.[2] Setelah Jerman bersatu, Otto von Bismarck menjadikan semboyan tersebut sebagai semboyan negara yang tertera dalam panji kaisar.[6]

Sabuk tentara Kekaisaran Jerman pada Perang Dunia I dan Wehrmacht pada masa Nazi pun mengemban semboyan "Gott mit uns".[2]

Lihat pula

Catatan kaki

Rujukan

  1. ↑ Ricci, Gabriel R. (2017). "Introduction" [Pengenalan]. Faith, War, and Violence [Iman, Perang, dan Kekerasan] (dalam bahasa Inggris). New York: Routledge. ISBN 978-1-4128-5499-3. ISSN 1083-2270.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. 1 2 3 4 Thomson 2019.
  3. ↑ Haldon, John (1999). Warfare, State and Society in the Byzantine World. Taylor & Francis, Inc. hlm. 24. ISBN 978-1-85728-495-9.
  4. ↑ Young, Alan R., ed. (1995). The English Emblem Tradition: Volume 3: Emblematic Flag Devices of the English Civil Wars, 1642-1660 Index Emblematicus. University of Toronto Press. hlm. xxiv.
  5. ↑ Brzezinski, Richard (1993). The Army of Gustavus Adolphus (2): Cavalry (Men-at-Arms). Osprey Publishing. hlm. 21. ISBN 1-85532-350-8.
  6. ↑ Day, Vox (2008). "XI: Infamy of the Other". The Irrational Atheist: Dissecting the Unholy Trinity of Dawkins, Harris, and Hitchens (dalam bahasa Inggris). BenBella Books. ISBN 978-193-525-134-7. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-08-07. Diakses tanggal 2022-03-12.

Daftar pustaka

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan