Minggu, 20 September 2026
11:47 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Nawrúz

hari raya keagamaan Bahá'í

Artikel ini bukan mengenai Nowruz, perayaan tahun baru Persia.
Nawrúz
نوروز
Nama resmiHari Raya Nawrúz
Nama lainTahun Baru Bahá'í
Dirayakan olehMukmin Bahá'í Sedunia
JenisHari raya agama (di Indonesia tidak libur)
MaknaMenandai berakhir masa puasa dan bergantinya tahun
PerayaanBerkumpul untuk bermusik, menari, makan malam, dan berdoa (membaca tulisan suci) bersama
KegiatanPerayaan religius-sosial
Tanggal1 Bahá
Terkait denganPuasa pada bulan 'Alá
Bagian dari seri tentang
Agama Baháʼí
120px-Bahai_star.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hari Raya

Nawrúz (bahasa Persia:نوروز, translit. Nowruz) adalah hari pertama Kalender Bahá'í sekaligus perayaan tahun baru bagi pemeluk Bahá'í. Nawrúz merupakan satu dari sembilan hari raya Bahá'í. Nawrúz adalah hari ketika musim semi di belahan bumi utara dimulai, yang ditandai dengan matahari melintasi garis khatulistiwa dari belahan bumi selatan menuju utara. Nawrúz biasanya jatuh pada 21 Maret serta satu hari sebelum atau sesudahnya, bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Persia.[1]

Perayaan Nawrúz dalam agama Bahá'í berakar dan terinspirasi dari Tahun Baru Persia, yang telah diselenggarakan sejak lama di Iran dan negara-negara sekitarnya yang terpengaruh budaya Persia seperti Afghanistan, Irak, Tajikistan, dan Azerbaijan[1] Sang Báb dan Bahá'u'lláh mengadopsi Tahun Baru Persia sebagai hari raya dan mengasosiasikan perayaan tersebut dengan kemuliaan Tuhan [1][2]

Signifikansi

Kalender Bahá'í yang merupakan kalender matahari awalnya diciptakan oleh Sang Báb. Ia menyusun kalender yang terdiri dari 19 bulan, setiap bulan terdiri dari 19 hari, sehingga terdapat total 361 hari.[3][4] Bahá'u'llah kemudian mengadopsi sistem kalender yang diciptakan Báb dan memodifikasinya menjadi kalender Bahá'í yang dikenal saat ini.[5] Bulan pertama dan hari pertama setiap bulan dinamakan sebagai Bahá, yang dalam bahasa Arab berarti kemuliaan atau kejayaan. Oleh karena itu, Nawrúz, hari pertama dalam setahun, adalah hari Bahá pada bulan Bahá[1][6] Sang Báb menyebut Nawrúz sebagai Hari Tuhan.[2]

Nawrúz bertepatan dengan berakhirnya bulan 'Alá, bulan ketika orang Bahá'í menjalankan ibadah puasa selama 19 hari. Bahá'u'lláh yang telah mengadopsi kalender ini, menjadikan Nawrúz sebagai festival bagi mukmin yang berpuasa.[7][8]

Ajaran Báb dan Bahá'u'lláh mengenai kedatangan Manifestasi Tuhan yang baru sebagai pewujud zaman yang baru, melalui tahun baru ini, yang sebelumnya lebih bersifat simbolik telah diberi pemaknaan yang lebih nyata.[9] 'Abdu'l-Bahá, sosok kepala agama setelah wafatnya Bahá'u'lláh, menjelaskan signifikansi Nawrúz sebagai permulaan musim semi yang membawa kehidupan yang baru.[1] 'Abdu'l-Bahá menjelaskan bahwa titik balik musim semi adalah simbol para Manifestasi Tuhan, yang meliputi tidak hanya Báb dan Bahá'u'lláh, melainkan pula Yesus, Muhammad, dan sebagainya. Musim semi yang membawa kehidupan disebut sebagai kiasan bagi kedatangan mereka yang membawa ajaran-ajaran bagi kehidupan umat manusia. Tiap kedatangan Manifestasi Tuhan adalah tanda datangnya musim semi yang baru, dan Nawrúz merupakan momen untuk memperingatinya.[10]

Waktu Perayaan

Baháʼu'lláh dalam Kitáb-i-Aqdas, menjelaskan bahwa Nawrúz jatuh pada ekuinoks musim semi[1][11] Waktu perayaan sebenarnya bagi mukmin Bahá'í sedunia tergantung pada pemilihan satu tempat di bumi sebagai patokan. Hal ini tidak dijelaskan dalam Aqdas dan penyelesaian hal yang tidak terdapat dalam tulisan suci semacam ini kemudian menjadi wewenang atau otoritas Balai Keadilan Sedunia untuk menentukan.[12] Pada 2014, Balai Keadilan Sedunia memilih Teheran sebagai titik tolak penentuan kapan Nawrúz sebenanrya jatuh.[13] Bila ekuinoks musim semi terjadi sesaat sebelum matahari terbenam, maka Nawrúz jatuh pada hari yang dimulai pada matahari terbenam sebelumnya.[1] Hal ini menyebabkan Nawrúz dpaat dirayakan pada 20, 21, atau 22 Maret pada Kalender Masehi[14][15]

Era Bahá'í (EB)Tanggal Perayaan Nawrúz
dalam Kalender Masehi[16]
17621 Maret 2019
17720 Maret 2020
17820 Maret 2021
17921 Maret 2022
18021 Maret 2023
18120 Maret 2024
18220 Maret 2025
18321 Maret 2026
18421 Maret 2027

Ibadah dan Tradisi

Nawrúz adalah salah satu dari sembilan Hari raya Bahá'í. Mukmin Bahá'í dilarang untuk mengadakan aktivitas sehari-hari, terutama bekerja dan bersekolah pada perayaan Nawrúz.[4] Perayaan ini adalah satu-satunya yang bukan merupakan kejadian (event) yng berkaitan dengan kehidupan Sang Báb atau Bahá'u'lláh.[6] Mukmin biasanya akan berkumpul untuk mengadakan acara doa serta acara hiburan yang meliputi bermain musik, dan menari bersama.[17][18] Sebagai perayaan yang ditujukan untuk mengapresiasi muslim yang berpuasa, perayaan Nawrúz umumnya juga dilengkapi dengan bertukar makanan dan makan bersama.[19][18] As with all Masyarakat Bahá'í di seluruh dunia umumnya menyelenggarakan perayaan Nawrúz sesuai dengan tradisi masing-masing daerah. Hal ini disebabkan tidak adanya peraturan khusus mengenai perayaan ini.[1]

Lihat Pula

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 Walbridge, John (2004-07-11). "Naw-Ruz: The Baháʼí New Year". Diakses tanggal 2007-03-14.
  2. 1 2 MacEoin, Denis (1994). Rituals in Babism and Baha'ism. Cambridge: British Academic Press. hlm. 33–34. ISBN 1-85043-654-1.
  3. Ferraby, John (2011). All Things Made New, An Introduction to the Bahá’í Faith. New Delhi: Bahá’í Publishing Trust. hlm. 324.
  4. 1 2 Esslemont, J.E. (1980). Baháʼu'lláh and the New Era (Edisi 5th). Wilmette, Illinois, USA: Baháʼí Publishing Trust. hlm. 178–179. ISBN 0-87743-160-4.
  5. Smith, Peter (2000). "Administration". A concise encyclopedia of the Baháʼí Faith. Oxford: Oneworld Publications. hlm. 98. ISBN 1-85168-184-1.{{cite encyclopedia}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. 1 2 Lehman, Dale E. (2000-03-18). "A New Year Begins". Planet Baháʼí. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-09-27. Diakses tanggal 2007-03-14.
  7. Bahá'u'lláh (1991). Baháʼí Prayers. Wilmitte, Illinois: Bahá'í Publishing Trust. hlm. 261.
  8. Bahá'u'lláh (1992) [1873]. The Kitáb-i-Aqdas: The Most Holy Book. Wilmette, Illinois, USA: Baháʼí Publishing Trust. hlm. 25. ISBN 0-85398-999-0.
  9. MacEoin, Dennis (1989). "Bahai Calendar and Festivals". Encyclopædia Iranica.
  10. ʻAbdu'l-Bahá (1913-03-21). "Star of the West". 4 (1): 4.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal= republished in Effendi, Shoghi (1983). Hornby, Helen (ed.). Lights of Guidance: A Baháʼí Reference File. Baháʼí Publishing Trust, New Delhi, India. ISBN 81-85091-46-3.
  11. Baháʼu'lláh (1992) [1873]. "Questions and Answers". The Kitáb-i-Aqdas: The Most Holy Book. Wilmette, Illinois, USA: Baháʼí Publishing Trust. hlm. 118. ISBN 0-85398-999-0.
  12. Universal House of Justice (1992). "Notes". The Kitáb-i-Aqdas: The Most Holy Book. Wilmette, Illinois, USA: Baháʼí Publishing Trust. hlm. 177–178. ISBN 0-85398-999-0.
  13. "Letter of the Universal House of Justice". universalhouseofjustice.bahai.org. Universal House of Justice. Diakses tanggal 17 Maret 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  14. Baháʼí Dates 172 to 221 B.E. (2015 - 2065; prepared by the Baha'i World Centre) Diarsipkan 2015-12-22 di Wayback Machine. (pdf)
  15. "Table of Dates". Baháʼí Date Today. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-01-26. Diakses tanggal 17 Maret 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  16. "Baha'i Dates 172–221 B.E." Baha'i Library (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2018-04-20.
  17. McMullen, Mike (2003). Neusner, Jacob (ed.). World Religions in America: An Introduction (Edisi 3rd). Louisville, Kentucky: Westminster John Knox Press. hlm. 266–267. ISBN 0-664-22475-X.
  18. 1 2 BBC (2006-08-07). "Naw-Rúz". BBC. Diakses tanggal 2007-03-14.
  19. Mullins, Sandy (2007). "Naw Ruz (The Baha'i New Year)". BellaOnline: The Voice of Women. Diakses tanggal 2007-03-14.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan