Sabtu, 31 Oktober 2026
21:26 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Bábisme

Bábisme

agama monoteistik Abrahamik

Bagikan:
Bagian dari seri tentang
Islam
120px-Allah-green.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Star_of_Hykal.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bintang Haykal, simbol keagamaan yang digunakan dalam tradisi Babisme. Simbol berbentuk bintang lima ini memiliki makna spiritual dalam ajaran Babisme dan dikenal sebagai salah satu lambang khas gerakan tersebut.

Bábísme (bahasa Arab:جبّاءيه, Jubbaiyah) atau Babiyyah adalah gerakan keagamaan yang berkembang di Persia pada tahun 1844-1852, kemudian lama kelamaan masuk di dalam pengasingan di Kekaisaran Ottoman.[1] Pendirinya adalah Siyyid `Alí Muhammad Shírází dari Shiraz yang diambil dari sebuah istilah teologis Syiah.[1] Tidak seperti gerakan mesianik Islam, gerakan Babiisme ingin berbeda dengan Islam dan berusaha untuk memulai sebuah sistem keagamaan yang baru.[1] Dalam Islam Syiah ada kelompok besar yang dikenal sebagai Twelvers yang menganggap Imam Keduabelas sebagai yang terakhir dari semua Imam yang ada.[2] Mereka berpendapat bahwa Imam kedua belas pergi ke penyembunyian pada tahun 874 M.[2] Pada tahun 940 M, terjadi pengklaiman bahwa Imam yang bersembunyi telah pergi menjadi tak terbatas dan bahwa ia akan berhenti untuk berkomunikasi dengan orang-orang.[2] Menurut kepercayaan Imamiyah, Imam Tersembunyi hidup di dunia, tetapi menyembunyikan diri dari musuh-musuhnya, dan bahwa ia hanya akan muncul sesaat sebelum hari kiamat.[2] Pada saat itu, Imam Tersembunyi akan memulai perang suci melawan kejahatan dan akan mengalahkan orang-orang kafir serta akan memulai pemerintahan keadilan.[2]

Babiyyah berasal dari kata "bab" yang berarti "pintu". Dalam teologi Syiah, kata itu digunakan dalam arti perantara, yaitu antara umat dan Imam Mahdi yang diyakini gaib.[3]

Sejarah

Gerakan ini didirikan oleh Maraz Ali Muhammad Ridha al-Syairazi (1235—1265 H/1819—1849 M). Pada 1260 H/ 1844 M, ia memproklamirkan dirinya sebagai "Bab". Sepeninggal Maraz, kepemimpinan Babiyyah dilanjutkan oleh Mirza Husain Ali yang bergelar "Baha". Karena itu, gerakannya disebut Bahaiyyah. Kitab sucinya bernama Aqdas, yang berarti "Maha Suci". Mirza Husain Ali meninggal pada tahun 1892 M.[4]

Tokoh

Qurrat Al-'ain, seorang wanita bejat yang lari dari suaminya dan mengejar kesenangan bersama laki-laki lain (mut'ah). Tahun 1269 H, wanita ini mengumumkan penghapusan syariat Islam dalam Muktamar Badisyta. Akibat perbuatannya, Qurrat dihukum mati oleh Syah.

Yahya Ali, saudara kandung Baha yang bergelar "Azal". Ia berselisih dengan saudaranya dalam masalah pengganti "Bab" yang menjadikan dirinya memisahkan diri. Yahya Ali menulis sebuah buku berjudul Al-Alwah. Akhirnya, ia dengan para pengikutnya dibunuh oleh saudaranya.[4]

Referensi

  1. 1 2 3 (Inggris)Mircea Aliade. 1987. The Encyclopedia of Religion. New York: Macmillan Publishing Company. Pg.60-61.
  2. 1 2 3 4 5 (Inggris)Wendy Doniger. 2006. Britannica Encyclopedia of World Religion. London: Encyclopedia Britannica. pg.22.
  3. ↑ Ensiklopedis Islam. Ichtiar Baru Van Hoeve. 2001. hlm. 45.ensiklopedia islam
  4. 1 2 admin (2010-04-05). "[0006: Babiyyah dan Baha'iyyah] Ensiklopedia Gerakan Keagamaan & Pemikiran jilid 1". al-ahkam.net 1434 (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-07-23.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan