Senin, 21 September 2026
03:41 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Muhammad Said Bonjol

Muhammad Said Bonjol

ulama

Muhammad Said Bonjol
Syekh Muhammad Said Bonjol
250px-Said_Bonjol.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir1881
Bonjol, Hindia Belanda
Meninggal1979
Bonjol, Indonesia
DenominasiSunni
Mazhab fikihSyafi'i
Mazhab akidahAsy'ari
TarekatNaqsyabandi
GerakanPersatuan Tarbiyah Islamiyah
KaryaNazam al-Wasiyah
Keturunan

Syekh Muhammad Said Bonjol (1881-1979) adalah ulama Minangkabau dari Bonjol, Pasaman. Ia dikenal sebagai mursyid Naqsyabandiyah dan tokoh Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti).

Riwayat hidup

Muhammad Said lahir di Ganggo Hilia pada 1881 dari pasangan Syifat Sutan Mudo dan Kamimah. Pada 1892, ia belajar al-Qur'an kepada Syekh Jamaluddin Tanjung Bungo selama 3 tahun. Setelah tak lebih dari setahun merantau ke Padang bersama ibunya, ia melanjutkan pendidikan kepada Syekh Ibrahim Kumpulan, ulama Naqsyabandi terkemuka di Pasaman.[1] Setelah beberapa tahun di Kumpulan, Said berangkat ke Makkah untuk belajar di Jabal Abu Qubais.[2]

Syekh Said terlibat dalam pembentukan perhimpunan ulama Kaum Tuo di Minangkabau, Persatuan Tarbiyah Islamiyah, pada 1928.[3] Ia terpilih menjadi ketua Dewan Tarekat PI Perti pada muktamar 1953.[4] Ia juga terlibat dalam Konferensi Tarekat di Bukittinggi yang membahas ajaran Syekh Haji Jalaluddin, tokoh PPTI.[5]

Syekh Said wafat pada 1979. Kepemimpinan surau suluk dilanjutkan oleh salah satu putranya, Buya H. Harun Al Rasyid Said.[1] Selain Harun, putra Said Bonjol yang juga terkenal adalah Buya H. Khalidi Said, tokoh Tarbiyah dan anggota DPR RI dari Golkar pada 1971-1977.[6][7]

Peninggalan

250px-Masjid_Syekh_Muhammad_Syaid_2020_03b.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Surau Said Bonjol

Surau Syekh Muhammad Said Bonjol di Ganggo Hilia menyimpan manuskrip-manuskrip dari beberapa ulama Naqsyabandiyah.[8][9] Salah satu naskah tersebut ialah Nazam al-Wasiyah, sebuah nazam tentang tasawuf yang ditulis oleh Syekh Said Bonjol.[10]

Catatan kaki

Rujukan

  1. 1 2 "Wisata Religi Makam Syekh M. Muhammad Syaid". Jaringan Desa Wisata Kemenparekraf. Diakses tanggal 27 Januari 2023.
  2. Chaniago & Mulis 2018, hlm. 72.
  3. Koto 2012, hlm. 32.
  4. Departemen Penerangan RI 1954, hlm. 438.
  5. Putra, Apria (14 Oktober 2019). "Tarekat Naqsyabandiyah dan Konferensi di Bukittinggi Tahun 1954". Tarbiyah Islamiyah. Diakses tanggal 10 Januari 2023.
  6. Koto 2012, hlm. 55.
  7. Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 107/M tahun 1971.
  8. Gallop 2015, hlm. 152-153.
  9. "The Surau Haji Muhammad Said Bonjol Collection [1800s to 1900s]". British Library Endangered Archives Programme (dalam bahasa Inggris). 2013. Diakses tanggal 27 Januari 2023.
  10. Hadi 2014, hlm. 214.

Daftar pustaka

  • Kementerian Penerangan Republik Indonesia (1954). Kepartaian dan Parlementaria Indonesia. Jakarta.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
  • Chaniago, Danil Mahmud; Mulis, Akmaludin (2018). "Pola Jaringan Guru-Murid Syekh Haji Ali Imran Hasan Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan Tahun 1970-2010". Islam Realitas. 4 (1): 68–88.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
  • Gallop, Annabel Teh (2015). "A Jawi Sourcebook for the Study of Malay Palaeography and Orthography". Indonesia and the Malay World (dalam bahasa Inggris). 43 (125): 13–171.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
  • Hadi, Syofyan (2014). Moderasi Teologis dan Sufistik di Nusantara: Kajian Atas Naskah-Naskah Puisi Keagamaan Ulama Minangkabau. Konferensi Internasional Universitas Islam Negeri Alauddin: Islam, Literasi, dan Budaya Lokal. Makassar. hlm. 212–229.{{cite conference}}: Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
  • Koto, Alaidin (2012). Persatuan Tarbiyah Islamiyah: Sejarah, Paham Keagamaan, dan Pemikiran Politik 1945-1970. Jakarta: Rajawali Pers. ISBN 978-602-425-230-4.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan