Jumat, 09 Oktober 2026
23:21 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah
Ibrahim Kumpulan

Ibrahim Kumpulan

ulama

Bagikan:
Ibrahim Kumpulan
Syekh Ibrahim al-Khalidi Kumpulan
250px-Masjid_Surau_Batu_2020_03.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Surau Batu, didirikan oleh Syekh Ibrahim Kumpulan
Meninggal1914
Kumpulan, Hindia Belanda
DenominasiSunni
Mazhab fikihSyafi'i
Mazhab akidahAsy'ari
TarekatNaqsyabandi

Syekh Ibrahim al-Khalidi gelar Inyiak Balinduang (wafat 1914) adalah ulama Minangkabau dari Bonjol, Pasaman. Ia dikenal sebagai mursyid Naqsyabandiyah terkemuka di Pasaman dengan jaringan murid sampai ke Mandailing.

Riwayat hidup

Ibrahim lahir dengan nama asli Abdul Wahab di Koto Kaciak dari pasangan Pahat dan Sari Aso. Ibrahim awalnya belajar agama di beberapa tempat seperti Pasir Lawas, Cangking, dan Padang Bubus. Di Padang Bubus, ia belajar kepada Syekh Muhammad Said yang merupakan mamaknya.[1] Ia juga pernah belajar di Makkah kepada Syekh Abdullah Affandi, ulama Makkah yang kemudian memberikan ijazah Naqsyabandiyah kepada Syekh Ibrahim.[2]

Syekh Ibrahim kembali ke Bonjol setelah lama belajar di Makkah. Ia mendirikan Surau Batu di Kampung Sawah dekat Pasar Kumpulan. Surau Kumpulan kemudian menjadi salah satu surau teramai di Pasaman dengan sebagian di antaranya berkunjung ke Kumpulan untuk bersuluk di surau Syekh Ibrahim.[3] Surau Kumpulan juga menjadi salah satu pintu masuknya Naqsyabandiyah kepada masyarakat Mandailing.[4]

Syekh Kumpulan disebutkan pernah melalui masa Perang Padri. Ia sempat bergabung ke pasukan Tuanku Imam Bonjol sebagai pemasang ranjau di sekitar Bonjol.[5]

Syekh Ibrahim Kumpulan wafat pada 1914. Ia dimakamkan di sebelah suraunya. Halakah di surau diteruskan oleh keluarga Syekh Ibrahim yang kemudian berkembang menjadi Pondok Pesantren Syekh Ibrahim Kumpulan.[6]

Silsilah Naqsyabandiyah di Kumpulan[7]
Rasulullah
Muhammad
(1)
Sayyidina
Abu Bakar
as-Siddiq

(2)
Sayyidina
Salman
al-Farisi

(3)
Imam
Qasim
bin Muhammad

(4)
Imam
Ja'far
as-Sadiq

(5)
Khawajah
Abdul Khaliq
Ghujudwani

(10)
Khawajah
Yusuf
Hamdani

(9)
Khawajah
Abu Ali
Faramadi

(8)
Khawajah
Abul Hasan
Kharqani

(7)
Khawajah
Abu Yazid
Bustami

(6)
Khawajah
Arif
Riwagri

(11)
Khawajah
Mahmud Injir
Faghnawi

(12)
Khawajah
Ali
Ramitani

(13)
Khawajah
Baba
Samasi

(14)
Khawajah
Amir
Kulal

(15)
Khawajah
Zahid
Wakhsyi

(20)
Khawajah
Ubaidillah
Ahrar

(19)
Khawajah
Ya'qub
Carkhi

(18)
Khawajah
Alauddin
Attar

(17)
Syah
Bahauddin
Naqsyaband

(16)
Khawajah
Darwisy
Muhammad

(21)
Khawajah
Muhammad
Amkanagi

(22)
Khawajah
Baqi
Billah

(23)
Imam
Ahmad
Sirhindi

(24)
Khawajah
Ma'sum
Sirhindi

(25)
Maulana
Khalid
al-Baghdadi

(30)
Khawajah
Abdullah
Dahlawi

(29)
Khawajah
Mazhar
Jan Janan

(28)
Khawajah
Nur Muhammad
Badayuni

(27)
Khawajah
Saifuddin
Sirhindi

(26)
Syaikh
Abdullah
al-Arzinjani
(31)
Syaikh
Ibrahim
Kumpulan

(32)

Murid-murid

Syekh Ibrahim Kumpulan memiliki beberapa murid yang kemudian menjadi ulama terkemuka. Di Minangkabau, beberapa murid Syekh Kumpulan yang masyhur antara lain Syekh Muhammad Saleh Padang Kandis, Syekh Muhammad Yunus Tuanku Sasak, dan Syekh Muhammad Said Bonjol. Di Mandailing, muridnya yang terkenal antara lain Syekh Syihabuddin Nasution Aek Libung.[8]

Catatan kaki

Rujukan

  1. ↑ Chairullah 2016, hlm. 158.
  2. ↑ Chairullah 2016, hlm. 159.
  3. ↑ Stibbe 1918, hlm. 607.
  4. ↑ van Bruinessen 1994, hlm. 142.
  5. ↑ Mustika, Muslim & Munir 2020, hlm. 95.
  6. ↑ "Sejarah". Pondok Pesantren Syekh Ibrahim Kumpulan. 27 Januari 2018. Diakses tanggal 7 Juli 2024.
  7. ↑ Chairullah 2016, hlm. 152-157.
  8. ↑ van Bruinessen 1994, hlm. 150.

Daftar pustaka

  • van Bruinessen, Martin (1994). Tarekat Naqsyabandiyah di Indonesia: Survei Historis, Geografis, dan Sosiologis. Cetakan ke-2. Bandung: Mizan. ISBN 979-433-000-0.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi (link) Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
  • Chairullah (2016). Naskah Ijazah dan Silsilah Tarekat: Kajian Terhadap Transmisi Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah di Minangkabau. Padang: Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat. ISBN 978-602-8742-99-3.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
  • Stibbe, D.G. (1918). Encyclopaedie van Nederlandsch-Indië (H-M) (dalam bahasa Belanda). Leiden: E.J. Brill.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
  • Mustika, Ayu Nanda; Muslim, Kori Lilie; Munir, Miswar (2020). "Bentuk Ajaran Syekh Maulana Ibrahim al-Khalidi Kumpulan dalam Menyebarkan Islam di Minangkabau (Tinjauan Historis)". Khazanah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam. 10 (1): 91–110.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan