Jumat, 25 September 2026
11:03 WIB
TERKINI
Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara
Muhammad Sayfuddin

Muhammad Sayfuddin

Muhammad Sayfuddin
250px-Sayfuddin1.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kaligrafi Syekh Muhammad Sayfuddin
NisbahMujaddid
KebangsaanIndia

Syekh Muhammad Sayfuddin As-Sirhidi Quddasallahu sirruhu merupakan salah satu Tokoh Sufi dan penerus dari ayahnya syekh Muhammad Ma'shum q.s dalam silsilah tarekat Naqsyabandiyah.

Awal Hidup

Syekh Muhammad Sayfuddin q.s dilahirkan pada tahun 1049 H / 1639 M. beliau dibesarkan dalam lingkungan rumah ayahnya, Muhammad Ma’sum q.s dan didik oleh pengetahuan ayah, kakek dan nenek moyang beliau. Selama kehidupan sang ayah, beliau duduk diatas singgasana petunjuk dan mengikuti jejak langkah para pewaris beliau.

Kediamannya menjadi tempat singgah menimba ilmu bagi para wali keagamaan yang datang dari seluruh penjuru dunia ketika pengetahuan bijak beliau meningkat, ketenaranpun merebak hingga ke penjuru dunia. Beliau menyebarkan pengetahuan eksternal dan internal dan bergabung dengan para pemula dan mahir. Beliau mengajarkan pengetahuan akan rasa.

Dalam thariqah yang diikuti oleh sang ayah, beliau pindah ke kota Delhi untuk menyebarkan pengetahuan Hukum Ilahiah dan cahaya ke jalanNya. Sang Sultan yang bernama Muhammad Alamagirpun menjadi murid beliau. Akibatnya banyak orang peradilan hukum, menteri-menteri dan semua pangeran di Kerajaan Mughal menjadi pengikutnya. Dengan dukungan dari Sultan, maka tidak membutuhkan waktu lama seluruh kerajaan menerima beliau. Setiap hari di kediaman Syekh sekitar 6000 orang pencari tidur dan makan dari makanan yang beliau hasilkan.

Akhir Hidup

Beliau meninggal dunia pada tahun 1096 H/ 1685 M dan dimakamkan di kota Sirhindi. India. Beliau meneruskan rahasia mata rantai emas kepada Syekh Nur Muhammad q.s.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan