Sabtu, 17 Oktober 2026
08:56 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super
Yusuf Hamadani

Yusuf Hamadani

Sufi Mursyid

Bagikan:
Artikel ini sudah memiliki daftar referensi, bacaan terkait, atau pranala luar, tetapi sumbernya belum jelas karena belum menyertakan kutipan pada kalimat. Mohon tingkatkan kualitas artikel ini dengan memasukkan rujukan yang lebih mendetail bila perlu. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Abu Yaqub Yusuf Hamdani
330px-Yusuf_hamdani_qudasallahu_sirruhu.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Abu Yaqub Yusuf al-Hamdani (bahasa Arab:أبو يعقوب یوسف الهمدانی), atau biasa disebut Yusuf Hamadani saja, adalah seorang sufi dan mursyid (guru sufi) terkenal, yang dianggap sebagai pelopor dari Tarekat Naqsyabandiyah, aliran sufi yang terdapat pada agama Islam. Ia merupakan salah satu mursyid dari Tarekat Khwajagan yang berkembang di Asia Tengah sebelum munculnya tatanan Naqsyabandiyah. Pusat pengajaran Yusuf Hamadani berada di kota Marw (saat ini termasuk negara Turkmenistan). [butuh rujukan]

Perjalanan hidup

Yusuf Hamadani dilahirkan di Buzanjird dekat Hamadan pada tahun 1062. Ia pindah dari Hamadan ke Baghdad ketika berusia delapan belas tahun. Ia mempelajari fiqih mazhab Syafi'i di bawah pengawasan gurunya Syekh Ibrahim bin Ali bin Yusuf al-Fairuzabadi. Di Baghdad, Yusuf Hamadani kerap bergaul dengan cendekiawan seperti Abu Ishaq asy-Syirazi, yang membuatnya merasa dihormati meskipun ia lebih muda. Namun, ia tetap berpegang pada mazhab Hanafi, tidak seperti gurunya.[butuh rujukan]

Menurut sejarawan Ibnu Khallikan, Yusuf Hamadani memulai perjalanan spiritualnya dengan mempelajari ilmu-ilmu agama Islam, lalu ia menjadi ahli hadits dan fiqih yang disegani serta pengkhotbah yang populer di Baghdad. Sebagai seorang ahli hukum Islam yang cemerlang, ia cukup dihormati dan disegani oleh para penuntut ilmu di Baghdad maupun pusat-pusat pengetahuan Islam lainnya, seperti di Isfahan, Bukhara, Samarqand, Khwarezmia, dan seantero Asia Tengah. [butuh rujukan]

Belakangan, Yusuf Hamadani meninggalkan kegiatan-kegiatan keilmuannya. Ia menjalani cara hidup zuhud (asketik) yang intens serta bepergian ke timur; pertama-tama ia menetap di Herat, dan kemudian kembali ke Marw, di mana makamnya di sana masih dikenali. Ia menjalankan khalwat (menyendiri untuk beribadah) dan ibadah mujahadah (perjuangan spiritual secara konsisten), mengikuti ajaran gurunya Syekh Abu 'Ali al-Farmadhi. Walau demikian, ia jugaberhubungan dengan beberapa orang, antara lain Syekh Abdullah Ghuwayni dan Syekh Hasan Simnani.

Yusuf Hamadani menyebutkan empat khalifah atau penerus pimpinan tarekatnya, sebuah pola berulang untuk beberapa generasi pada tarekat Khwajagan, dalam hal ini termasuk Ahmed Yesevi dan Khwaja Abdul Khaliq Gajadwani, mata rantai berikutnya dalam silsilah Naqsyabandiyah. [butuh rujukan]

Bahan bacaan

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan