Senin, 21 September 2026
05:49 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Muhammad Padang

Muhammad Padang

Ini adalah nama Maluku, Ambon, marganya adalah Padang
Muhammad Padang
250px-Mohamad_Padang%2C_Kami_Perkenalkan_%281954%29%2C_p118.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gubernur Malukuke-3
Masa jabatan
1960–1965
PendahuluMuhammad Djosan
PenggantiG.J. Latumahina
Informasi pribadi
Lahir(1914-10-18)18 Oktober 1914
Meninggal
Partai politikPartai Murba
Orang tua
  • Abdulrachman Pelupessy (ayah)
  • Hadijah Pelupessy (ibu)
PekerjaanPolitisi
Dikenal karena
Gubernur Maluku, pejuang

Muhammad Padang (juga ditulis dengan ejaan Mohamad Padang, lahir 18 Oktober 1914 – meninggal tidak diketahui)[1][2] adalah seorang politikus Indonesia pada masa-masa peralihan dari Orde Lama ke Orde Baru. Ia merupakan Gubernur Provinsi Maluku yang ketiga, yang menjabat dari tahun 1960 sampai 1965, setelah menggantikan pejabat sebelumnya, Muhammad Djosan yang menjabat Gubernur dari tahun 1955 sampai 1960.[3] Pada tahun 1965 Muhammad Padang digantikan oleh gubernur berikutnya, G.J. Latumahina, yang menjabat sampai tahun 1968.[4]

Adiknya, Usman Padang juga seorang politikus yang pernah menjabat Ketua DPRD Provinsi Maluku selama dua periode (10 tahun) dari tahun 1972–1982 sebelum digantikan oleh R.M.S. Latuconsina.[5]

Kehidupan awal

Mohammad Padang lahir pada 18 Oktober 1914 di desa Sirisori Islam (sekarang Sirisori Amapatti), Saparua, Maluku, Hindia Belanda dan berbagai versi menyebutkan kalau dia lahir pada tahun 1920. Ibunya, Hadijah Pelupessy, seorang putri dari desa kelahirannya dan berasal dari keluarga besar Pattisahusiwa. Ayahnya bernama Abdulrachman Padang. Abdulrachman adalah putra dari Pakih Haji Nurdin gelar Pusako Baginda Bungsu, adalah seorang pejuang Perang Padri dari Koto Anau, Kabupaten Solok, Sumatera Barat yang dibuang Belanda ke Saparua pada zaman penjajahan Belanda.[2][6]

Mohammad menamatkan pendidikan dasar di Saparoeasche School Saparua dan melanjutkan ke sekolah menengah MULO di Kota Ambon. Setelah itu, ia merantau ke Pulau Jawa.[1]

Asal-usul marga padang

Marga padang yang melekat pada namanya, bisa disebut sebagai pertanda asal-usulnya.  Ia merupakan generasi ketiga atau cucu seorang pejuang kemerdekaan sekaligus mubalig dari Koto Anau, Kabupaten Solok, Sumatera Barat bernama Pakih Haji Nurdin yang bergelar ‘Pusako Baginda Bungsu’. Pakih Haji Nurdin atau ‘Pusako Baginda Bungsu’ tidak pernah membayangkan suatu saat akan menetap di Pulau Saparua. Kiprahnya sebagai pejuang, terutama terlibat dalam perang Padri, membuat bangsa Belanda geram.

Karena perannya cukup besar, pada tahun 1881, ‘Pusako Baginda Bungsu’ kemudian ditangkap dan dibawa ke Batavia (Jakarta). Belanda tak ingin sosok ini menjadi pembangkang, lagi-lagi Pusako Baginda Bungsu kembali diasingkan ke Makassar dan berlanjut dibuang ke Pulau Saparua.

Pakih Haji Nurdin akhirnya menetap di Negeri Siri Sori Islam (Elhau). Di sana beliau melanjutkan perjuangan syiar Islam dan menikah dengan seorang gadis di Negeri Siri Sori Islam, bernama Maimuna Pelupessy.

Hasil perkawinan Pakih Haji Nurdin dan Maimuna Pelupessy kemudian dikaruniai lima anak masing-masing; bernama Abdulrachman, Fatimah, Djenah, Ahmad Marzuki dan Zainal Abidin Kelima anak inilah merupakan generasi pertama yang menggunakan marga Padang dan menetap di Negeri Siri sori Islam. Pakih Haji Nurdin wafat di Negeri Siri Sori Islam pada hari Selasa 1 Ramadhan 1344 H atau 13 Maret 1926.

Putra pertama Pakih Haji Nurdin bernama Abdulrachman Padang menikah dengan Hj. Hadijah Pelupessy yang masih memiliki pertalian sudara dari garis keturunan mamanya Maimuna Pelupessy. Dari perkawinan ini kemudian dianugerahi dua putra bernama Muhammad Padang dan Suib Padang.[7]

Karier dan aktivisme

Mohammad awalnya bekerja sebagai pegawai Bank Dagang Belanda (Nederlands Indische Handelsbank) sejak 1938 sampai 1942. Selama masa pendudukan Jepang, ia menjadi pegawai Mitsui Bank.[1]

Ia ikut serta dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan pada fase “Revolusi Fisik” (Perang Kemerdekaan). Ia memasuki badan-badan perjuangan pemuda, termasuk menjadi anggota Angkatan Pemuda Indonesia (API-Ambon) yang dipimpin oleh H. Tanasale dan J.D. de Fretes.[8]

Setelah itu, ia pindah ke Surabaya dan menjadi anggota pengurus besar organisasi “Pemuda Republik Indonesia” (PRI-Ambon) yang dipimpin M. Sapya dan Kolibongso.[8] Pemuda-pemuda Maluku juga mempunyai jasa yang besar dalam pertempuran 10 November di Surabaya melawan Tentara Sekutu (Inggris).

Sewaktu hijrah ke Yogyakarta, ia bergabung pada Organisasi “Pemuda Indonesia Maluku” (PIM). Di Yogyakarta, ia berjuang dalam Partai Politik Maluku (Parpim) yang didirikan oleh A.J. Patty. Sebagai pengurus Parpim, ia mewakili Maluku pula di dalam Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) dan bersama-sama dengan Mr. J. Latuharhary dan Dr. G.A. Siwabessy menanggulangi kesulitan dan penderitaan orang-orang Maluku untuk tetap berada dalam wadah Negara kesatuan RI.[8]

Mohammad dilaporkan ditangkap oleh Pemuda Sosialis Indonesia pada Juli 1946 akibat dukungannya kepada Tan Malaka, sebelum dibebaskan pada April 1948.[9]

Kiprah

Setelah pemberontakan RMS pada tahun 1950 dapat ditumpas, ia bersama Gubernur Mr. J. Latuharhary berjuang membangun Maluku. Setelah itu, ia bersama A.J. Patty ditunjuk sebagai wakil Maluku dalam DPR Republik Indonesia Serikat (yang selanjutnya menjadi DPR Sementara).[8] Dalam sidang DPRS pada Mei 1952, ia menyuarakan agar Maluku segera mendapat hak otonomi seluasnya, selain meminta pemerintah untuk memperhatikan Maluku. Ia menyebut saat itu Maluku hanya memiliki satu kapal berkapasitas 100 ton, hanya ada tiga dokter, dan tidak ada bidan di Banda.[10] Ia termasuk tokoh yang menandatangani mosi Iwa Kusumasumantri mengenai usulan Kementerian Angkatan Laut dan Udara dalam sidang 19 Mei 1953.

Sebagai seorang tokoh pejuang anak daerah Maluku, Mohammad Padang dipercaya untuk menjadi Gubernur Maluku yang ketiga (1960–1965).[3] Ia juga tercatat sebagai salah seorang pendiri Universitas Pattimura dan menjadi anggota Presidium Unpatti dari tahun 1962–1971.[8]

Wafat

Tokoh Maluku dan pejuang kemerdekaan ini meninggal dunia di Jakarta dan ia dihargai sebagai pejuang kemerdekaan dan pengabdi rakyat di daerah Maluku.[8]

Referensi

  1. 1 2 3 https://books.google.co.id/books?id=0O3Z5HNNghUC&pg=PA43&dq=Muhamad+padang&hl=id&sa=X&ved=2ahUKEwih-uya_dXvAhV6H7cAHQfZDioQ6AEwAHoECAIQAw#v=onepage&q=Muhamad%20padang&f=false
  2. 1 2 "Muhammad Padang, Sang Gubernur dan Pejuang di Masa "Revolusi Fisik"". beritabeta.com. Diakses tanggal 6 Februari 2019.
  3. 1 2 Siri Antoni. "Mengapa Orang Minang Mampu Bertahan Diperantauan?". ANTARA. 15 Juni 2012. Diakses pada 21 Mei 2014.
  4. Edi Songo, Genius Senior
  5. John Pieris, Tragedi Maluku: sebuah krisis peradaban: analisis kritis aspek politik, ekonomi, sosial budaya, dan keamanan
  6. sumbaronline.com "Urang Awak" di Ambon Banyak Pegang Jabatan Penting Diarsipkan 2020-11-25 di Wayback Machine.
  7. "Muhammad Padang, Sang Gubernur dan Pejuang di Masa "Revolusi Fisik"". beritabeta.com. Diakses tanggal 2023-10-06.
  8. 1 2 3 4 5 6 "Mohammad Padang". Balagu.50webs.com. Diakses tanggal 11 November 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. Anwar, Rosihan (2004). Sejarah kecil "petite histoire" Indonesia. Penerbit Buku Kompas. ISBN 978-979-709-532-1.
  10. http://www.stichtingargus.nl/bvd/moluks/repvoorlichtingsdienst.pdf

Pranala luar

Jabatan politik
Didahului oleh:
Muhammad Djosan
Gubernur Maluku
1960–1965
Diteruskan oleh:
G.J. Latumahina
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan