Selasa, 03 November 2026
05:01 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Matsyapurana

Matsyapurana

salah satu sastra Hindu

Bagikan:
330px-Matsya_Purana%2C_Chapters_13%E2%80%9314%2C_page_1_front%2C_Sanskrit%2C_Devanagari.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bagian pembuka bab 13–14, kitab Matsyapurana dalam bahasa Sanskerta, dengan aksara Dewanagari.
Bagian dari seri
Sastra Hindu
SASTRA HINDU
OM Portal agama Hindu

Matsyapurana (Dewanagari: मत्स्यपुराण; ,IAST: Matsyapurāṇa, मत्स्यपुराण) adalah salah satu dari 18 kitab Mahapurana, dan merupakan salah satu naskah tertua dan terawetkan dengan baik di antara sastra Purana dalam tradisi Hindu.[1][2] Kitab tersebut merupakan tulisan yang signifikan untuk aliran Waisnawa, dan diberi judul menurut nama awatara Wisnu yang berwujud ikan.[1][3]

Nakah kuno Matsyapurana yang bertahan di masa kini memiliki banyak versi, berbeda-beda dalam detail tetapi hampir semua versi yang diterbitkan mengandung 291 bab,[4] kecuali versi bahasa Tamil, ditulis dengan aksara Grantha, yang memiliki 172 bab.[5]

Kitab ini dikenal sebagai bentuk sastra tertua yang mendefinisikan Purana.[6] Matsyapurana menguraikan lima ciri yang harus terkandung dalam suatu babad agar layak disebut Purana; jika tidak, maka ia disebut Akhyana.[6] Lima ciri tersebut adalah: kosmogoni, pembabaran kronologis setelah penciptaan alam semesta, genealogi dan mitologi dewa-dewi, Manwantara, legenda para raja dan tokoh lainnya.[7]

Referensi

Kutipan

  1. 1 2 Dalal 2014, hlm. 250.
  2. ↑ Rocher 1986, hlm. 196–201.
  3. ↑ Goldberg, Ellen (2002). The Lord who is Half Woman: Ardhanārīśvara in Indian and Feminist Perspective. SUNY Press. hlm. 20. ISBN 978-0-7914-5325-4.
  4. ↑ Rocher 1986, hlm. 197.
  5. ↑ Rocher 1986, hlm. 199.
  6. 1 2 Bryant 2007, hlm. 393 with note 17.3.
  7. ↑ Rocher 1986, hlm. 24–29.

Daftar pustaka

Ikon rintisan

Artikel bertopik agama Hindu ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan