Kamis, 15 Oktober 2026
22:42 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Materialisme dialektis

Materialisme dialektis

Bagikan:
Bagian dari seri tentang
Marxisme
Karl Marx and Friedrich Engels
250px-1951_Universitatea_Victor_Babe%C5%9F%2C_Cluj._Ora_de_materialism_dialectic_cu_prof._Pavel_Apostol.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pengajaran materialisme dialektis di Universitas menampilkan foto tokoh-tokoh komunisme di ruang kelas

Materialisme dialektis adalah sebuah filsafat ilmu dan alam, yang didasarkan pada tulisan-tulisan Karl Marx dan Friedrich Engels.[1][2]

Materialisme dialektis mengadaptasi dialektika Hegel terhadap materialisme tradisional, yang menyelidiki hubungan antar subjek di dunia di dalam lingkungan yang dinamis dan evolusioner, sementara materialisme metafisis menyelidiki dunia di dalam lingkungan yang statis dan terisolasi.

Materialisme dialektis meyakini keberadaan perubahan di dunia dan kemunculan sifat-sifat baru di setiap tahap perkembangan. Seperti yang dikatakan oleh Z. A. Jordan, "Engels sering kali menggunakan sudut pandang metafisis bahwa tingkatan keberadaan yang lebih tinggi muncul dari dan mengakar dari yang lebih rendah; bahwa tingkatan yang lebih tinggi merupakan tatanan baru dengan hukum-hukum yang tidak dapat direduksikan; dan proses kemajuan evolusioner ini diperintah oleh hukum-hukum perkembangan yang melambangkan sifat-sifat dasar 'materi dalam pergerakan secara keseluruhan'."[3]

Perumusan materialisme dialektis dan historis versi Soviet (seperti di buku Josef Stalin yang berjudul Materialisme Dialektis dan Historis) pada tahun 1930-an menjadi penafsiran "resmi" Marxisme ala Soviet. Penafsiran ini dipopulerkan di dalam buku-buku teks yang menjadi bacaan wajib di Uni Soviet dan beberapa negara Eropa Timur. Penafsiran ini juga menyebar ke Tiongkok.

Referensi

  1. ↑ Z. A. Jordan, The Evolution of Dialectical Materialism (London: Macmillan, 1967).
  2. ↑ Paul Thomas, Marxism and Scientific Socialism: From Engels to Althusser (London: Routledge, 2008).
  3. ↑ Jordan, hlm. 167.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan