Minggu, 20 September 2026
16:41 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Mao Anying

Mao Anying

Mao Anying
250px-Mao_Anying.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mao Anying sedang mengenakan seragam perwira Soviet
Lahir(1922-10-24)24 Oktober 1922
Changsha, Hunan, Republik Tiongkok
Meninggal25 November 1950(1950-11-25) (umur 28)
Tongchang, Pyongan Utara, Korea Utara
Pengabdian Republik Rakyat Tiongkok
 Uni Soviet (saat PD2)
PangkatUni Soviet Letnan
Tiongkok Jenderal
Perang/pertempuranUni Soviet Perang Dunia II
Tiongkok Perang Saudara Tiongkok
Tiongkok Perang Korea 
PasanganLiu Songlin (m. 1949–1950)

Mao Anying (Hanzi:毛岸英; Pinyin:Máo Ànyīng, baca: Máo Àn Īng; 24 Oktober 1922 – 25 November 1950) adalah putra sulung Mao Zedong dan Yang Kaihui. Menuntut ilmu di Moskow dan seorang veteran dari dua perang, ia tewas dalam aksinya oleh serangan udara pada masa Perang Korea.

Kehidupan awal

Mao Anying lahir di sebuah rumah sakit Kristen Amerika di Changsha, Provinsi Hunan. Ibunya, Yang Kaihui dihukum mati oleh Kuomintang pada 1930. Ia dan saudara bungsunya, Mao Anqing, kabur ke Shanghai, di mana ia menuntut ilmu di sebuah taman kanak-kanak yang dijalankan dibawah pengarahan Komunis. Di Shanghai, mereka tinggal dengan Pastor Dong Jianwu (董健吾), yang merupakan seorang anggota partai Komunis.[1]

Perang Dunia II

250px-Mao_Anying_and_wife_Liu_Songlin.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mao Anying dan istrinya Liu Songlin.

Anying dan saudaranya Anqing kemudian menuntut ilmu di Uni Soviet, dengan nama 'Sergei Yun Fu'.[2] Pada masa Perang Dunia Kedua, Anying dan saudaranya Anqing bergabung dengan Tentara Merah Rusia untuk menunjukan solidaritas Marxis internasional. Anying bertugas sebagai seorang perwira artileri dalam pertarungan melawan Nazi Jerman.[3]

Perang Korea

Pada 1950, Anying meminta ayahnya untuk mengizinkannya bergabung ke Tentara Sukarelawan Rakyat (PVA) sebagai seorang perwira di Perang Korea. Hal ini ditolak oleh Peng Dehuai dan beberapa jenderal lainnya karena takut atas reaksi Mao Zedong sendiri jika putra favoritnya gugur dalam pertempuran. Mereka mencoba menghalau dan bahkan menolak permintaan Anying untuk bergabung. Mao Zedong akhirnya menolak perintah Peng Dehuai dan berkata kepadanya, "Dia adalah putra Mao Zedong. Jadi kenapa harus jadi sesuatu yang lain?". Peng pada akhirnya mengangkat Mao Anying sebagai sekretaris dan penerjemah bahasa Rusia dengan nama samaran "Sekretaris Liu" di markas PVA yang berada di dalam gua sekitar sebuah tambang emas tua di County Tongchang. Lokasi tersebut memberikan pertahanan sangat bagus terhadap serangan udara dari Perserikatan Bangsa-Bangsa dan jauh dari medan perang di depan.[4][5] Namun, pertahanan ini hanyalah sebuah ilusi karena Angkatan Udara Amerika Serikat telah sepenuhnya menguasai wilayah udara diatas markas tersebut.[6]

Lihat pula

Referensi

  1. Chairman Mao Zedong and General Mao Anying, Chinese Military Leaders of the Korean War
  2. Oxana Vozhdaeva (4 Oktober 2013). "How children of the world united at a Soviet school". BBC News. Diakses tanggal 4 Oktober 2013. Mao's eldest son, Mao Anying, who was known in the home as Sergei Yun Fu.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. Pathanothai, Sirin. The Dragon Pearl. Simon and Schuster. 1994. p 163.
  4. "No Dynasty for China: How Mao's Son Was Killed in the Korea War". National Interest. 25 April 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. Kruschev, Nikita. Memoirs of Nikita Kruschev, Vol 2. Pennsylvania State University Press. 2006. p. 98.
  6. "参谋与毛岸英一同葬身火海 遗腹女身世被瞒46年_新闻中心_新浪网". news.sina.com.cn. Diakses tanggal 30 Juli 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan