Senin, 12 Oktober 2026
04:41 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka
Lycopodiopsida

Lycopodiopsida

Bagikan:
Lycopodiopsida
250px-Lycopodium_plant.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lycopodiella cernua, paku kawat
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Lycophyta
Kelas: Lycopodiopsida
Bangsa
Artikel takson sembarang

Lycopodiopsida (kelas tumbuhan paku kawat) mencakup berbagai jenis tumbuhan berpembuluh berspora dengan struktur pembuluh yang primitif dengan daun yang sempit dan cenderung duduk. Dalam klasifikasi tumbuhan versi awal yang diajarkan di tingkat sekolah menengah, paku kawat ditempatkan bersama-sama dengan rane ke dalam satu kelas tumbuhan paku yang disebut Lycopodiinae.[1] Menurut sistem klasifikasi masa kini, yang memasukkan informasi pendukung dari data molekuler, rane dipisahkan ke dalam kelas Isoetopsida, bersama-sama dengan Isoetes.

Di dalam sistematika tumbuhan yang dianut banyak peneliti (lihat Smith et al. 2006[2]), tumbuhan paku kawat tidak lagi dimasukkan ke dalam kelompok paku-pakuan sejati (divisi Pteridophyta arti sempit, sensu stricto) melainkan ke dalam divisi tersendiri untuk menghindari terbentuknya pengelompokan yang parafiletik.

Anggota Lycopodiopsida mempunyai daun yang sempit dan duduk, sehingga terkadang mirip rambut keras atau sisik. Paku ini juga memiliki batang yang kaku seperti kawat. Karena itulah paku ini sering disebut sebagai paku kawat. Pada beberapa jenis, daunnya mempunyai lidah-lidah (ligula). Sporangium pada likofita tersusun dalam strobilus dan terbentuk di ujung cabang.

Lycopodiopsida beranggotakan satu bangsa dan satu suku, dengan empat marga yang hidup pada masa kini: Lycopodium, Lycopodiella, Huperzia, dan Phylloglossum. Berbagai spesies fosil anggota kelas ini, yang hidup di Zaman Karbon, telah membentuk batu bara. Contoh-contohnya adalah Asteroxylon dan Drepanophycus.

Referensi

  1. ↑ Buku sekolah elektronik Idun Kistinnah, Endang Sri Lestari (2009). Biologi 1 : Makhluk Hidup dan Lingkungannya Untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. ISBN 978-979-068-129-3 (no. jilid lengkap) / ISBN 978-979-068-131-6.{{cite book}}: Periksa nilai |authorlink=; Tautan eksternal dalam |authorlink=
  2. ↑ Smith AR, Pryer KM, Schuettpelz E, Korall P, Schneider H, Wolf PG 2006. A classification for extant ferns. Taxon 55:705-731.
Rhodophyta
Glaucocystophyceae
Viridiplantae/
Plantae
sensu stricto
Chlorophyta/
Alga hijau (I)
Streptophyta
Charophyta/
Alga hijau (II)
Embryophyta/
Plantae
sensu strictissimo
Bryophyta
(tumbuhan darat
tidak berpembuluh
)
Marchantiophyta · Anthocerotophyta · Musci (Bryophyta sensu stricto) · Horneophytopsida
Tracheophyta
Lycophyta
Euphyllophyta
Ikon rintisan

Artikel bertopik tumbuhan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan