Minggu, 20 September 2026
23:02 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Lonely Planet

Lonely Planet

Lonely Planet
JenisAnak perusahaan swasta
IndustrIMultimedia
GenrePanduan perjalanan
PendiriTony Wheeler
Maureen Wheeler
Wilayah yang dilayani
Seluruh dunia
Tokoh kunci
Matt Goldberg (Global CEO)
Produkbuku panduan perjalanan, aplikasi digital, komunitas daring
Jumlah karyawan
400 karyawan, 200 pengarang
IndukRed Ventures
250px-LonelyPlanetBuildingFootscray.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bekas kantor pusat Lonely Planet di Footscray, Victoria, Australia

Lonely Planet merupakan buku panduan perjalanan dan penerbit media digital terbesar di dunia.[1] Perusahaan ini dimiliki oleh BBC Worldwide yang membeli 75% saham dari pendirinya, Maureen dan Tony Wheeler pada tahun 2007 dan 25% sisanya pada bulan Februari 2011.[2] Awalnya dinamakan Lonely Planet Publications, perusahaan ini mengganti namanya menjadi Lonely Planet pada bulan Juli 2009 untuk menggambarkan industri perjalanan dan menekankan pada produk digitalnya. Hingga tahun 2010, perusahaan ini telah memublikasikan sekitar 500 judul buku dalam 8 bahasa di dunia.

Referensi

  1. Fildes, Nic (2 Oktober 2007). "BBC gives Lonely Planet guides a home in first major acquisition". The Independent. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-03-07. Diakses tanggal 5 Maret 2011. Lonely Planet has grown into the world's largest travel guide publisher{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. Sweney, Mark (18 Februari 2011). "BBC to buy out Lonely Planet". The Guardian. Diakses tanggal 5 Maret 2011.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik perusahaan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan