Minggu, 11 Oktober 2026
14:51 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober

Liberalisme interdependensi

Bagikan:
Teori hubungan internasional
20px-A_coloured_voting_box.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail PortalPolitik

Liberalisme interdependensi adalah aliran pemikiran hubungan internasional liberal yang berpendapat bahwa peningkatan saling ketergantungan (interdependensi) antarnegara akan mengurangi kemungkinan negara-negara tersebut terlibat dalam konflik bersenjata.[1] Kaum liberal interdependensi memandang modernisasi sebagai proses meningkatkan tingkat dan cakupan saling ketergantungan antarnegara sehingga memunculkan kerja sama yang lebih luas. Para pemikirnya juga melihat kesejahteraan sebagai kepentingan nasional dan pasukan militer semakin tidak berguna.

Interdependensi sendiri kemudian menciptakan rasa ketergantungan suatu negara kepada negara lain karena rasa saling membutuhkan. Konsep dari interdependensi tersebut kemudian digabungkan dengan teori liberalisme. Kemudian liberalisme interdependensi dikategorikan sebagai neo-liberalisme.[2]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Jackson, Robert and George Sorensen (2006) Introduction to International Relations:theories and approaches, Oxford, OUP, 3rd ed, p104
  2. ↑ Barry, Buzan (1998-04). "Liberalism and Security: The contradictions of the liberal Leviathan". ciaotest.cc.columbia.edu. Diakses tanggal 2024-04-27.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=


Ikon rintisan

Artikel bertopik hubungan luar negeri ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan