Minggu, 20 September 2026
11:47 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Layanan jejaring sosial

Layanan jejaring sosial

platform online yang memfasilitasi pembangunan hubungan sosial

Lihat pula: Media sosial
250px-Social_Networking.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Situs Jejaring sosial

Layanan jejaring sosial adalah layanan dalam jejaring, pelantar, atau situs yang bertujuan memudahkan pembangunan jejaring sosial atau hubungan sosial di antara orang-orang yang memiliki ketertarikan, kegiatan, latar belakang, atau hubungan dunia nyata yang sama. Suatu layanan jejaring sosial terdiri dari perwakilan masing-masing pengguna (biasanya berupa profil), hubungan sosialnya, dan berbagai layanan tambahan. Kebanyakan layanan ini berbasis web dan penggunanya berinteraksi melalui Internet, seperti surat elektronik dan pesan dadak. Layanan komunitas dalam jejaring kadang dianggap sebagai layanan jejaring sosial, meski dalam artian yang lebih luas layanan jejaring sosial bersifat terpusat pada individu, sementara layanan komunitas daring bersifat terpusat pada grup. Situs-situs jejaring sosial memungkinkan pengguna berbagi gagasan, kegiatan, acara, dan ketertarikan di dalam jejaring individunya masing-masing.

Sejarah

Kemunculan situs jejaring sosial ini diawali dari adanya inisiatif untuk menghubungkan orang-orang dari seluruh belahan dunia.[1]

Situs jejaring sosial pertama, yaitu Sixdegrees.com mulai muncul pada tahun 1997.[2] Situs ini memiliki aplikasi untuk membuat profil, menambah teman, dan mengirim pesan.[2] Tahun 1999 dan 2000, muncul situs sosial lunarstorm, live journal, Cyword yang berfungsi memperluas informasi secara searah. Tahun 2001, muncul Ryze.com yang berperan untuk memperbesar jejaring bisnis.[2] Tahun 2002, muncul friendster sebagai situs anak muda pertama yang semula disediakan untuk tempat pencarian jodoh.[3] Dalam kelanjutannya, friendster ini lebih diminati anak muda untuk saling berkenalan dengan pengguna lain.[3] Tahun 2003, muncul situs sosial interaktif lain menyusul kemunculan friendster, Flick R, You Tube, Myspace.[2] Hingga akhir tahun 2005, friendster dan Myspace merupakan situs jejaring sosial yang paling diminati.[2]

Memasuki tahun 2006, penggunaan friendster dan Myspace mulai tergeser dengan adanya facebook.[2] Facebook dengan tampilan yang lebih modern memungkinkan orang untuk berkenalan dan mengakses informasi seluas-luasnya. Tahun 2009, kemunculan Twitter ternyata menambah jumlah situs sosial bagi anak muda.[2] Twitter menggunakan sistem mengikuti - tidak mengikuti (follow-unfollow), di mana kita dapat melihat status terbaru dari orang yang kita ikuti (follow).[2]

Kelebihan

Keberadaan situs jejaring sosial ini memudahkan kita untuk berinteraksi dengan mudah dengan orang-orang dari seluruh belahan dunia dengan biaya yang lebih murah dibandingkan menggunakan telepon.[4] Selain itu, dengan adanya situs jejaring sosial, penyebaran informasi dapat berlangsung secara cepat.[5]

Kelemahan

Kemunculan situs jejaring sosial ini menyebabkan interaksi interpersonal secara tatap muka (face-to-face) cenderung menurun.[1] Orang lebih memilih untuk menggunakan situs jejaring sosial karena lebih praktis.[1] Di lain pihak, kemunculan situs jejaring sosial ini membuat anak muda tidak dapat tidak mengakses internet.[1] Dalam kadar yang berlebihan, situs jejaring sosial ini secara tidak langsung membawa dampak negatif, seperti kecanduan (adiksi) yang berlebihan dan terganggunya privasi seseorang.[2][4]

Jumlah Pengguna Aktif Terbesar

Jumlah pengguna aktif berdasarkan publikasi dari Statista pada bulan April 2020 (data untuk Douban dan Linkedin untuk bulan Oktober 2019):[6]

LayananPengguna Aktif (dalam juta)
Facebook 2,498
YouTube 2,000
WhatsApp 2,000
Facebook Messenger 1,300
WeChat 1,165
Instagram 1,000
TikTok 800
QQ 731
QZone 517
Sina Weibo 516
Reddit 430
Kuaishou 400
Snapchat 398
Twitter 386
Pinterest 366
Douban 320
Linkedin 310
Threads 320 -

Referensi

  1. 1 2 3 4 (Inggris) Watkins, S.Craig. 2009. The Young and the Digital: What the Migration to Social Network Sites, Games, and Anytime, Anywhere Media Means for Our Future.'UK: Beacon Press.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Boyd, Danah M.; Ellison, Nicole B. (Oktober 2007). "Social Network Sites: Definition, History, and Scholarship". Journal of Computer-Mediated Communication. 13 (1): 210–230. doi:10.1111/j.1083-6101.2007.00393.x.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 (Inggris) Lange, P. G. (2007). Publicly private and privately public: Social networking on YouTube. Journal of Computer-Mediated Communication, 13(1), article 18. Diarsipkan 2010-03-27 di Wayback Machine.
  4. 1 2 Aleman, Anna M.Martinez & Wartman, Katherine Link. 2009. Online Social Networking on Campus: Understanding What Matters in Student Culture. Taylor & Francis. Hal 120-123.
  5. Lin, Carolyn A. & Atkin, David A. 2002. Communication Technology and Society. Cresskill, NJ: Hampton Press, Inc. Hal 183.
  6. "Most famous social network sites worldwide as of April 2020, ranked by number of active users (in millions)". Statista. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 17, 2019. Diakses tanggal Februari 25, 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Internasional
Nasional
Lain-lain
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan