Jumat, 30 Oktober 2026
22:57 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Lampet

Lampet

makanan tradisional Batak Toba

Bagikan:
250px-Lappet_for_Life.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lampet (baca: Lappet) adalah makanan ringan tradisional Batak

Lampet (dibaca: Lappet) adalah salah satu panganan tradisional masyarakat Batak yang terbuat dari tepung beras, kelapa parut, dan parutan gula aren.[1] Campuran ini kemudian dibungkus menggunakan daun pisang dengan bentuk menyerupai limas.[1] Setelah itu, lampet dikukus hingga matang.[1] Pembuatan panganan ini mirip dengan pembuatan pohul pohul dan ombus ombus.

Masyarakat batak memiliki hubungan yang kental dengan lampet, karena pada upacara adat batak tentunya harus ada makanan ini.[2] Lampet dapat dikategorikan sebagai makanan ringan atau snack.

Jenis

  1. Lampet tepung ketan Merupakan jenis lampet yang berbahan dasar tepung ketan. Ada beberapa pemasak, menambah parutan kelapa sebagai isian.
  2. Lampet tepung beras Merupakan jenis lampet yang berbahan dasar tepung beras dicampur dengan tepung ketan. Jenis lampet ini lebih lembut dan padat karena memiliki dua bahan dasar. Isian pada jenis ini adalah parutan kelapa yang sudah gabung dengan gula merah.
  3. Lampet ubi ungu Merupakan jenis lampet yang berbeda karena berbahan dasar umbi yakni, ubi ungu. Pembuatan lampet ini membutuhkan bahan santan agar lebih nikmat. Isian yang digunakan juga sama yaitu parutan kelapa dengan campuran gula merah.
  4. Lampet isi kacang merah Merupakan jenis lampet yang berisi kacang merah. Lampet ini terkesan unik karena memiliki isian yang berbeda dengan jenis lampet lain.[3]

Bahan-bahan dalam pembuatan lampet

Untuk menghasilkan kurang lebih 40 lampet dibutuhkan;[butuh rujukan]

  1. Tepung beras sejumlah 250 gr
  2. Kelapa parut sejumlah 100 gr
  3. Gula pasir dengan 5 sendok makan
  4. Garam setengah sendok kecil
  5. Daun pisang (utuh dan tidak rusak) kurang lebih 5 lembar[4]

Referensi

  1. 1 2 3 "Kue Lapet, Sajian yang Menggambarkan Keutuhan Masyarakat Batak Toba". Liputan6. 28 Desember 2023. Diakses tanggal 28 April 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Pardamean (2018-06-09). "Lapet Makanan Khas Batak dengan Rasa Menggoda". tripelaketoba. (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2023-02-12.
  3. ↑ Times, I. D. N.; Napitupulu, Masdalena. "Resep Kuliner Tradisional Lampet dan Tips Membuatnya". IDN Times. Diakses tanggal 2023-02-14.
  4. ↑ "Macam macam Lapet Beras Batak yang pingin nambah | Best Recipes". carimakanlagi.web.app. Diakses tanggal 2023-02-12.
Pembagian
Tari Tortor
Sistem kekerabatan
Bahasa dan
kesusastraan
Kuliner
Falsafah
Upacara adat
Seni budaya dan
kerajinan
Alat musik
tradisional
Kepercayaan dan
agama
Mitologi
Kekayaan budaya


Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan atau minuman Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan