Selasa, 20 Oktober 2026
15:55 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Kota Binjai

Kota Binjai

kota di Provinsi Sumatera Utara

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang kota di Sumatera Utara. Untuk tumbuhan, lihat Binjai.
Untuk kegunaan lain, lihat Binjai (disambiguasi).
Kota Binjai
Transkripsi bahasa daerah
 • Abjad Jawiكوتا بينجاي
 • Surat Batakᯂᯬᯖ ᯅᯪᯉ᯲ᯐᯀᯪ
330px-Welcome_gate_to_city_of_Binjai_%28Binjai-Deli_Serdang%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gapura selamat datang
Lambang resmi Kota Binjai
Lambang
Julukan: 
Kota Rambutan
osm-intl,a,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Kota_Binjai&revid=30003666&groups=_f497adb34d858b162d219634f7d2e73282160b97&parser=parsoid
Peta Kota Binjai
Kota Binjai di Sumatra
Kota Binjai
Kota Binjai
Peta Kota Binjai
Tampilkan peta Sumatra
Kota Binjai di Indonesia
Kota Binjai
Kota Binjai
Kota Binjai (Indonesia)
Tampilkan peta Indonesia
Koordinat: 3°36′00″N 98°29′07″E / 3.6°N 98.4853°E / 3.6; 98.4853
Negara Indonesia
ProvinsiSumatera Utara
Tanggal berdiri24 November 1956[1]
Dasar hukumUU No. 13 Tahun 2024[1]
Hari jadi17 Mei 1872;154 tahun lalu (1872-05-17)
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
  • Kecamatan: 5
  • Kelurahan: 37
Pemerintahan
 • JenisWali kota—dewan
 • BadanPemerintah Kota Binjai
 • Wali KotaAmir Hamzah
 • Wakil Wali KotaHasanul Jihadi
 • Sekretaris DaerahIrwansyah Nasution
 • Ketua DPRDKristina Gusuartini Br. Surbakti
Luas
 • Total90,23 km2 (34,84 sq mi)
Populasi
 (31 Desember 2024)[3]
 • Total315.609
 • Kepadatan3,500/km2 (9,100/sq mi)
Demografi
 • Agama
 • BahasaIndonesia (resmi), Melayu, Batak (Batak Karo, Batak Toba), Tionghoa (Hokkien), Jawa
 • IPMKenaikan 79,20 (2025)
 tinggi [5]
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode BPS
1276 Suntingan nilai di Wikidata
Kode area telepon061
Pelat kendaraanBK
Kode Kemendagri12.75 Suntingan nilai di Wikidata
APBDRp 1.029.420.000.000,- (2024)[6]
PADRp 186.530.000.000,- (2024)[6]
DAURp 573.368.644.000,- (2024)[7]
DAKRp 155.383.736.000,- (2024)[8]
Semboyan daerahBinjai Kota Rambutan
Situs webwww.binjaikota.go.id

Kota Binjai (Abjad Jawi: كوتا بينجاي; Surat Batak: ᯂᯬᯖ ᯅᯪᯉ᯲ᯐᯀᯪ) adalah salah satu kota di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Kota Binjai terletak sekitar 22 km di sebelah barat ibu kota Provinsi Sumatera Utara, yaitu Kota Medan. Sebelum berstatus kota, Binjai adalah ibu kota Kabupaten Langkat yang kemudian dipindahkan ke Kecamatan Stabat. Kota Binjai berbatasan langsung dengan Kabupaten Langkat di sebelah barat dan utara serta Kabupaten Deli Serdang di sebelah timur dan selatan. Jumlah penduduk Kota Binjai sebanyak 279.302 jiwa pada tahun 2021, dengan kepadatan 3.095 jiwa/km², dan pada akhir tahun 2024 sebanyak 315.609 jiwa.[2][3][3]

Kota Binjai merupakan salah satu daerah dalam proyek pembangunan Mebidangro yang meliputi kawasan Kota Medan, Kota Binjai, Kabupaten Deli Serdang, dan Kabupaten Karo. Saat ini, Kota Binjai dan Kota Medan dihubungkan oleh Jalan Raya Lintas Sumatera yang menghubungkan antara Kota Medan dan Kota Banda Aceh. Oleh karena ini, Kota Binjai terletak di daerah strategis di mana merupakan pintu gerbang Kota Medan ditinjau dari Provinsi Aceh.[9][10]

Kota Binjai sejak lama dijuluki sebagai kota rambutan karena rambutan binjai memang sangat terkenal. Bibit rambutan asal Kota Binjai ini telah tersebar dan dibudidayakan di berbagai tempat di Indonesia seperti Blitar, Jawa Timur menjadi komoditas unggulan daerah tersebut.

Sejarah

250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Kampong_Bindjai_met_rechts_huis_een_Chinees_dobbelhuis._TMnr_60001806.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pemandangan jalan di Binjai (1885-1895).

Pada masa silam Kota Binjai disebut sebagai sebuah kota yang terletak di antara Sungai Mencirim di sebelah timur dan Sungai Bingai di sebelah barat, terletak di antara dua kerajaan Melayu yaitu Kesultanan Deli dan Kesultanan Langkat. Berdasarkan penuturan para leluhur, baik yang dikisahkan atau yang diriwayatkan dalam berbagai tulisan yang pernah dijumpai, Kota Binjai itu berasal dari sebuah kampung yang kecil terletak di pinggir Sungai Bingai, kira-kira di Kelurahan Pekan Binjai yang sekarang. Upacara adat dalam rangka pembukaan kampung tersebut diadakan di bawah sebatang pohon binjai (mangifera caesia) yang rindang yang batangnya amat besar, tumbuh kokoh di pinggir Sungai Bingai yang bermuara ke Sungai Wampu, sungai yang cukup besar dan dapat dilayari sampan-sampan besar yang berkayuh sampai jauh ke udik.[11]

Di sekitar pohon binjai yang besar itulah kemudian dibangun beberapa rumah yang lama-kelamaan menjadi besar dan luas yang akhirnya berkembang menjadi bandar atau pelabuhan yang ramai didatangi oleh tongkang-tongkang yang datang dari Stabat, Tanjung Pura, dan juga dari Selat Malaka. Kemudian nama pohon binjai itulah yang akhirnya melekat menjadi nama Kota Binjai. Binjai adalah sejenis pohon yang buahnya dapat dimakan. Pohon tersebut juga dikenal dengan nama embacang. Kata Binjai berasal dari bahasa Melayu dan bahasa Batak.

250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Moskee_te_Bindjai_TMnr_60046943.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Masjid di Binjai (1890-1894).

Dalam versi lain yang merujuk dari beberapa referensi, asal-muasal kata "Binjai" merupakan kata baku dari istilah "Binjéi" yang merupakan makna dari kata "ben" dan "i-jéi" yang dalam bahasa Batak Karo artinya "bermalam di sini". Pengertian ini dipercaya oleh sebagian masyarakat asli Kota Binjai, khususnya suku Batak Karo. Hal ini berdasarkan fakta sejarah bahwa pada masa dahulu kala, Kota Binjai merupakan perkampungan yang berada di jalur yang digunakan oleh pemikul garam (bahasa Batak Karo:perlanja sira), yaitu pedagang yang membawa barang dagangan dari dataran tinggi Batak Karo dan menukarnya dengan pedagang garam di daerah pesisir Langkat.

Perjalanan yang ditempuh perlanja sira ini hanya dengan berjalan kaki menembus hutan belantara menyusuri jalur tepi sungai dari dataran tinggi Batak Karo ke pesisir Langkat dan tidak dapat ditempuh dalam waktu satu atau dua hari, sehingga selalu bermalam di tempat yang sama, begitu juga sebaliknya, kembali dari dataran rendah Batak Karo yaitu pesisir Langkat, para perlanja sira ini kembali bermalam di tempat yang sama pula, selanjutnya seiring waktu menjadi sebuah perkampungan yang mereka namai dengan "Kuta Benjéi".

Masa Pendudukan Belanda

Pada tahun 1823, Gubernur Britania yang berkedudukan di Pulau Pinang mengutus John Anderson ke pesisir Sumatra timur dan dalam catatannya disebutkan sebuah kampung yang bernama "Ba Bingai".[12] Sejak tahun 1822, Binjai telah dijadikan bandar/pelabuhan di mana hasil pertanian lada yang diekspor adalah berasal dari perkebunan lada di sekitar ketapangai (pungai) atau Kelurahan Kebun Lada/Damai.[11]

Selanjutnya pada tahun 1864, daerah Deli telah dicoba ditanami tembakau oleh pioner Belanda bernama J. Nienkyis yang mendorong didirikannya Deli Maatschappij pada tahun 1866. Orang Belanda berusaha menguasai tanah Deli menggunakan politik pecah belah melalui pengangkatan datuk-datuk. Usaha ini ditentang oleh Datuk Kocik, Datuk Jalil, dan Suling Barat, sementara Datuk Sunggal tidak menyetujui pemberian konsensi tanah kepada perusahaan Rotterdenmy oleh Sultan Deli karena tanpa persetujuan. Di bawah kepemimpinan Datuk Sunggal bersama rakyatnya di Timbang Langkat (Binjai) dibuat benteng pertahanan untuk menghadapi Belanda.

Belanda merasa terhina atas tindakan ini dan memerintahkan Kapten Koops untuk menumpas para datuk yang menentang Belanda. Pada 17 Mei 1872 terjadilah pertempuran yang sengit antara datuk/masyarakat dengan Belanda. Peristiwa perlawanan inilah yang menjadi tonggak sejarah dan ditetapkan sebagai Hari jadi Kota Binjai. Perjuangan para datuk/rakyat terus berkobar dan pada akhirnya pada 24 Oktober 1872 Datuk Kocik, Datuk Jalil, dan Suling Barat dapat ditangkap Belanda dan kemudian pada tahun 1873 dibuang ke Cilacap.[11] Pada tahun 1917 oleh Pemerintah Belanda dikeluarkan Instelling Ordonantie No.12 di mana Binjai dijadikan Gemeente dengan luas 267 ha.[11]

Masa Pendudukan Jepang

Pada tahun 1942-1945 Binjai dibawah Pemerintahan Jepang dengan kepala pemerintahan Kagujawa (dengan sebutan Guserbu) dan tahun 1944/1945 pemerintahan kota dipimpin oleh Ketua Dewan Eksekutif J. Runnanbi dengan anggota Dr. RM Djulham, Natangsa Sembiring, dan Tan Hong Poh.[11]

Masa Kemerdekaan Indonesia

250px-Welcome_gate_to_city_of_Binjai_%28Binjai-Deli_Serdang%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gapura selamat datang.

Pada tahun 1945, (saat revolusi) sebagai kepala pemerintahan Binjai adalah RM. Ibnu. Pada 29 Oktober 1945, T. Amir Hamzah diangkat menjadi Residen Langkat oleh komite nasional. Pada masa pendudukan Belanda tahun 1947 Binjai berada di bawah Asisten Residen J. Bunger dan RM. Ibnu sebagai Wakil Wali Kota Binjai. Pada tahun 1948-1950 Pemerintahan Kota Binjai dipegang oleh ASC More. Tahun 1950-1956 Binjai menjadi Kota Administratif Kabupaten Langkat dan sebagai Wali Kota adalah OK Salamuddin kemudian T. Ubaidullah tahun 1953-1956. Berdasarkan Undang-Undang Daruat No.9 Tahun 1956 Kota Binjai menjadi kota otonom dengan Wali Kota pertamanya SS Parumuhan.[11]

Dalam perkembangannya Kota Binjai sebagai salah satu Daerah Tingkat II di Provinsi Sumatera Utara telah membenahi dirinya dengan melakukan pemekaran wilayahnya. Semenjak ditetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1986 wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Binjai telah diperluas menjadi 90,23 km2 dengan 5 wilayah kecamatan yang terdiri dari 11 desa dan 11 kelurahan. Setelah diadakan pemecahan desa dan kelurahan pada tahun 1993 maka jumlah desa menjadi 17 dan kelurahan 20. Perubahan ini berdasarkan Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sumatera Utara No.140-1395 /SK/1993 tanggal 3 Juni 1993 tentang Pembentukan 6 Desa Persiapan dan Kelurahan Persiapan di wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Binjai. Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sumatera Utara No.146-2624/SK/1996 tanggal 7 Agustus 1996, 17 wilayah desa menjadi kelurahan.[11]

Geografi

Letak geografis Binjai 03°03'40"–03°40'02" LU dan 98°27'03"–98°39'32" BT. Ketinggian rata-rata adalah 28 meter di atas permukaan laut. Sebenarnya, Binjai hanya berjarak 8 km dari Medan bila dihitung dari perbatasan di antara kedua wilayah yang dipisahkan oleh Kabupaten Deli Serdang. Jalan Raya Medan Binjai yang panjangnya 22 km, 9 km pertama berada di dalam wilayah Kota Medan, Km 10 sampai Km 17 berada dalam wilayah Kabupaten Deli Serdang dan mulai Km 17 adalah berada dalam wilayah Kota Binjai.

Ada 2 sungai yang membelah Kota Binjai yaitu Sungai Bingai dan Sungai Mencirim yang menyuplai kebutuhan sumber air bersih bagi PDAM Tirta Sari Binjai untuk kemudian disalurkan untuk kebutuhan penduduk kota. Namun di pinggiran kota, masih banyak penduduk yang menggantungkan kebutuhan air mereka kepada air sumur yang memang masih layak dikonsumsi.

Batas Wilayah

Utara Kabupaten Langkat dan Kabupaten Deli Serdang
Timur Kabupaten Deli Serdang
Selatan Kabupaten Langkat dan Kabupaten Deli Serdang
Barat Kabupaten Langkat

Iklim

Kota Binjai memiliki iklim hutan hujan tropis (Af) dengan curah hujan tinggi sepanjang tahun. Berdasarkan nilai rerata curah hujan tahunan di Binjai, wilayah kota ini masuk ke dalam kategori curah hujan tingkat menengah dengan rerata curah hujan tahunan berkisar antara 2.000 hingga 2.800 mm per tahun. Oleh karena wilayahnya di dekat pesisir, suhu udara di Kota Binjai cenderung tinggi sepanjang tahunnya, yakni berkisar antara 22°–33°C.

Data iklim Kota Binjai, Sumatera Utara
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 30.3
(86.5)
31.0
(87.8)
31.6
(88.9)
31.8
(89.2)
32.4
(90.3)
32.6
(90.7)
32.7
(90.9)
32.6
(90.7)
31.8
(89.2)
31.1
(88)
30.3
(86.5)
29.9
(85.8)
31.51
(88.71)
Rata-rata terendah °C (°F) 22.3
(72.1)
22.1
(71.8)
22.6
(72.7)
23.0
(73.4)
23.3
(73.9)
23.1
(73.6)
22.9
(73.2)
22.8
(73)
22.7
(72.9)
22.6
(72.7)
22.5
(72.5)
22.4
(72.3)
22.69
(72.84)
Curah hujan mm (inci) 157
(6.18)
121
(4.76)
160
(6.3)
192
(7.56)
240
(9.45)
182
(7.17)
173
(6.81)
206
(8.11)
327
(12.87)
352
(13.86)
253
(9.96)
236
(9.29)
2.599
(102,32)
Rata-rata hari hujan 8 7 9 10 12 10 10 11 15 15 14 13 134
% kelembapan 80 79 78 81 83 85 87 88 90 89 86 82 84
Rata-rata sinar matahari harian 7.2 7.9 8.4 8.8 9.3 9.9 10.0 9.7 8.8 8.0 7.8 7.1 8.57
Sumber #1: BMKG[13]
Sumber #2: Climate-Data.org[14]

Pemerintahan

Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah

40px-Flag_of_Indonesia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Wali Kota dan Wakil Wali Kota Binjai 40px-Logobinjai.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
No. Wali Kota Awal Akhir Periode Masa jabatan Pemilihan umum Wakil Wali Kota
17 Amir Hamzah 120px-Wali_Kota_Binjai%2C_Amir_Hamzah_%282025%29.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 20 Februari 2025 Petahana 2025-2030 1 tahun, 242 hari 2024 Hasanul Jihadi 120px-Wakil_Wali_Kota_Binjai%2C_Hasanul_Jihadi_%282025%29.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Dewan Perwakilan

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kota Binjai dalam tiga periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014–2019[15] 2019–2024[16] 2024–2029[17]
Gerindra 4 Kenaikan 5 Penurunan 4
PDI-P 3 Kenaikan 4 Kenaikan 5
Golkar 5 Kenaikan 6 Steady 6
NasDem 3 Steady 3 Kenaikan 4
PKS 2 Kenaikan 3 Kenaikan 6
Hanura 3 Penurunan 1 Penurunan 0
PAN 3 Steady 3 Steady 3
Demokrat 4 Penurunan 3 Kenaikan 6
PPP 3 Penurunan 2 Penurunan 1
Jumlah Anggota 30 Steady 30 Kenaikan 35
Jumlah Partai 9 Steady 9 Penurunan 8

Pembagian administrasi

Kota Binjai terdiri dari 5 kecamatan dan 37 kelurahan dengan luas wilayah mencapai 59,19 km² dan jumlah penduduk sekitar 274.697 jiwa (2017) dengan kepadatan penduduk 89 jiwa/km².[18][19]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Binjai, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
KecamatanJumlah
Kelurahan
StatusDaftar
Desa/Kelurahan
12.75.03 Binjai Barat 6Kelurahan
12.75.02 Binjai Kota 7Kelurahan
12.75.05 Binjai Selatan 8Kelurahan
12.75.04 Binjai Timur 7Kelurahan
12.75.01 Binjai Utara 9Kelurahan
TOTAL37

Kota Binjai terbagi atas 5 kecamatan yang kemudian dibagi lagi menjadi 37 kelurahan dan desa. Sedianya Binjai hanyalah sebuah kecamatan di dalam lingkup Kabupaten Langkat. Lima kecamatan tersebut masing-masing adalah:

Kecamatan Binjai Kota, Binjai Timur, dan Binjai Selatan baru dibentuk pada tahun 1981. Kota Binjai sebelumnya merupakan tempat bermarkas Kepolisian Resor Langkat yang mengurusi urusan kepolisian Kota Binjai dan Kabupaten Langkat. Pada tahun 2001, Polres Langkat kemudian dipindahkan bermarkas di Stabat, ibu kota Kabupaten Langkat. Sedangkan untuk Kota Binjai dibentuk Kepolisian Resor Kota Binjai (Polresta Binjai). Tepat di depan kantor wali kota, terdapat Lapangan Merdeka dan Pendopo Umar Baki di Jalan Veteran. Lapangan Merdeka merupakan alun-alun warga Kota Binjai sedangkan Pendopo Umar Baki adalah gedung serba guna untuk melangsungkan banyak acara resmi maupun tidak resmi.

Demografi

330px-GBKP_Rg._Simpang_Awas_Binjai%2C_Klasis_Binjai_Langkat_01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Salah satu gereja di Binjai.

Kota Binjai merupakan kota multietnik, yang dihuni oleh suku Melayu, Batak, termasuk Batak Toba, Batak Karo, Batak Mandailing, Batak Angkola, kemudian Jawa, Minangkabau, Tionghoa, dan suku lainnya. Kemajemukan etnis ini menjadikan Binjai kaya akan kebudayaan yang beragam. Jumlah penduduk Kota Binjai sampai pada April 2016 adalah 267.901 jiwa dengan kepadatan penduduk 2.961,86 iwa/km². Tenaga kerja produktif sekitar 160.000 jiwa. Banyak juga penduduk Binjai yang bekerja di Medan karena transportasi dan jarak yang relatif dekat.

Agama

Agama di Binjai terutama:

  • Islam–dipeluk mayoritas suku Melayu, Jawa, Batak (Batak Mandailing dan Batak Angkola), Minangkabau, dan sebagian suku Batak (Batak Karo, Batak Pakpak, Batak Simalungun, dan Batak Toba).
  • Kekristenan (Protestan dan Katolik)–dipeluk sebagian besar suku Batak (Batak Karo, Batak Toba, Batak Simalungun, Batak Pakpak), Nias, dan sebagian Batak Angkola, Jawa, Tionghoa.
  • Buddha–dipeluk mayoritas suku Tionghoa yang berdomisili di Kecamatan Binjai Kota dan Binjai Barat.
  • Hindu–ada 1 pura di Binjai berlokasi di Jalan Ahmad Yani, agama Hindu dipeluk terutama oleh etnis India dan beberapa dari suku Bali.

Ekonomi

Daerah komersial dan pusat perekonomian serta pusat pemerintahan terutama berpusat di wilayah Kecamatan Binjai Kota. Kawasan perindustrian dipusatkan di daerah Binjai Utara, sedangkan di sebelah timur dan selatan adalah daerah konsentrasi pertanian. Daerah pengembangan peternakan dipusatkan di kawasan Binjai Barat. Kawasan industri Binjai di Kecamatan Binjai Utara direncanakan di Kelurahan Cengkeh Turi dengan luas wilayah 300 ha. Binjai juga adalah penghasil minyak bumi dan gas ditandai dengan kawasan eksplorasi minyak bumi dan gas alam di kawasan Tandam Hilir, Kecamatan Binjai Utara.

Data tahun 1999 menunjukkan bahwa 29% dari total kegiatan perekonomian di Kotamadya Binjai bersumber dari sektor perdagangan dan jasa. Sedangkan sektor industri menyumbang nilai 23% dari total kegiatan perekonomian tadi. Pendapatan per kapita penduduk Binjai adalah sebesar Rp3,3 juta, sayang angka ini masih berada di bawah rata-rata pendapatan per kapita Provinsi Sumatera Utara yang besarnya Rp4,9 juta.

Laju pertumbuhan ekonomi Kota Binjai atas dasar harga tetap sebesar 5,68 persen pada tahun 2007. Hal ini menunjukkan kenaikan yang cukup baik jika dibandingkan dengan tahun 2006 sebesar 5,32 persen. Secara umum ada empat sektor yang cukup dominan dalam pembentukan total PDRB Kota Binjai yaitu sektor industri pengolahan, sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan, dan sektor jasa–jasa.

Bidang perkebunan tentu saja yang menjadi perhatian adalah perkebunan rambutan yang mencapai 425 ha dengan kapasitas produksi 2.400 ton per tahun.[20] Sayangnya, kapasitas sebesar ini tidak dibarengi dengan modernisasi industri pengolahan rambutan menjadi komoditas unggulan yang bernilai plus dibandingkan dengan hanya menjual buah rambutan itu sendiri, misalnya industri pengalengan rambutan dengan jalur pemasaran yang komplet.

Pusat Perbelanjaan

Pusat perbelanjaan tradisional di Binjai melayani penjual dan pembeli dari Binjai sendiri dan Kabupaten Langkat. Pasar tradisional misalnya:

  • Pusat Pasar Tavip–merupakan pasar tradisional terbesar di Binjai, lokasi di Binjai Kota
  • Pasar Kebun Lada–berlokasi di Binjai Utara
  • Pasar Brahrang–berlokasi di Binjai Barat
  • Pasar Rambung–berlokasi di Binjai Selatan
  • Pasar Trengganu–berlokasi di Binjai Timur

Selain itu juga ada pusat perbelanjaan modern seperti:

Pertokoan komersial yang lebih kecil terutama terpusat di rumah toko (ruko) sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, juga ada Jalan Ahmad Yani (d/h Jalan Bangkatan) yang menjadi pusat makanan di malam hari.

Pendidikan

Sampai saat ini, jumlah sekolah umum yang terdaftar di Pemerintah Dati II Binjai adalah 154 SD, 37 SMP, 9 MTs, 31 SMA, dan 10 MA, keseluruhan berjumlah 241 buah. Jumlah penduduk usia sekolah wajib (di bawah 19 tahun) adalah 78.000 jiwa. Dari total jumlah 241 buah sekolah ini, 85 sekolah di antaranya terletak di Binjai Utara. Salah satu sekolah yang terkenal adalah Sekolah Swasta Methodist Binjai yang masuk dalam 40 sekolah unggulan menurut majalah GATRA dengan judul "40+ Sekolah Unggulan" untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional.

Transportasi

Sarana transportasi di dalam Kota Binjai terutama adalah becak mesin roda tiga yang unik dan mobil angkutan umum yang disebut sudako. Untuk transportasi ke luar kota, selain transportasi jalan, ada juga kereta api yang menghubungkan Binjai dengan Medan dan Kuala Bingai di Kabupaten Langkat.

Sampai dengan tahun 2007, prasarana jalan di Kota Binjai terdiri dari:[21]

Letak Binjai sekitar 2 jam perjalanan darat ke Bandar Udara Internasional Kualanamu, Medan. Selain itu, pelabuhan terdekat juga telah dihubungkan dengan Jalan Tol Medan–Binjai dan Jalan Tol Belawan–Medan–Tanjung Morawa.

Pada akhir tahun 2015, sistem Bus Rapid Transit Trans Mebidang telah beroperasi di Kota Medan, Kota Binjai, dan Kabupaten Deli Serdang.

Jenis angkutan umum Koridor/trayek Tujuan
Trans Mebidang 1 Terminal Kota Binjai- Pusat Pasar (Medan)

Pariwisata

Kota Binjai berkembang dengan pesat dan terus berbenah menjadi kota tujuan wisata. Sejumlah objek wisata alam atau sejarah di kota ini, antara lain; Arung Jeram Sungai Bingai; Masjid Agung Binjai; Pantai Sei Bingei; Tugu Perjuangan 1945; dan Vihara Setia Buddha.

Telekomunikasi

Kota Binjai dengan kode pos 20700, saat ini mempunyai satu kantor pos induk di Jalan Jenderal Sudirman dengan dua kantor pos pembantu.

Kesehatan

Rumah Sakit

Ada 7 rumah sakit besar kecil yang melayani kebutuhan kesehatan penduduk Binjai yaitu:

  • RS Korem 023 Binjai
  • RS Umum Binjai (Dr. Djoelham)
  • RS Bangkatan
  • RS PTP IX
  • RS Bidadari
  • RS Umum Latersia
  • RS Umum Artha Medica

Lain-lain

Ikon Kota

Salah satu ikon Kota Binjai adalah Tugu Perjuangan 1945 yang menjadi perlambang pintu gerbang Kota Binjai menyambut kedatangan pengunjung dari luar kota. Tidak banyak yang mengetahui, bahwa peranan Muhammadiyah di awal-awal kemerdekaan tahun 1945 sangat-sangat dominan. Pengibaran Sang saka Merah Putih pada tanggal 6 September 1945 bertepatan dengan 1 Syawal 1365 H (hari Jumat) dilaksanakan oleh pengurus dan anggota Muhammadiyah serta masyarakat umum lainnya segera setelah menerima telegram bahwa Republik Indonesia sudah MERDEKA. Pengakuan pemko dalam hal ini dapat dilihat dengan adanya tatengger di Jalan Perintis Kemerdekaan. Selain itu, sebelumnya Binjai juga mempunyai ikon lain yaitu tugu air peninggalan zaman Belanda di Jalan Jenderal Sudirman yang sebelumnya digunakan untuk menyalurkan air bersih ke rumah-rumah di dalam kota. Namun peninggalan bersejarah ini beberapa tahun lalu telah digantikan dengan jajaran rumah toko.

Pintu Gerbang ke Langkat

Binjai juga adalah salah satu tempat transit bagi wisatawan yang ingin menuju ke kawasan wisata Bukit Lawang di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser di Kabupaten Langkat yang berjarak 68 km di barat laut Binjai. Bukit Lawang juga merupakan daerah konservasi mawas Sumatra (orang utan merah).

Bentrokan TNI dan Polri

Binjai pernah beberapa kali menjadi objek perhatian nasional karena beberapa peristiwa di antaranya peristiwa bentrokan anggota TNI dengan Polri yang mengakibatkan korban jiwa baik dari kedua belah pihak maupun dari sipil pada akhir tahun 2002. 2 unit yang bersengketa yaitu unit Yonif Linud 100/Prajurit Setia (Linud 100/PS) dari Kodam I/Bukit Barisan dan unit elite Brigade Mobil (Brimob) dari Polda Sumatera Utara.

Tokoh Binjai

Kota persahabatan

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 "Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2024 tentang Kota Binjai di Provinsi Sumatera Utara" (PDF). Lembaran Negara Republik Indonesia. 2024-07-02. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2024-07-15. Diakses tanggal 2024-07-15.
  2. 1 2 3 "Kota Binjai Dalam Angka 2021" (pdf). www.binjaikota.bps.go.id. hlm. 9, 87, 198–199. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-10-28. Diakses tanggal 28 Oktober 2021.
  3. 1 2 3 "Visualisasi Data Kependudukan Kementerian Dalam Negeri - Dukcapil 2024" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 30 Agustus 2025.
  4. ↑ "Persentase Penduduk Menurut Kecamatan dan Agama yang Dianut di Kota Binjai 2017". www.binjaikota.bps.go.id. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-07-17. Diakses tanggal 3 November 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Indeks Pembangunan Manusia Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara, 2025". www.sumut.bps.go.id. Diakses tanggal 6 Maret 2026.
  6. 1 2 "Postur APBD Kota Binjai Tahun 2024". djpk.kemenkeu.go.id. (2024). Diakses tanggal 23 November 2024. {{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  7. ↑ "Rincian Dana Transfer Umum T.A 2024 Menurut Provinsi/Kabupaten/Kota" (PDF). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2024). Diakses tanggal 23 November 2024. {{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  8. ↑ "Buku Alokasi dan Rangkuman Kebijakan Transfer Ke Daerah T.A 2024 Provinsi Sumatera Utara". djpk.kemenkeu.go.id. (2024). hlm. II-36. Diakses tanggal 23 November 2024. {{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  9. ↑ "Hukum Online, diakses 19 Februari 2015". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2015-01-23. Diakses tanggal 2015-02-19.
  10. ↑ "Rumah Pemilu, diakses 19 Februari 2015". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-02-19. Diakses tanggal 2015-02-19.
  11. 1 2 3 4 5 6 7 "Situs resmi pemerintah Kota Binjai - Sejarah singkat Kota Binjai". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2017-08-21. Diakses tanggal 2017-08-21.
  12. ↑ Menurut buku Mission to The Eastcoast of Sumatra-Edinbung, 1826.
  13. ↑ "Buku Peta Rata-Rata Curah Hujan Dan Hari Hujan Periode 1991-2020 Indonesia" (PDF). BMKG. hlm. 66 & 131. Diakses tanggal 18 September 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  14. ↑ "Climate: Binjai". Climate-Data.org. Diakses tanggal 6 November 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  15. ↑ Perolehan Kursi DPRD Kota Binjai 2014-2019
  16. ↑ Perolehan Kursi DPRD Kota Binjai 2019-2024
  17. ↑ "KPU Tetapkan Perolehan Kursi Parpol dan Caleg Terpilih DPRD Binjai". mitanews.co.id. 02-05-2024. Diakses tanggal 05-05-2024. {{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date= and |date=
  18. ↑ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019.
  19. ↑ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020.
  20. ↑ Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tentang potensi Binjai http://www.pempropsu.go.id/ongkam.php?me=potensi_binjai Diarsipkan 2008-12-27 di Wayback Machine
  21. ↑ Situs Pemko Binjai http://www.binjai.go.id/index.php?option=isi&task=view&id=78&Itemid=89 Diarsipkan 2011-07-21 di Wayback Machine

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan