Senin, 21 September 2026
05:47 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Komputer Gim

Komputer Gim

komputer yang khusus diperuntukan untuk gim

Komputer meja atau komputer jinjing yang dikhususkan untuk bermain permainan videoTemplat:SHORTDESC:Komputer meja atau komputer jinjing yang dikhususkan untuk bermain permainan video
"Mesin gim" beralih ke halaman ini. Untuk mesin yang digunakan untuk perjudian, lihat Mesin slot.
60px-Video-Game-Controller-Icon-IDV-green.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini adalah bagian dari seri:
Permainan video
250px-MSI-Gaming-PC_2024-09-30.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah PC gim desktop dari era 2020-an. Beberapa kartu grafis kelas atas modern memiliki bobot yang cukup berat sehingga membutuhkan penyangga tambahan untuk mencegah penurunan fisik GPU (GPU sag).[1]

Komputer gim (bahasa Inggris:gaming computer), yang juga dikenal luas sebagai PC gim atau PC gaming (gaming PC), adalah jenis komputer pribadi yang dirancang khusus untuk menjalankan permainan komputer dengan standar performa tinggi. Perangkat ini umumnya berbeda dari komputer pribadi arus utama karena menggunakan kartu grafis (GPU) berkinerja tinggi, unit pemroses sentral (CPU) dengan jumlah inti (core) banyak serta performa mentah yang kuat, serta memori akses acak (RAM) berkecepatan tinggi. Selain untuk bermain gim, PC gim juga sering dimanfaatkan untuk menyelesaikan tugas-tugas berat lainnya seperti penyuntingan video.[2] Meskipun sering dijumpai dalam bentuk komputer mejantara (desktop), komputer gim saat ini juga tersedia dalam bentuk komputer jinjing (laptop) maupun perangkat genggam (handheld PC).

Sejarah

Sejarah awal

Komputer Nimrod yang dirancang oleh John Makepeace Bennett dan dibangun oleh Raymond Stuart-Williams untuk dipamerkan dalam Festival Britania pada tahun 1951 dianggap sebagai komputer gim pertama di dunia. Kendati demikian, Bennett awalnya tidak berniat menjadikannya sebagai komputer gim murni, melainkan sebagai demonstrasi matematika untuk membuktikan bahwa komputer mampu menyelesaikan masalah praktis yang sangat kompleks secara cepat.[3]

Beberapa tahun kemudian, kehadiran konsol permainan seperti Magnavox Odyssey (dirilis tahun 1972) dan Atari 2600 (dirilis tahun 1977) menjadi fondasi penting bagi perkembangan konsol dan komputer gim di masa depan karena popularitasnya yang meroket di kalangan keluarga.[4] Komputer digital modern pertama sendiri diciptakan pada tahun 1942 dengan nama Komputer Atanasoff–Berry (ABC). Berbeda dengan komputer meja masa kini, ABC merupakan mesin raksasa yang membutuhkan ruang seluas 167 meter persegi dengan bobot mendekati 50 ton.[5] Ketika Apple II dirilis pada tahun 1977 dan Commodore 64 menyusul pada tahun 1982, komputer pribadi mulai menjadi jauh lebih menarik bagi pasar konsumen umum.[6]

Commodore 64 merupakan komputer yang terjangkau dan relatif kuat pada masanya pada tahun 1982,[7] dibekali CPU MOS Technology 6510 dengan RAM berkapasitas 64 KB. Perangkat ini mampu menampilkan hingga 40 kolom dan 25 baris teks bersama dengan 16 warna pada layar beresolusi 320x200 piksel.[8] Apple II dihargai sekitar 1.298 dolar AS pada tahun 1977 (setara dengan sekitar 5.633 dolar AS pada tahun 2021 setelah disesuaikan dengan inflasi) dan Commodore 64 dijual seharga 595 dolar AS pada tahun 1982, menjadikannya barang yang cukup mewah bagi sebagian besar konsumen.[9][10] Walaupun demikian, kekuatan komputasi total, efisiensi, dan ukurannya yang ringkas jauh lebih maju daripada komputer lain di era tersebut.[11][12]

Era 1990-an dan pasar modern

Komputer yang kompatibel dengan IBM PC telah menjadi jenis PC yang paling dominan di seluruh dunia sejak dekade 1990-an, baik untuk kebutuhan umum maupun industri gim. Selama dekade tersebut, sejumlah lini produk khusus diciptakan oleh OEM yang berfokus pada pembuatan komputer desktop gim siap pakai (pre-built), seperti Alienware yang dibentuk pada tahun 1997, dan HP dengan divisi OMEN mereka yang sejarahnya dapat ditarik kembali ke tahun 1991 di bawah merek VoodooPC yang kini sudah tidak beroperasi.

Sejak pertengahan 1990-an, seiring dengan mulai populernya permainan video berbasis tiga dimensi (3D), perusahaan seperti 3dfx (dengan lini Voodoo mereka) dan Nvidia (dengan seri RIVA 128) mendorong kemajuan pasar secara masif lewat inovasi unit pemroses grafis terbaru mereka.[13]

250px-Gaming_PC-Setup_-_Astaroth-_The_Completed_System.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tata ruang dan instalasi komputer meja gim dari era 2010-an

Semakin banyak produsen yang mulai memproduksi lini PC gim khusus selama dekade 2000-an dan 2010-an, seperti seri Qosmio milik Toshiba yang kini sudah dihentikan; seri ROG (Republic of Gamers) dan TUF dari Asus; lini Predator milik Acer; lini Legion dari Lenovo; serta Razer. Pada periode ini pula, laptop gim mulai mendapatkan popularitas yang tinggi di pasar global.[14]

Baru-baru ini pada dekade 2020-an, PC gim portabel berwujud genggam (handheld) yang menjalankan platform desktop x86 penuh mulai mendapatkan momentum yang kuat. Tren ini diawali oleh perangkat Win buatan GPD dan konsep UFO milik Alienware yang terinspirasi oleh mekanisme Nintendo Switch, kemudian dipopulerkan secara massal oleh Steam Deck besutan Valve Corporation.[15][16][17] Secara keseluruhan, sebanyak 65,1 juta produk komputer gim telah terjual hingga tahun 2021, yang terdiri atas 27,9 million unit laptop gim, 19,7 juta unit monitor gim, dan 17,5 juta unit komputer desktop gim.[18]

Perangkat Keras

250px-Ryzen_update_to_gaming_PC_-_52625467376.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pilihan sediaan beberapa jenis komponen perangkat keras penunjang PC gim

Secara teknis, komputer apa pun dapat dianggap sebagai "komputer gim". Namun, komputer gim yang ideal umumnya didesain menggunakan basis arsitektur prosesor x86 yang dipadukan dengan kartu akselerator grafis khusus, kapasitas RAM berkinerja tinggi yang memadai, serta media penyimpanan berkecepatan tinggi.

Pada konfigurasi komputer meja, sebuah kasing/sasis komputer khusus sangat dibutuhkan. Sasis gim ini sering kali dimodifikasi atau diproduksi langsung dengan penambahan lampu LED warna-warni (RGB) serta panel tembus pandang untuk alasan estetika.[19][20] Setiap komponen terpasang ke papan induk melalui berbagai slot bus ekspansi, termasuk CPU, RAM, dan kartu grafis, atau dihubungkan menggunakan sistem pengabelan SATA untuk media penyimpanan.[21] Laptop gim juga berbagi struktur komponen yang serupa, tetapi dengan ukuran komponen yang lebih kecil dan lebih hemat konsumsi daya.

Beberapa pemain gim profesional dan antusias komputer sering memilih untuk melakukan peningkatan kecepatan paksa atau overclock pada komponen CPU dan GPU mereka demi mendapatkan performa ekstra. Konsumsi daya tambahan yang timbul akibat proses overclocking ini menuntut penggunaan sistem pendingin ekstra, baik menggunakan sistem pendingin udara berbasis kipas hibrida maupun sistem pendingin cairan (water cooling).[22]

Konfigurasi komponen ini sebagian besar bermula sejak dekade 1990-an ketika Intel dan Microsoft mulai mendominasi pasar PC komersial secara global, dan bentuk dasarnya belum berubah secara signifikan sejak saat itu.[23] Spesifikasi perangkat keras terus meningkat dari waktu ke waktu dipicu oleh tuntutan kebutuhan grafis permainan video modern yang kian berat.

Faktor Bentuk

Penyunting senior dari media Tom's Hardware, Andrew Freedman, menyatakan bahwa komputer gim tidak dibuat dengan prinsip satu ukuran untuk semua kebutuhan. Ada kondisi tertentu di mana desktop gim jauh lebih tepat dipilih daripada laptop, begitu juga sebaliknya.[24] Setiap platform memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri yang disesuaikan dengan kebutuhan mobilitas pengguna.

Komputer Meja (Desktop)

komputer mejantara (PC desktop) gim merupakan jenis komputer gim yang paling serbaguna. Konsumen biasanya membeli PC desktop karena menginginkan potensi performa murni yang maksimal. Mayoritas potensi ini terletak pada fleksibilitas komponen desktop yang dapat ditingkatkan kecepatannya (overclock) serta memiliki daya tahan fisik yang lebih tangguh terhadap beban kerja berat.[24] Ukuran sasis yang luas pada desktop juga memungkinkan pemasangan lebih banyak kipas pendingin untuk pembuangan panas yang lebih optimal.[25]

Beberapa desktop siap pakai terkadang menggunakan papan induk bermodel khusus yang ukurannya tidak mematuhi standar industri. Papan induk dengan bentuk unik ini dapat membatasi kemampuan pengguna untuk melakukan pemutakhiran komponen di masa depan, meskipun mereka umumnya masih bisa mengganti bagian RAM, GPU, dan CPU secara terbatas.[26] Untuk mengatasi hal ini, proyek purwarupa seperti Project Christine (2014) milik Razer sempat mengusulkan penggunaan sistem komponen modular agar penggantian suku cadang komputer dapat dilakukan secara instan oleh pengguna awam.[27]

Komputer Jinjing (Laptop)

Komputer Jinjing gim memberikan kebebasan bagi pengguna untuk bermain secara fleksibel di berbagai lokasi. Ruang kosong yang tersedia di dalam bodi laptop jauh lebih terbatas jika dibandingkan dengan sasis desktop. Oleh karena itu, komponen yang dapat diganti secara mandiri pada laptop biasanya hanya terbatas pada bagian RAM dan media penyimpanan saja, berbeda dengan desktop yang hampir seluruh bagian komponennya dapat dibongkar pasang secara modular sesuai teknologi terbaru.[24]

Perangkat Genggam (Handheld)

Komputer genggam, Beberapa komputer gim memiliki faktor bentuk yang menyerupai konsol permainan genggam. Perangkat ini umumnya dilengkapi dengan layar sentuh berukuran besar yang diapit oleh kontroler fisik terintegrasi di sisi kanan dan kirinya, antarmuka perangkat lunak yang dioptimalkan untuk penggunaan alat kendali (gamepad), serta kemampuan akses menuju lingkungan desktop tradisional. Perangkat genggam ini dirancang sebagai perangkat seluler terintegrasi sehingga kemampuan pemutakhiran komponen internalnya sangat terbatas oleh ruang bodi.[28][17][29]

Kategori ini berkembang pesat sejak tahun 2022 berkat popularitas Steam Deck buatan Valve yang mengoperasikan sistem operasi khusus SteamOS berbasis Linux. Sistem tersebut menyertakan lapisan kompatibilitas bernama Proton agar permainan berbasis Windows dapat dijalankan di Linux tanpa hambatan arsitektur perangkat lunak.[30][31] Pada perkembangan terbarunya, pasar mulai diramaikan oleh kompetitor lain yang lebih memilih menggunakan sistem operasi Windows bawaan demi jaminan dukungan pustaka permainan video yang lebih luas.[17]

Jenis Perakitan

Lihat pula: Komputer rakitan

Para pemain gim memiliki pilihan untuk merakit sendiri unit PC mereka dari nol atau membeli komputer yang sudah siap pakai dari pabrikan resmi. Pada opsi laptop, opsi untuk merakit secara mandiri hampir mustahil dilakukan oleh konsumen awam karena kerumitan jalur papan sirkuit serta keterbatasan ruang bodi laptop yang sangat tipis.[32] Meski beberapa perakit pihak ketiga menawarkan kustomisasi komponen internal tingkat lanjut untuk laptop, proses penggantian GPU dan CPU setelah laptop terpasang dari pabrik tetap sulit dilakukan.[33]

Bagi pemula yang mendambakan performa murni, para jurnalis teknologi sangat menyarankan untuk memulai langkah dari faktor bentuk desktop gim. Membeli desktop siap pakai dari lini populer seperti Alienware Aurora memberikan kemudahan operasional langsung dari dalam kotak, meskipun biaya totalnya dinilai relatif lebih mahal jika dibandingkan dengan harga komponen lepasan di pasar bebas. Di sisi lain, merakit PC gim secara mandiri dari awal memberikan kebebasan mutlak bagi pengguna untuk memilih jenis komponen yang sesuai dengan alokasi anggaran belanja mereka.[34]

Lihat Pula

Referensi

  1. Martindale, Jon (2023-04-18). "What is GPU sag, and how to avoid it". Digital Trends (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-07-11.
  2. Andronico, Michael (Januari 5, 2021). "Why you should get into PC gaming — and where to start". CNN. Diakses tanggal Februari 18, 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. Baker, Chris (Juni 2, 2010). "Nimrod, the World's First Gaming Computer". Wired. Diakses tanggal Maret 24, 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. Vox Creative (Juli 27, 2020). "The Evolution of Gaming Machines". Vox Creative Next. Diakses tanggal Maret 29, 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. Computer Hope (Maret 13, 2021). "When Was the First Computer Invented?". Computer Hope. Diakses tanggal Maret 29, 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. CHM (2020). "Computers: Timeline of Computer History: Computer History Museum". Computer History Museum. Diakses tanggal Maret 29, 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. "Commodore 64: The Classic Personal Computer". IEEE Spectrum. Diakses tanggal 2024-05-07.
  8. Barton, Matt (2021). "A History of Gaming Platforms: The Commodore 64". Gamasutra. Diakses tanggal Maret 25, 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. Dillon, Roberto (2015), "The Commodore 64 and Its Architecture", dalam Dillon, Roberto (ed.), Ready: A Commodore 64 Retrospective (dalam bahasa Inggris), Singapore: Springer, hlm. 9–16, doi:10.1007/978-981-287-341-5_2, ISBN 978-981-287-341-5, diakses tanggal 2024-04-16
  10. Nooney, Laine (2023). The Apple II age: how the computer became personal. Chicago: The University of Chicago Press. ISBN 978-0-226-81652-4.
  11. "How Innovative was the Apple II?". Pacific Lutheran University (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2024-04-16.
  12. Owen, Justin (2022-01-27). "10 Reasons The Commodore 64 Was Such A Special Computer". SlashGear (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2024-04-16.
  13. "The 10 most important graphics cards in PC history". PCWorld (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-11-04.
  14. Dutton, Fred (2011-08-26). "Razer readies "world's first gaming laptop"". Eurogamer.net (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-11-04.
  15. "The History of Handheld Gaming PCs". TechSpot (dalam bahasa American English). 2024-05-15. Diakses tanggal 2024-11-05.
  16. Thomas, Bill (2020-01-06). "Hands on: Alienware Concept UFO review". TechRadar (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-11-04.
  17. 1 2 3 Aleksha McLoughlin (2024-06-27). "The handheld gaming PC market is already oversaturated". PC Gamer (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-11-05.
  18. "Global Gaming PC and Monitor Market Hit New Record High in 2020, According to IDC". www.businesswire.com (dalam bahasa Inggris). 2021-03-29. Diakses tanggal 2022-07-22.
  19. "Why Do Gamers Like RGB Lights?". PCWorld. Diakses tanggal 2024-05-07.
  20. "How to Build a PC: The Ultimate Beginner's Guide". PCMag. Diakses tanggal 2024-05-07.
  21. "How to Build a Gaming PC". Intel. Diakses tanggal 2024-05-07.
  22. "CPU Cooler: Liquid Cooling Vs Air Cooling". Intel. Diakses tanggal Februari 18, 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  23. Ong, Alexis (17 September 2020). "How the 90s Family Computer Shaped a Generation's Exposure to PC Gaming". PC Gamer. Diakses tanggal 2024-05-07.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  24. 1 2 3 Freedman, Andrew E. (April 11, 2020). "Gaming Desktop vs. Gaming Laptop: Which is Better For You?". Tom's Hardware. Diakses tanggal Maret 29, 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  25. Webb, Dave Johnson, Kevin. "What is overclocking?". Business Insider (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2023-10-22.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  26. Fitzpatrick, Jason (2022-11-07). "Can You Upgrade a Prebuilt PC?". How-To Geek (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-04-16.
  27. Walton, Jarred. "Razer's Project Christine: A Modular PC Prototype". www.anandtech.com. Diarsipkan dari asli tanggal Januari 23, 2014. Diakses tanggal 2024-11-04.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  28. Moore, Bo (Juli 21, 2021). "Steam Deck SSD is Upgradeable, But It Won't Be Easy". IGN. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Mei 29, 2023. Diakses tanggal Juli 21, 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  29. Hollister, Sean (November 12, 2021). "Steam Deck: Five big things we learned from Valve's developer summit". The Verge. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Februari 7, 2022. Diakses tanggal November 12, 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  30. Ridley, Jacob (Agustus 6, 2021). "Valve is creating a Steam Deck API for devs to quickly optimise games". PC Gamer. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Januari 28, 2023. Diakses tanggal Agustus 6, 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  31. Marks, Tom (Juli 30, 2021). "Valve Explains How The Failure of Steam Machines Helped Build The Steam Deck". IGN. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Maret 20, 2022. Diakses tanggal Juli 30, 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  32. Ogono-Dimaro, Princess (2022-01-25). "How to Build Your Own Laptop From Scratch". Career Karma (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2024-04-16.
  33. Clarke, Jason (Mei 18, 2020). "How To Build a Gaming Laptop". Chillblast. Diakses tanggal April 5, 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  34. Honorof, Marshall (Maret 11, 2021). "How to Build a Gaming PC for Beginners: All the Parts You Need". Tom's Guide. Diakses tanggal April 5, 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan