Senin, 21 September 2026
03:05 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Koloni Labuan

Koloni Labuan

Koloni Mahkota Labuan
Pulau Labuan
纳闽
1848–1890

1904–1906

1912–1941

1945–1946
Bendera 1912–1946
Bendera
Lencana Labuan
Lencana
Lagu kebangsaan: God Save the King/Queen
250px-Labuan_in_Malaysia_%28special_marker%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  Labuan saat ini, di   Malaysia
StatusKoloni
Ibu kotaVictoria
Bahasa umum
Pemerintahan
Penguasa Monarki 
 1837–1901
Ratu Victoria
 1936–1952
George VI
Gubernur Pertama 
 1847–1852
James Brooke
Era SejarahKekaisaran Britania
 Pendirian koloni
1848
 Ditransfer ke Borneo Utara
1890
 Dimasukkan dalam Negeri-Negeri Selat
1907
 Terpisah sebagai koloni sendiri
1912
1941
 Labuan menjadi Mahkota Borneo Utara
15 Juli 1946
 Federasi
16 September 1963
Luas
 Total
91,64 km2 (35,38 sq mi)
91,64 km2 (35,38 sq mi)
Mata uang
Didahului olehDigantikan oleh
ksrKekaisaran
Brunei
Borneo Utara
Negeri-Negeri Selat
Pendudukan Jepang di Borneo Britania
Borneo Utara
Negeri-Negeri Selat
Pendudukan Jepang di Borneo Britania
Koloni Mahkota Borneo Utara
Sekarang bagian dari Malaysia

Labuan, yang terdiri dari Pulau Labuan besar dan enam pulau kecil (Pulau Burung, Pulau Daat, Pulau Kuraman, Pulau Papan, Pulau Rusukan Kecil, dan Pulau Rusukan Besar). Sejak abad ke-15, Labuan menjadi bagian dari Brunei dan pulau tersebut menjadi tempat berlindung bagi kapal-kapal dari angin ribut dan serangan bajak laut. Kemudian pada 1846, Labuan dikuasai Britania Raya pada 1848 untuk dijadikan koloni mahkota di bawah Traktat Labuan.

Pada 1890, kawasan tersebut diperintah oleh Perusahaan Borneo Utara Britania. Kawasan tersebut jatuh ketangan kekuasaan pemerintah Inggris pada 1904. Kemudian, pada 1 Januari 1907, kawasan tersebut digabung dengan Negeri-Negeri Selat dan diperintah dari Singapura, ibu kota Negeri-Negeri Selat, sampai 1912. Pada 1912, Labuan dijadikan koloni mahkota terpisah lagi.

Pada Perang Dunia II, Labuan diduduki oleh Jepang dari Desember 1941 sampai Juni 1945 dan dikuasai sebagai bagian dari unit militer Borneo Utara oleh Angkatan Darat ke-37 Jepang. Labuan berganti nama menjadi Pulau Maida (前田島 Maeda-shima) yang mengambil nama dari Marquis Toshinari Maeda, komandan pasukan Jepang pertama di utara Borneo. Pembebasan Borneo dimulai pada 10 Juni 1945 ketika Pasukan Sekutu yang berada di bawah komando Jenderal McArthur mendarat di Labuan dengan konvoi 100 kapal. Divisi Australia ke-9 meluncurkan sebuah serangan yang didukung oleh bombardemen laut dan udara yang mengakibatkan Jepang menyerah. Pada 9 September 1945, Jenderal Masao Baba, komandan militer Jepang, menyerah di pantai Layang-layang kepada Mayor Jenderal George F. Wooten, komandan Divisi ke-9 Australia. Labuan kembali menggunakan nama lamanya dan berada di bawah pemerintahan militer Inggris bersama dengan sisa-sisa Negeri-Negeri Selat, kemudian digabung dengan Koloni Mahkota Borneo Utara, pada 15 Juli 1946, yang kemudian menjadi bagian dari Malaysia sebagai negara bagian Sabah pada 16 September 1963.

Labuan kemudian dipisahkan dari Sabah, menjadi Teritorial Federal, yang diurus oleh pemerintah federal, pada bApril 1984.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan