Minggu, 18 Oktober 2026
11:46 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Koloni Natal

Koloni Natal

Bagikan:
Koloni Natal
1843–1910
Bendera Natal
Bendera
Lambang Natal
Lambang
Lagu kebangsaan: God Save the Queen (1843–1901)
God Save the King (1901–1910)
Lokasi Natal
StatusImperium Britania Raya
Ibu kotaPietermaritzburg
Bahasa umumInggris, Belanda, Afrikaans, Xhosa, Zulu, Tionghoa, Mandarin, Urdu, Hindi, Awadhi, Bhojpur, Gujarat, Telugu, Tamil
Kelompok etnik
(1904)
Agama Anglikan, Reformasi Belanda, Presbyterian, Katolik Roma, Islam, Hindu, Agama tradisional Afrika
PemerintahanMonarki Konstitusional
Monarki 
• 1843–1901
Victoria
• 1901–1910
Edward VII
Special Commissioner 
• 1843-1844
Henry Cloete
• 1844-1910
Paul Methuen, 3rd Baron Methuen
Era SejarahImperialisme
• Didirikan
4 Mei 1843
• Mencaplok wilayah Kerajaan Zulu
1897
• Dibubarkan
1910
• Provinsi Natal didirikan
31 Mei 1910
Luas
• Total
[convert: nomor tidak sah]
1904[1]91.610 km2 (35.370 sq mi)
Populasi
• 1904[1]
1,108,754
Didahului olehDigantikan oleh
Republik Natalia
krjKerajaan
Zulu
Uni Afrika Selatan
Sekarang bagian dari Afrika Selatan

Koloni Natal adalah sebuah koloni Britania yang terletak di Afrika bagian selatan. Wilayah ini dinyatakan sebagai koloni Britania pada tanggal 4 Mei 1843 setelah pemerintah Britania menganeksasi Republik Natalia. Pada tanggal 31 Mei 1910, wilayah ini digabung dengan tiga koloni lain menjadi Uni Afrika Selatan dan Natal menjadi salah satu provinsinya.[2] Wilayah koloni ini kini merupakan bagian dari provinsi KwaZulu-Natal di Afrika Selatan.[3]

Wilayah koloni ini pada awalnya hanya setengah dari luas provinsi Kwazulu-Natal saat ini. Batas timur lautnya adalah Sungai Tugela dan Buffalo, dan di luar perbatasan tersebut berdiri Kerajaan Zulu).[2]

Akibat meletusnya konflik dengan Zulu, kota Durban terpaksa dievakuasi, dan pada akhirnya orang-orang Boer menerima kekuasaan Britania pada tahun 1844 di bawah tekanan militer yang besar. Gubernur Britania diutus ke wilayah ini dan banyak pemukim yang datang dari Eropa dan Koloni Tanjung. Britania mendirikan industri gula di tempat ini pada tahun 1860-an. Pemilik lahan tidak berhasil membujuk orang-orang Zulu untuk bekerja di perkebunan mereka, sehingga Britania mengirim ribuan pekerja dari India.[2] Akibatnya, Durban menjadi salah satu kota dengan konsentrasi orang India terbesar di luar India.[4]

Catatan kaki

  1. 1 2 "Census of the British empire. 1901". Openlibrary.org. 1906. hlm. 161. Diakses tanggal 26 Desember 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 20px-Wikisource-logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Chisholm, Hugh, ed. (1911). "Natal" . Encyclopædia Britannica (Edisi 11). Cambridge University Press.
  3. ↑ "Natal". Encyclopædia Britannica. 27 April 2006. Diakses tanggal 21 Februari 2017.{{cite encyclopedia}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Mukherji, Anahita (23 Juni 2011). "Durban largest 'Indian' city outside India". The Times of India. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-05-12. Diakses tanggal 21 Februari 2017.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Legenda
Teritori sekarang
Bekas Teritori
* Sekarang Alam Persemakmuran
Sekarang anggota dari Negara-negara Persemakmuran
Eropa
Amerika Utara
Abad ke-17 dan sebelumnyaAbad ke-18Abad ke-19 dan ke-20
Amerika Selatan
Afrika
Abad ke-17Abad ke-18Abad ke-19Abad ke-20
Asia
17th and Abad ke-18Abad ke-19Abad ke-20
Oceania
18 and 19th centuriesAbad ke-20
Antarktika dan Atlantik Selatan
  • 14 Sejak 2009 part of Saint Helena, Ascension and Tristan da Cunha; Ascension Pulau (1922—) and Tristan da Cunha (1938—) were previously dependencies of Saint Helena.
  • 15 Both claimed in 1908; territories formed in 1962 (Britania Raya Antarctic Teritori) and 1985 (South Georgia and the South Sandwich Kepulauan).


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan