Minggu, 25 Oktober 2026
01:26 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Kesultanan Mesir

Kesultanan Mesir

kesultanan di Afrika Timur Laut dari tahun 1914 hingga 1922

Bagikan:
Kesultanan Mesir
السلطنة المصرية
as-Salṭanah al-Miṣrīyah
1914–1922
Lagu kebangsaan: Salam Affandina
Hijau: Kesultanan MesirHijau Cerah: Kondominium Sudan Inggris-MesirHijau Terang: Diserahkan ke Libya Italia tahun 1919
Hijau: Kesultanan Mesir
Hijau Cerah: Kondominium Sudan Inggris-Mesir
Hijau Terang: Diserahkan ke Libya Italia tahun 1919
StatusProtektorat Britania
Ibu kotaKairo
Bahasa umumArab (resmil),[1]
Inggris
Agama Islam Sunni
PemerintahanMonarki Konstitusional
Sultan 
• 1914–1917
Hussein Kamel
• 1917–1922
Fuad I
Komisioner Tinggi Britania 
• 1914–1916
Henry McMahon
• 1916–1919
Reginald Wingate
• 1919–1925
Edmund Allenby
Perdana Menteri 
• 1914–1919 (first)
Hussein Rushdi
• 1921 (last)
Adli Yakan
Era SejarahPerang Dunia I
• Didirikan
19 Desember 1914
• Revolusi
1919–1922
28 February 1922
• Pemahkotaan Raja Fuad I
15 Maret 1922
Luas
19173.418.400 km2 (1.319.900 sq mi)
Populasi
• 1917
12,751,000
Mata uangPound Mesir
Kode ISO 3166EG
Didahului olehDigantikan oleh
Kewalirajaan Mesir
krjKerajaan
Mesir
Sekarang bagian dari Mesir
Area meliputi wilayah gurun yang tidak berpenghuni.[2][3]

Kesultanan Mesir (bahasa Arab:السلطنة المصرية) adalah negara berumur pendek protektorat Britania di Mesir antara 1914 dan 1922.

Setelah Britania Raya menduduki Mesir pada tahun 1882, Mesir hanya terhubung secara nominal dengan Utsmaniyah dan menjadi Protektorat Britania. Setelah hubungan dengan Istabul selesai, Britania mengubah Mesir menjadi bentuk Kesultanan hingga merdeka dan berbentuk Kerajaan Mesir.

Kemerdekaan Mesir

Pada tahun 1919 terjadi revolusi antara Partai Wafd melawan kekuasan Britania di Mesir dan Sudan. Pemimpin Nasionalis Mesir revolusioner Saad Zaghlul dan anggota-anggota Partai Wafd lainnya menuntut kedaulatan penuh atas Mesir.

Pada 28 Februari 1922, Britania secara sepihak mendeklarasikan kemerdekaan Mesir tanpa negosiasi dengan Mesir. Sehingga Britania tetap bertahan di wilayah Mesir hingga Krisis Suez.

Daftar penguasa

Setelah pecah Perang Dunia I, Britania menggulingkan Abbas Helmi II yang Pro Utsmaniyah dan memutus hubungan antara Mesir dengan Utsmaniyah. Britania kemudian mengubah status Mesir menjadi kesultanan hingga kemerdekaannya tahun 1922. Dari tahun 1914-1922 penguasa Mesir bergelar Sultan.

Sultan Potret Hubungan dengan pendahulu Dari Sampai Nasib
Hussein Kamel

حسين كامل

120px-HusseinKamelSultan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Paman tiri 19 Desember 1914 9 Oktober 1917
  • Mundur sampai kematiannya.[4]
  • Meninggal di Kairo.
Ahmed Fuad I

أحمد فؤاد الأول

120px-Fuad_I_of_Egypt.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Saudara tiri 9 Oktober 1917 15 Maret 1922
  • Menjadi Raja.[5]

Referensi

  1. ↑ Article 149 of the 1923 Constitution
  2. ↑ Bonné, Alfred (2003) [First published 1945]. The Economic Development of the Middle East: An Outline of Planned Reconstruction after the War. The International Library of Sociology. London: Routledge. hlm. 24. ISBN 978-0-415-17525-8. OCLC 39915162. Diakses tanggal 9 Juli 2010.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Tanada, Hirofumi (Maret 1998). "Demographic Change in Rural Egypt, 1882–1917: Population of Mudiriya, Markaz and Madina" (Dokumen). Hitotsubashi University: Institute of Economic Research. hdl:10086/14678. {{cite document}}: Parameter tidak dikenal |work= diabaikanPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Sultan Hussein Kamel". Official website of the Egyptian Presidency. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-06-25. Diakses tanggal 2008-07-25.
  5. ↑ "King Fuad I". Official website of the Egyptian Presidency. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-06-30. Diakses tanggal 2008-07-25.
Legenda
Teritori sekarang
Bekas Teritori
* Sekarang Alam Persemakmuran
Sekarang anggota dari Negara-negara Persemakmuran
Eropa
Amerika Utara
Abad ke-17 dan sebelumnyaAbad ke-18Abad ke-19 dan ke-20
Amerika Selatan
Afrika
Abad ke-17Abad ke-18Abad ke-19Abad ke-20
Asia
17th and Abad ke-18Abad ke-19Abad ke-20
Oceania
18 and 19th centuriesAbad ke-20
Antarktika dan Atlantik Selatan
  • 14 Sejak 2009 part of Saint Helena, Ascension and Tristan da Cunha; Ascension Pulau (1922—) and Tristan da Cunha (1938—) were previously dependencies of Saint Helena.
  • 15 Both claimed in 1908; territories formed in 1962 (Britania Raya Antarctic Teritori) and 1985 (South Georgia and the South Sandwich Kepulauan).
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan