Jumat, 23 Oktober 2026
21:44 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Kamerun Britania

Kamerun Britania

bekas wilayah Mandat Inggris di Afrika Barat

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang koloni Inggris pada masa lampau. Untuk negara modern, lihat Kamerun. Untuk koloni Prancis pada masa lampau, lihat Kamerun Prancis. Untuk kawasan yang diserahkan kepada Jerman oleh Prancis pada 1911, lihat Neukamerun. Untuk koloni Jerman 1884–1916, lihat Kamerun Jerman. Untuk mandat bersama Inggris-Prancis, lihat Cameroun.
Kamerun Britania
1922–1961
Lagu kebangsaan: God Save the King/Queen
Lokasi Kamerun
StatusMandat Liga Bangsa-Bangsa
Ibu kotaBuea
Bahasa umumInggris (resmi)
Duaka, Oroko, Padang rumput, Fula, Kanuri banyak digunakan
Agama Kristen (kawasan selatan)
Islam (kawasan utara)
Era SejarahPerang Dunia I
• Kamerun dipecah
20 Juli 1922
• Integrasi ke Nigeria dan Kamerun
1 Oktober 1961
Mata uangPound Afrika Barat Britania
Kode ISO 3166CM
Didahului olehDigantikan oleh
Kamerun
Nigeria
Kamerun
Sekarang bagian dari Kamerun
 Nigeria

Kamerun Britania adalah sebuah kawasan Mandar Inggris di Afrika Barat Britania. Sekarang, kawasan tersebut meliputi bagian dari Utara Nigeria di Afrika Barat dan Kamerun di Afrika Tengah.

Sejarah

330px-Cameroon_boundary_changes.PNG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kamerun 1901–1972
  Kamerun Britania
  Republik Kamerun

Kawasan Kamerun pada masa sekarang diklaim oleh Jerman sebagai protektorat saat "Perebutan Afrika" pada akhir abad ke-19.

Referensi

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai British Cameroons.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan