Sabtu, 17 Oktober 2026
04:29 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super

Kerajaan Thaton

Kerajaan di Burma

Bagikan:
Kerajaan Thaton
သထုံခေတ်
သုဝဏ္ဏဘူမိ
Abad ke-4 SM–17 Mei 1057
StatusKerajaan
Ibu kotaThaton
Bahasa umumMon
Agama Buddhisme Theravada
PemerintahanMonarki
Sejarah 
• Pendirian dinasti
Abad ke-4 SM
• Akhir kerajaan
17 Mei 1057
Didahului oleh
Dvaravati

Kerajaan Thaton, Suwarnabhumi, atau Thuwunnabumi (bahasa Burma:သထုံခေတ် [θətʰòʊɰ̃kʰɪʔ] atau သုဝဏ္ဏဘူမိ [θṵwəna̰bʊ̀mḭ]) adalah sebuah kerajaan suku Mon yang diyakini pernah berdiri di Burma Hilir setidaknya dari abad ke-4 SM hingga pertengahan abad ke-11 M. Sebagai salah satu dari berbagai kerajaan Mon yang pernah ada di Burma Hilir dan Thailand, kerajaan ini merupakan sebuah negara-kota yang berpusat di Thaton.[1]: 63, 77  Kerajaan ini berdagang dengan kawasan India Selatan dan Sri Lanka, dan juga menjadi pusat agama Buddhisme Theravada di Asia Tenggara. Seperti kerajaan-kerajaan Mon lainnya, Thaton terancam oleh perluasan wilayah Kerajaan Khmer, tetapi pada akhirnya Kerajaan Pagan dari utara yang menaklukkan Thaton pada tahun 1057.

Nama kerajaan

Menurut sejarah lisan Mon, Kerajaan Thaton disebut Suvannabhumi (bahasa Burma:သုဝဏ္ဏဘူမိ), yang merupakan nama yang juga diklaim oleh Thailand. Sejarah lisan juga menyatakan bahwa kerajaan ini didirikan pada masa Buddha pada abad ke-6 SM. Thaton sendiri merupakan istilah dalam bahasa Burma untuk menyebut Sadhuim dalam bahasa Mon, yang sebenarnya berasal dari kata Sudhammapura dalam bahasa Pali, dari kata Sudharma yang berarti balai pertemuan para dewa.[2]

Kejatuhan

Menurut kisah sejarah Burma dan Mon, Thaton ditaklukkan oleh Kerajaan Pagan dari utara pada tahun 1057.[1]: 149  Raja Anawrahta dari Pagan baru saja memeluk agama Buddha Theravada berkat upaya seorang biksu Mon yang bernama Shin Arahan. Ia meminta Kitab Pali dari Raja Thaton, Manuha. Namun, sang raja menolak memberikan kitab tersebut karena menurutnya orang barbar tidak pantas memeluk agama Buddha. Penolakan ini dijadikan dalih oleh Anawratha untuk menyerang Kerajaan Mon.[3] Menurut tawarikh-tawarikh, Raja Manuha menyerah pada 17 Mei 1057 setelah kotanya dikepung selama tiga bulan.[4] Sang raja ditawan dan dibawa ke Pagan. Antara 1050 hingga sekitar tahun 1085, para perajin Mon dikabarkan membantu membangun dua ribu tugu di Pagan.[5]

Catatan kaki

  1. 1 2 Coedès, George (1968). Walter F. Vella (ed.). The Indianized States of Southeast Asia. trans.Susan Brown Cowing. University of Hawaii Press. ISBN 978-0-8248-0368-1.
  2. ↑ Shorto, hlm. 590
  3. ↑ Htin Aung, hlm. 32–33
  4. ↑ Kyaw Thet, hlm. 45
  5. ↑ South, hlm. 67

Daftar pustaka


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan