Minggu, 04 Oktober 2026
20:51 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya
Manuha

Manuha

Bagikan:
Manuha
မနူဟာ
250px-Manuha_and_wife.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Patung Manuha dan ratunya
Raja Thaton
Berkuasa1030an–1057[1]
PendahuluUdinna
LahirThaton
MeninggalPagan
AyahUdinna
Nama lengkap
330px-Omx-%E1%80%9B%E1%80%AC%E1%80%87%E1%80%AC%E1%80%93%E1%80%AD%E1%80%9B%E1%80%AC%E1%80%87%E1%80%95%E1%80%9B%E1%80%99%E1%80%B1%E1%80%9E%E1%80%BD%E1%80%9B%E1%80%80%E1%80%B9%E1%80%80%E1%80%9E%E1%80%BD%E1%80%9B%E1%80%9B%E1%80%AC%E1%80%87%E1%80%A1%E1%80%98%E1%80%B1%E1%80%9A%E1%80%99%E1%80%9F%E1%80%AC%E1%80%9B%E1%80%AC%E1%80%87%E1%80%92%E1%80%B1%E1%80%9D%E1%80%90%E1%80%AD.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail500px-Omx-%E1%80%92%E1%80%B1%E1%80%9D%E1%80%97%E1%80%9F%E1%80%AF%E1%80%8A%E1%80%AC%E1%80%94%E1%80%9E%E1%80%AC%E1%80%82%E1%80%9B%E1%80%82%E1%80%99%E1%80%B9%E1%80%98%E1%80%AD%E1%80%9B%E1%80%9E%E1%80%BC%E1%80%AD%E1%80%9A%E1%80%BA%E1%80%94%E1%80%AD%E1%80%90%E1%80%B9%E1%80%90%E1%80%BB%E1%80%93%E1%80%9B%E1%80%BA%E1%80%99%E1%80%B9%E1%80%99%E1%80%93%E1%80%9B%E1%80%85%E1%80%94%E1%80%B1%E1%80%9E%E1%80%BD%E1%80%9B%E1%80%9E%E1%80%80.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail330px-Omx-%E1%80%9C%E1%80%90%E1%80%99%E1%80%BA%E1%80%97%E1%80%AC%E1%80%9D%E1%80%AD%E1%80%9E%E1%80%B1%E1%80%9A%E1%80%80%E1%80%BC%E1%80%B1%E1%80%9A%E1%80%BA%E1%80%9C%E1%80%B1%E1%80%AC%E1%80%80%E1%80%9D%E1%80%9B%E1%80%BA%E1%80%99%E1%80%B9%E1%80%99.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
WangsaDinasti Thaton
AgamaBuddhisme Theravada

Manuha (bahasa Burma:မနူဟာ; Mon:မကုတရာဇာ) atau Makuta adalah raja terakhir Kerajaan Thaton. Ia memerintah dari dasawarsa 1030-an hingga 1057. Ia tumbang setelah dikalahkan oleh Raja Anawrahta dari Kerajaan Pagan.[2]: 150 

Menurut sejarah lisan Burma, Anawrahta yang baru saja memeluk agama Buddha meminta Kitab Pali dari Manuha. Konon sang raja menolak permintaan Anawrahta karena menurutnya orang Burma tunabudaya dan tidak pantas memeluk agama Buddha. Penolakan ini dijadikan dalih oleh Anawrahta untuk menyerang dan menaklukkan Kerajaan Thaton.[3] Kemudian, Manuha dan keluarganya bersama dengan sekitar 30.000 biksu dan perajin dibawa kembali ke Pagan (Bagan). Antara tahun 1050 hingga sekitar tahun 1085, para perajin Thaton membantu membangun sekitar dua ribu tugu di Pagan.[4]

Manuha kemudian meminta izin untuk membangun Kuil Manuha di Pagan pada tahun 1059. Di dalam kuil tersebut, terdapat tiga patung Buddha raksasa (dua duduk, dan satu berbaring) yang tampak terlalu besar untuk bangunan tersebut. Posisi mereka yang kesempitan dan tidak nyaman konon melambangkan tekanan yang dialami oleh sang raja yang menjadi tawanan.[5]

Referensi

  1. ↑ Spiro 1996: 113
  2. ↑ Coedès, George (1968). Walter F. Vella (ed.). The Indianized States of Southeast Asia. trans.Susan Brown Cowing. University of Hawaii Press. ISBN 978-0-8248-0368-1.
  3. ↑ Htin Aung 1967: 32–33
  4. ↑ South 2003: 67
  5. ↑ "Manuha Temple". AncientBagan.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2009-04-06. Diakses tanggal 2009-11-26.

Daftar pustaka

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan