Minggu, 20 September 2026
15:03 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Keracunan karbon monoksida

Keracunan karbon monoksida

terlalu banyak karbon monoksida terhirup

250px-Carbon-monoxide-3D-balls.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Karbon monoksida

Keracunan karbon monoksida biasanya terjadi karena telah menghirup terlalu banyak karbon monoksida (CO).[1] Gejala-gejalanya adalah sakit kepala, pusing, rasa letih, muntah, sakit dada, dan kebingungan.[2] Jika jumlah karbon monoksida yang dihirup terlalu besar, korban dapat kehilangan kesadaran, mengalami aritmia, kejang-kejang, atau bahkan meninggal dunia.[2][3] "Kulit yang memerah seperti ceri" yang sering dideskripsikan sebagai gejala keracunan karbon monoksida sebenarnya jarang terjadi.[3] Komplikasi jangka panjang yang bisa muncul adalah rasa lelah, kesulitan mengingat, dan kesulitan bergerak.[4] Bagi mereka yang menghirup karbon monoksida dari asap, kasus keracunan sianida juga perlu dipertimbangkan.[3]

Keracunan karbon monoksida dapat terjadi secara tidak sengaja atau dengan sengaja untuk bunuh diri.[5] CO adalah gas yang tidak berwarna dan tidak berbau dan juga awalnya tidak menyebabkan iritasi.[4] Gas ini dihasilkan dari pembakaran materi organik yang tidak sempurna[4] dari kendaraan bermotor, pemanas, atau alat memasak yang menggunakan bahan bakar berbasis karbon.[2] Keracunan juga dapat terjadi karena terpapar dengan metilen klorida.[6] Karbon monoksida merupakan senyawa yang beracun karena dapat menyatu dengan hemoglobin untuk membentuk karboksihemoglobin (HbCO) yang membuat darah tidak dapat mengangkut oksigen.[4] Selain itu, mioglobin dan sitokrom oksidase mitokondrial juga terpengaruh.[3] Diagnosis keracunan didasarkan pada kadar HbCO yang lebih tinggi dari 3% untuk mereka yang tidak merokok dan 10% untuk perokok.[3] Risiko kematian pada mereka yang keracunan berkisar antara 1-30%.[3]

Keracunan dapat dicegah dengan memiliki detektor karbon monoksida, membuat ventilasi yang cukup, membersihkan cerobong, dan memastikan agar sistem buangan di kendaraan tetap dalam kondisi baik.[2] Untuk pasien yang sudah keracunan, mereka dapat dipulihkan dengan memberikan terapi oksigen 100% dan juga dengan memberikan perawatan suportif.[3][4] Tindakan ini perlu dilakukan hingga gejala udah tidak lagi muncul dan kadar HbCO lebih rendah dari 10%.[3]

Keracunan karbon monoksida relatif sering terjadi; di Amerika Serikat, terdapat 20.000 kunjungan ke unit gawat darurat yang disebabkan oleh keracunan karbon monoksida.[2][7] Keracunan karbon monoksida merupakan jenis keracunan fatal yang paling sering terjadi di berbagai negara.[8] Di Amerika Serikat, kasus yang tidak terkait dengan kebakaran menyebabkan lebih dari 400 kematian dalam satu tahun.[2] Keracunan lebih sering terjadi pada musim dingin, khususnya akibat penggunaan genset saat mati lampu.[3][6]

Referensi

  1. Schottke, David (2016). Emergency Medical Responder: Your First Response in Emergency Care (dalam bahasa Inggris). Jones & Bartlett Learning. hlm. 224. ISBN 978-1284107272. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 September 2017. Diakses tanggal 2 Juli 2017.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 4 5 6 Health, National Center for Environmental (30 Desember 2015). "Carbon Monoxide Poisoning – Frequently Asked Questions". www.cdc.gov (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 Juli 2017. Diakses tanggal 2 Juli 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Guzman, JA (Oktober 2012). "Carbon monoxide poisoning". Critical care clinics. 28 (4): 537–48. doi:10.1016/j.ccc.2012.07.007. PMID 22998990.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 3 4 5 Bleecker, ML (2015). "Carbon monoxide intoxication". Handbook of clinical neurology. Handbook of Clinical Neurology. 131: 191–203. doi:10.1016/B978-0-444-62627-1.00024-X. ISBN 978-0444626271. PMID 26563790.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: terbitan berkala memiliki ISBN (link)
  5. Buckley, NA; Juurlink, DN; Isbister, G; Bennett, MH; Lavonas, EJ (13 April 2011). "Hyperbaric oxygen for carbon monoxide poisoning". The Cochrane Database of Systematic Reviews (4): CD002041. doi:10.1002/14651858.CD002041.pub3. PMID 21491385.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
  6. 1 2 Ferri, Fred F. (2016). Ferri's Clinical Advisor 2017 E-Book: 5 Books in 1 (dalam bahasa Inggris). Elsevier Health Sciences. hlm. 227–28. ISBN 978-0323448383. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 September 2017. Diakses tanggal 2 Juli 2017.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. Penney, David G. (2007). Carbon Monoxide Poisoning (dalam bahasa Inggris). CRC Press. hlm. 569. ISBN 978-0849384189. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 September 2017. Diakses tanggal 2 Juli 2017.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. Omaye ST (Nov 2002). "Metabolic modulation of carbon monoxide toxicity". Toxicology. 180 (2): 139–50. doi:10.1016/S0300-483X(02)00387-6. PMID 12324190.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Carbon monoxide.


Ikon rintisan

Artikel bertopik kedokteran atau medis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan