Selasa, 22 September 2026
02:19 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Keperawanan

Keperawanan

Keadaan seseorang yang tidak pernah melakukan hubungan seksual

250px-William-Adolphe_Bouguereau_%281825-1905%29_-Youth_%281893%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Youth (1893) karya pelukis Prancis William-Adolphe Bouguereau. Warna putih secara tradisional dikaitkan dengan kemurnian ritual, kepolosan, dan keperawanan dalam budaya Barat.

Keperawanan adalah sebuah konstruksi sosial yang menunjukkan keadaan seseorang yang belum pernah melakukan hubungan seksual.[1][2][3] Karena ini bukanlah istilah objektif dengan sebuah definisi operasional,[4] definisi sosial tentang apa yang merupakan keperawanan, atau ketiadaannya, sangat bervariasi. Individu heteroseksual mungkin saja atau mungkin tidak menganggap hilangnya keperawanan hanya terjadi melalui penetrasi penis-vagina,[5][6][7][8] sedangkan orang dengan orientasi seksual lainnya sering kali memasukkan seks oral, seks anal, atau seks manual ke dalam definisi mereka tentang hilangnya keperawanan.[5][9][10] Istilah "perawan" mencakup berbagai definisi, sebagaimana ditemukan dalam konsep tradisional, modern, dan etis.[5][11][6][9] Ritual keagamaan untuk mendapatkan kembali keperawanan ada di banyak budaya. Sebagian pria dan wanita yang mempraktikkan selibat setelah kehilangan keperawanannya menganggap diri mereka sebagai perawan yang lahir kembali.

Terdapat tradisi budaya dan agama yang menempatkan nilai dan makna khusus pada keadaan ini, terutama terhadap perempuan yang belum menikah, yang dikaitkan dengan gagasan mengenai kemurnian pribadi, kehormatan, dan nilai. Seperti halnya kesucian, konsep keperawanan secara tradisional telah melibatkan pantang seksual. Konsep keperawanan biasanya melibatkan masalah moral atau agama dan dapat memiliki konsekuensi dalam hal status sosial serta dalam hubungan interpersonal.[5][12] Meskipun keperawanan memiliki implikasi sosial dan memiliki implikasi hukum yang signifikan di beberapa masyarakat pada masa lalu, hal ini tidak memiliki konsekuensi hukum di sebagian besar masyarakat modern. Implikasi sosial dari keperawanan tetap bertahan di banyak masyarakat dan dapat memiliki berbagai efek pada agensi sosial seorang individu.

Referensi

  1. "Virginity". Merriam-Webster. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 11, 2020. Diakses tanggal Desember 21, 2013.{{cite encyclopedia}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. "Virginity". TheFreeDictionary.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Februari 13, 2021. Diakses tanggal Desember 21, 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. Christianson, Monica; Eriksson, Carola (Oktober 2025). "Virginity Control and Hymen (re)Construction: Gender Analysis from the Perspective of Young Women". Archives of Sexual Behavior (dalam bahasa Inggris). 54 (9): 3641–3655. doi:10.1007/s10508-025-03272-6. ISSN 0004-0002. PMC 12675742. PMID 41174111.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. Moussaoui, Dehlia; Abdulcadir, Jasmine; Yaron, Michal (Maret 2022). "Hymen and virginity: What every paediatrician should know". Journal of Paediatrics and Child Health. 58 (3): 382–387. doi:10.1111/jpc.15887. ISSN 1034-4810. PMC 9306936. PMID 35000235.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. 1 2 3 4 See here Diarsipkan 2016-12-01 di Wayback Machine. and pages 47–49 Diarsipkan 2016-12-01 di Wayback Machine. for views on what constitutes virginity loss and therefore sexual intercourse or other sexual activity; source discusses male virginity, how gay and lesbian individuals define virginity loss, and how the majority of researchers and heterosexuals define virginity loss/"technical virginity" by whether or not a person has engaged in penile-vaginal sex. Laura M. Carpenter (2005). Virginity Lost: An Intimate Portrait of First Sexual Experiences. NYU Press. hlm. 295 pages. ISBN 978-0-8147-1652-6. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal April 28, 2021. Diakses tanggal Oktober 9, 2011.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. 1 2 Bryan Strong; Christine DeVault; Theodore F. Cohen (2010). The Marriage and Family Experience: Intimate Relationship in a Changing Society. Cengage Learning. hlm. 186. ISBN 978-0-534-62425-5. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Juli 24, 2020. Diakses tanggal Oktober 8, 2011. Most people agree that we maintain virginity as long as we refrain from sexual (vaginal) intercourse. But occasionally we hear people speak of 'technical virginity' [...] Data indicate that 'a very significant proportion of teens ha[ve] had experience with oral sex, even if they haven't had sexual intercourse, and may think of themselves as virgins' [...] Other research, especially research looking into virginity loss, reports that 35% of virgins, defined as people who have never engaged in vaginal intercourse, have nonetheless engaged in one or more other forms of heterosexual sexual activity (e.g., oral sex, anal sex, or mutual masturbation).{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. Friedman, Mindy (September 20, 2005). "Sex on Tuesday: Virginity: A Fluid Issue". The Daily Californian. Diarsipkan dari asli tanggal 2009-05-06. Diakses tanggal Oktober 6, 2011.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. Richard D. McAnulty; M. Michele Burnette (2000). Making Healthy Decisions. Allyn & Bacon. hlm. 229. ISBN 978-0-205-19519-0.
  9. 1 2 Hanne Blank (2008). Virgin: The Untouched History. Bloomsbury Publishing USA. hlm. 304 pages. ISBN 978-1-59691-011-9. Diakses tanggal Oktober 8, 2011.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. Joseph Gross, Michael (2003). Like a Virgin. Here Publishing. hlm. 45. 0001-8996. Diakses tanggal 2011-03-13.{{cite book}}: |work= diabaikan
  11. Carpenter, Laura M. (2001). "The Ambiguity of "Having Sex": The Subjective Experience of Virginity Loss in the United States – Statistical Data Included". United States: The Journal of Sex Research. Diarsipkan dari asli tanggal Mei 8, 2013. Diakses tanggal Juni 5, 2012.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. Linda Rae Bennett (2005). Women, Islam and modernity: single women, sexuality and reproductive health in contemporary Indonesia. Psychology Press. hlm. 19–21. ISBN 978-0-415-32929-3. Diakses tanggal Oktober 9, 2011.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Daftar pustaka

Artikel jurnal
Monograf

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Virginity.
Wikiquote memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan: Keperawanan.
Lihat entri keperawanan di kamus bebas Wikikamus.


Anggota
keluarga
Leluhur ke-3, dst.
Leluhur ke-2
Leluhur ke-1
Generasi ego
Keturunan ke-1
Keturunan ke-2, dst.
Status anak
Status individu


Ikon rintisan

Artikel bertopik sosiologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik seks ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan