Senin, 21 September 2026
06:45 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Orang Kensiu

Orang Kensiu

suku bangsa di Thailand & Malaysia

Orang Mani
250px-Image_from_page_620_of_%22Annual_report_of_the_Board_of_Regents_of_the_Smithsonian_Institution%22_%281902%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jumlah populasi
300[1]
Daerah dengan populasi signifikan
Thailand Selatan, Malaysia Barat
Bahasa
Kensiu, Ten'edn,
Thai (bahasa kedua)
Agama
Animisme
Kelompok etnik terkait
Semang
330px-Scottish_geographical_magazine_%281885%29_%2814597445898%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Orang Mani, disebut juga Maniq atau Kensiu di Malaysia adalah satu-satunya suku bangsa Negrito di Thailand. Di Thailand, mereka juga kerap disebut sebagai Sakai (bahasa Thai:ซาไก), sebuah istilah kontroversial yang juga berarti 'budak' atau 'barbar'.[2] Mereka menuturkan bahasa Kensiu dan Ten'edn yang termasuk rumpun bahasa Asli milik keluarga bahasa Mon-Khmer. Mereka memiliki bahasa dan budaya tersendiri, tetapi tidak mengenal aksara.[3]

Suku Mani tinggal di selatan Thailand, di Provinsi Yala, Narathiwat, Phatthalung, Trang, dan Satun.[2]

Suku Mani hidup dengan berburu dan meramu. Mereka tinggal di gubuk bambu beratapkan daun pisang. Suku Mani hidup dengan memakan berbagai jenis hewan, sayur-mayur, dan buah-buahan. Mereka mengenakan pakaian sederhana yang terbuat dari bahan alami seperti daun bambu. Mereka juga mengenal berbagai macam tumbuhan obat.[4][5]

Direktorat Jenderal Departemen Perlindungan Hak dan Kebebasan Kementerian Kehakiman Thailand menggolongkan suku Mani menjadi dua kelompok berdasarkan tempat tinggal mereka. Kelompok pertama tinggal di Pegunungan Titiwangsa di Yala dan Narathiwat sedangkan kelompok kedua tinggal di Pegunungan Banthat di Phatthalung, Trang, dan Satun.[2]

Populasi Mani berjumlah sekitar 300 orang.[1]

Para bangsawan di Malaysia dan Thailand kerap memperbudak ras Negrito, dengan menempatkan mereka di pekarangan sebagai koleksi yang mampu mengangkat harga diri tuannya.[6] Pada dasawarsa pertama abad kedua puluh, Raja Thailand Chulalongkorn (Rama V) mengunjungi bagian selatan negaranya dan bertemu dengan orang Maniq. Penghargaan terhadap orang-orang Maniq oleh pihak istana menjadi meningkat setelah seorang anak Maniq yatim piatu diadopsi oleh raja dan diberi nama Khanung, di mana ia dianggap sebagai anak angkat.[7]

Migrasi

Suku Mani tinggal dalam berbagai klan. Jika suatu klan suku Mani hendak pindah ke daerah baru, salah satu dari mereka akan pergi terlebih dahulu untuk membuka jalan dan mencari tempat yang tepat untuk mendirikan kemah. Ketika tempat yang sesuai ditemukan, ia akan kembali ke keluarganya untuk membawa mereka ke rumah yang baru.[8]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 Thonghom; Weber, George. "36. The Negrito of Thailand; The Mani". Andaman.org. Diarsipkan dari versi asli pada 20 Mei 2013. Diakses tanggal 3 November 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: BOT: status url asli tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 Laohong, King-Oua (23 Desember 2017). "Sea gypsies want a chance to settle down". Bangkok Post. Diakses tanggal 3 November 2021.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. Ernst, Gabriel (21 Oktober 2019). ""We try to not be Thai": the everyday resistance of ethnic minorities". New Mandala. Diakses tanggal 3 November 2021.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. "Maniq Tribe, Thailand - Tripreport". 28 Juli 2019. Diakses tanggal 3 November 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. "Mani Ethnic Group". Diakses tanggal 3 November 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. Barbara Watson Andaya & Leonard Y Andaya (2016). A History of Malaysia. Macmillan International Higher Education. hlm. 168–169. ISBN 978-11-376-0515-3.
  7. Woodhouse, Leslie (Spring 2012). "Concubines with Cameras: Royal Siamese Consorts Picturing Femininity and Ethnic Difference in Early 20th Century Siam". Women's Camera Work: Asia. 2 (2). Diakses tanggal 3 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. Primal Survivor: Season 5, episode 1


Ikon rintisan

Artikel bertopik senjata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan