Minggu, 20 September 2026
11:37 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Kapal selam peluru kendali balistik

Kapal selam peluru kendali balistik

Kapal selam yang mampu meluncurkan peluru kendali balistik

500px-USS_George_Washington_%28SSBN-598%29_underway_at_sea%2C_circa_in_the_1970s.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
USS George Washington merupakan kapal selam multi misil bertenaga nuklir pertama dengan deterensi strategis.
250px-thumbnail.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kapal selam peluru kendali balistik bertenaga nuklir milik Soviet Kapal selam kelas Borei.

Kapal selam misil balistik (bahasa Inggris:Ballistic missile submarine) adalah jenis kapal selam yang dirancang untuk membawa dan meluncurkan misil balistik berhulu ledak nuklir. Klasifikasi lambung kapal ini adalah SSB atau SSBNSS artinya "kapal selam", B artinya "peluru kendali balistik", dan N artinya bertenaga nuklir.

Fungsi dari kapal selam misil balistik adalah sebagai deteren nuklir strategis. Kapal selam mampu bersembunyi dibawah permukaan air dalam waktu lama, terutama kapal selam yang bertenaga nuklir. Kapal selam misil balistik memakai kemampuan ini untuk menjadi platform peluncur misil balistik yang sangat susah terdeteksi.

Kesulitan dalam mendeteksi kapal selam misil balistik membuat keselamatannya terjamin. Bila musuh memutuskan untuk menyerang duluan dan melumpuhkan platform-platform peluncur nuklir yang lain seperti silo peluru kendali balistik antar benua di darat, kapal selam misil balistik dapat melakukan serangan balasan karena tidak langsung dihancurkan dengan cepat. Sebaliknya juga, kemampuan kapal selam misil balistik untuk bersembunyi bisa saja dimanfaatkan untuk melakukan serangan kejutan pertama.

Misi yang dijalankan oleh kapal selam misil balistik berupa patroli deteren. Kapal selam misil balistik pergi melaut dalam durasi lama, antara 30-100 hari (rata-rata 77 hari). Kedalaman selam kapal ini umumnya 100–200 m. Di laut, mereka biasanya akan berpatroli di sektor tertentu, dimana mereka bisa menjangkau target-target vital lawan. Tidak seperti kapal selam serbu yang mengincar kapal-kapal lawan secara aktif, kapal selam misil balistik dituntut untuk tetap tidak terdeteksi. Jika diberikan perintah, barulah mereka akan langsung naik ke kedalaman peluncuran dan meluncurkan misilnya.

Sistem komunikasi kapal ini menggunakan radio biasa. Untuk frekuensinya tergantung kondisi menyelam normal biasanya memakai frekuensi medium atau rendah. Bila ada pesawat kawan diatas laut, kapal ini dapat mendekati permukaan dan mengeluarkan antena serta memakai frekuensi tinggi atau ultra tinggi.

Persenjataan

250px-USS_Sam_Rayburn_%28SSBN-635%29_missile_hatches.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Palka untuk rudal UGM-27 Polaris pada kapal selam USS Sam Rayburn

Kebanyakan SSBN umumnya menyerupai kapal selam serbu dari generasi yang sama, dengan panjang ekstra untuk mengakomodasi SLBM, seperti R-29 Rusia (SS-N-23) atau Polaris, Poseidon, dan Trident II yang diproduksi oleh NATO dan AS. Beberapa model awal harus muncul ke permukaan untuk meluncurkan rudal mereka, tetapi kapal selam modern biasanya dapat meluncurkannya saat menyelam di kedalaman kurang dari 50 meter. Rudal diluncurkan ke atas dengan kecepatan awal yang cukup bagi untuk muncul di atas permukaan, di mana motor roket menyala, memulai karakteristik parabola pendakian dari peluncuran rudal balistik. Ejeksi udara terkompresi, yang kemudian digantikan oleh ejeksi uap gas, dikembangkan oleh Kapten Harry Jackson dari Kantor Proyek Khusus Laksamana Muda Raborn ketika elevator misil yang diusulkan terbukti terlalu rumit.[1] Jackson juga memperoleh persenjataan 16 rudal yang digunakan di banyak SSBN untuk kelas George Washington pada tahun 1957, berdasarkan kompromi antara daya tembak dan integritas lambung.

Kapal selam yang aktif

Galeri

Referensi

Kutipan

  1. Friedman, Norman (1994). U.S. submarines since 1945 : an illustrated design history. Annapolis, Md.: Naval Institute Press. ISBN 1-55750-260-9. OCLC 29477981.
  2. Jha, Saurav. "India's Undersea Deterrent". thediplomat.com (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2023-02-09.
  3. Kraska, James; Pedrozo, Raul (2022-05-19). "Disruptive Technology and the Law of Naval Warfare". doi:10.1093/oso/9780197630181.001.0001.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  4. Lee, Joyce; Komiya, Kantaro (2022-05-07). "North Korea fires likely submarine-launched ballistic missile, South Korea says". Reuters (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-02-09.
  5. "Новые атомные подлодки "Князь Олег" и "Новосибирск" приняли в состав ВМФ России - ТАСС". TACC. Diakses tanggal 2023-02-09.
  6. "Does China Have an Effective Sea-based Nuclear Deterrent?". ChinaPower Project (dalam bahasa American English). 2015-12-28. Diakses tanggal 2023-02-09.
  7. "Janes | Latest defence and security news". Janes.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-02-09.
  8. Suciu, Peter (2020-05-06). "China Now Has Six Type 094A Jin-Class Nuclear Powered Missile Submarines". The National Interest (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-02-09.

Sumber

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Kapal selam peluru kendali balistik.
Kapal induk
Kapal tempur
Kapal penjelajah
Kawal
Kapal transportasi
Kapal patroli
Kapal serang cepat
Kapal peperangan ranjau
Komando dan bantuan
Kapal selam
Kapal lainnya
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan