Kamis, 05 November 2026
19:04 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Kakongo

Kakongo

Bagikan:
330px-Congo_Map_by_Stanley.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta wilayah Kongo yang dibuat oleh Henry Morton Stanley.

Kakongo adalah kerajaan kecil yang terletak di pesisir Samudra Atlantik di Afrika Tengah. Wilayah kerajaan ini kini merupakan bagian dari Republik Kongo serta Provinsi Cabinda di Angola. Kerajaan ini merupakan salah satu pusat perdagangan yang penting di kawasan tersebut pada abad ke-17 hingga abad ke-19 bersama dengan Kerajaan Ngoyo dan Loango. Rakyatnya menuturkan dialek bahasa Kikongo dan dapat dianggap sebagai bagian dari kelompok etnis Bakongo.

Sejarah pembentukan kerajaan ini tidak diketahui dan tradisi lisan yang dikumpulkan di kawasan tersebut pada abad ke-19 dan ke-20 tidak menjelaskan asal-usul kerajaan ini.[1] Berdasarkan penemuan arkeologis, kawasan tempat berdirinya kerajaan ini sudah memasuki Zaman Besi pada abad ke-5 SM.

Kerajaan ini pertama kali disebutkan dalam dokumen yang dikeluarkan oleh Raja Kongo Afonso I pada tahun 1535 yang mengklaim bahwa Afonso I adalah penguasa kawasan tersebut.[2] Namun, Kakongo adalah negara yang merdeka paling tidak semenjak abad ke-16. Pedagang Portugis yang mencari tembaga, gading dan budak mulai mendirikan pabrik di Kakongo pada tahun 1620-an. Kakongo juga menjadi pusat perdagangan yang penting pada abad ke-18 dan sering dikunjungi oleh pedagang Inggris, Prancis dan Belanda.

Catatan kaki

  1. ↑ Phillipson, David W. (2005) African Archaeology (3rd edition) Cambridge University Press, Cambridge, England, page 295, ISBN978-0-521-54002-5
  2. ↑ Martin, Phyllis M. (1972) The external trade of the Loango Coast, 1576-1870: the effects of changing commercial relations on the Vili Kingdom of Loango Clarendon Press, Oxford, England, hlm. 31, OCLC635840790


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan