Sabtu, 10 Oktober 2026
01:40 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah

Ngoyo

Bagikan:

Ngoyo adalah kerajaan yang didirikan oleh suku Woyo yang menuturkan bahasa Bantu pada abad ke-15 di wilayah Cabinda modern. Kerajaan ini terletak di pesisir Atlantik di sebelah utara Sungai Kongo. Menurut tradisi Ngoyo, nenek moyang kerajaan ini adalah satu pemukim pertama kawasan tersebut, sehingga kepala-kepala sukunya memiliki gelar nfumu nsi ("penguasa Bumi"). Ibu kotanya terletak di kota Mbanza Ngoyo.

Pada tahun 1700, Cabinda telah menjadi pusat perdagangan budak dan ekonomi Ngoyo sangat bergantung pada penjualan budak.

Pada tahun 1783, Ngoyo bekerjasama dengan kerajaan Kakongo untuk menghancurkan benteng Portugis. Namun, kerajaan ini lumpuh akibat kesulitan keuangan. Kerajaan ini mengalami disintegrasi pada tahun 1830-an setelah para bangsawan tidak dapat memilih raja baru. Pada tahun 1885, Kerajaan Ngoyo menandatangani Perjanjian Simulambuco dengan Portugal yang secara resmi menjadikan kerajaan tersebut sebagai protektorat Portugis.

Referensi

  • Martin, Phyllis M. "Family Strategies in Nineteenth-Century Cabinda." The Journal of African History 28.1 (1987): 65-86.

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan